Haldy Sabri Minta Ammar Zoni Move On, Tak Terima Nama Istri Dibawa dalam Pleidoi

Liput – 06 April 2026 | Jakarta, 6 April 2026 – Persidangan kasus narkoba yang menjerat artis Ammar Zoni kembali mencuri perhatian publik, bukan hanya karena dakwaan hukum melainkan karena catatan emosional yang ia sampaikan dalam pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam pembacaan nota pembelaannya, Ammar menyebut nama mantan istrinya, aktris Irish Bella, sebagai salah satu faktor yang memperberat beban mentalnya. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari suami Irish Bella, Haldy Sabri, yang mengkritik keras penggunaan nama istri orang dalam proses hukum.

Menurut unggahan Instagram Haldy Sabri pada Kamis, 5 April 2026, ia menilai bahwa Ammar seharusnya “fokus dulu saja dengan pembelaan” dan tidak “membuat pembelaan lebay dengan membawa-bawa istri orang”. Haldy menambahkan bahwa selama ini dirinya dan Irish Bella tidak pernah mengusik Ammar, melainkan menjalani kehidupan masing-masing secara wajar. Ia menegaskan bahwa Ammar tampak seperti sedang curhat, padahal sidang seharusnya tetap bersifat profesional.

Ammar Zoni, dalam pleidoinya, mengungkapkan bahwa perceraian dengan Irish Bella pada 1 Februari 2024 merupakan pukulan berat baginya. Ia menyatakan bahwa rasa sakit yang ia rasakan bukan berasal dari proses rehabilitasi narkoba, melainkan dari keputusan mantan istri untuk meminta talak. “Sungguh menyakitkan bukan karena rehabnya, melainkan kabar yang saya terima datang dari mantan istri saya, yaitu keinginannya untuk bercerai, meminta saya untuk memberikan talak kepadanya,” bunyi kutipan yang tersebar di media sosial.

Ammar juga menegaskan nilai-nilai keluarga yang menentang perceraian. Ia mengklaim bahwa dirinya dibesarkan dalam keluarga yang tidak mengenal kata “bercerai” dan mengingat kisah pengorbanan ayahnya yang tetap setia hingga akhir hayat. “Dengan melihat betapa besar cinta bapak kepada mama, bahkan sampai mama menutup mata pun bapak masih tetap setia dan memilih membesarkan kami sendiri tanpa didampingi pasangan lain sampai akhir hayatnya. Tentu saya tidak akan ada kata bercerai di hidup saya,” ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa Irish Bella tetap memaksa talak, sehingga ia tidak memiliki pilihan lain. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana masalah pribadi boleh dibawa ke ruang sidang. Kritikan Haldy menyoroti etika dalam pembelaan hukum, mengingat nama pihak ketiga yang tidak terlibat secara langsung dalam perkara dapat menimbulkan dampak reputasi yang tidak diinginkan.

Berikut beberapa poin penting yang disorot oleh Haldy Sabri dalam komentar Instagramnya:

  • Fokus pada pembelaan hukum tanpa melibatkan nama istri orang.
  • Jangan membuka ruang untuk memutuskan silaturahmi yang masih terjaga.
  • Harapannya, proses hukum dapat berjalan adil tanpa tambahan drama pribadi.

Haldy menutup pernyataannya dengan harapan agar Allah SWT memberikan keputusan terbaik bagi Ammar Zoni. “Semoga Allah SWT memberi yang terbaik ya putusannya nanti… Aaamiiin,” tulisnya.

Reaksi publik beragam. Sebagian mengkritik Ammar karena mengangkat nama Irish Bella, sementara yang lain menilai ia hanya mengungkapkan rasa sakit hati yang wajar setelah perceraian. Di media sosial, tagar #MoveOnAmmar dan #HaldySabriTrending menjadi trending topics pada hari itu, menandakan besarnya minat netizen terhadap dinamika ini.

Kasus ini menyoroti dua isu utama: pertama, bagaimana selebritas mengelola konflik pribadi di ranah publik, dan kedua, batasan etis dalam menyampaikan pembelaan hukum. Pengamat hukum menegaskan bahwa nota pembelaan memang dapat mengandung latar belakang pribadi, namun sebaiknya tetap relevan dengan fakta hukum dan tidak menimbulkan fitnah atau pencemaran nama baik.

Sejauh ini, hakim belum memberikan putusan akhir terkait permohonan pembebasan atau penangguhan hukuman Ammar Zoni. Proses persidangan diperkirakan akan berlanjut dalam minggu-minggu mendatang, dengan fokus utama pada aspek narkotika yang dihadapi oleh terdakwa.

Kesimpulannya, pernyataan Ammar Zoni yang menyebut Irish Bella dalam pledoi menimbulkan gelombang kritik dari Haldy Sabri, yang menuntut agar proses hukum tidak dijadikan ajang curahan perasaan pribadi. Kedua belah pihak tampaknya tetap berpegang pada posisi masing-masing, sementara publik menunggu keputusan final pengadilan.