Rachel Vennya Ungkap Pesan Haru untuk Xabiru di Tengah Perebutan Rumah dengan Okin

Liput – 11 April 2026 | Jakarta, 12 April 2026 – Di tengah intensitas perseteruan publik antara Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim (Okin), sang ibu muda meluapkan perasaan melalui sebuah video Instagram yang ditujukan khusus untuk putra sulungnya, Xabiru. Pesan tersebut muncul tak lama setelah Okin mengumumkan rencana penjualan rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal keluarga di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Menurut keterangan yang diungkapkan dalam siaran langsung pada 2 April 2026, Rachel menegaskan bahwa rumah itu awalnya diberikan oleh Okin sebagai pengganti nafkah anak senilai Rp50 juta per bulan, namun pembayaran tersebut belum pernah terpenuhi selama dua tahun terakhir. Renovasi interior yang dibiayai Rachel mencapai miliaran rupiah, sementara Okin kemudian memutuskan menjual properti tanpa persetujuan istrinya.

Dalam video berdurasi tiga menit, Rachel menatap kamera dengan mata berkaca‑kaca, kemudian berbicara lembut kepada Xabiru: “Nak, ayahmu sedang berjuang, tapi jangan pernah ragukan betapa besar cinta Mama untukmu. Rumah ini bukan hanya dinding dan atap, melainkan tempat di mana Mama menyiapkan sarapan, membantu PR, dan menertawakan momen kecil bersama kamu.” Ia menambahkan, “Jika harus pindah, Mama akan selalu mencari tempat yang lebih baik, karena kebahagiaanmu adalah prioritas utama.”

Pesan haru tersebut sekaligus menjadi respons terhadap serangkaian tuduhan dan sindiran yang beredar di media sosial. Kedua belah pihak sempat saling melempar kritikan, namun kemudian mengajukan mediasi melalui kuasa hukum masing‑masing. Kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, menyampaikan bahwa kliennya berada di bawah tekanan psikis dan materiil yang berat, mengingat harus menanggung biaya pindah sekaligus mengurus kebutuhan adik‑adiknya.

Sementara itu, kuasa hukum Okin, Axl Mattew, menegaskan bahwa rencana penjualan rumah merupakan upaya menyelesaikan permasalahan finansial yang dialami kliennya. Ia menambahkan, “Pihak Rachel telah diberi penjelasan sebelumnya, namun tetap ada perbedaan persepsi mengenai hak atas properti.”

Konflik ini tidak muncul begitu saja. Sejak perceraian pada 2021, Rachel telah melepas hak atas uang mut’ah senilai Rp1 miliar serta menolak menuntut nafkah bulanan sebesar Rp50 juta. Namun, cicilan KPR rumah tetap menjadi beban yang menuntut komitmen dari Okin. Keterlambatan pembayaran mengakibatkan bank mengirimkan surat peringatan, yang memicu Okin mengambil langkah menjual properti demi menghindari penyitaan.

Di luar sengketa properti, Rachel juga tengah menghadapi sorotan publik akibat lima kontroversi sebelumnya, termasuk pelanggaran karantina COVID‑19 pada Desember 2021 yang berujung pada vonis penjara empat bulan dengan percobaan serta denda Rp50 juta. Meskipun demikian, popularitasnya tetap tinggi, terbukti dari jutaan tampilan pada postingan Instagram berisi foto keluarga yang serasi.

Para pengamat media menilai bahwa pesan Rachel kepada Xabiru memiliki dimensi strategis. “Dengan menonjolkan sisi keibuan dan kepedulian terhadap anak, Rachel tidak hanya meredakan ketegangan emosional pribadi, tetapi juga memperkuat citra publiknya di mata warganet,” ujar seorang pakar komunikasi sosial.

Meski konflik rumah masih belum menemukan titik temu, kedua belah pihak telah menyepakati pertemuan lanjutan antara kuasa hukum untuk membahas opsi penyelesaian damai, termasuk kemungkinan pembagian hak atas properti atau pencarian hunian alternatif bagi anak‑anak. Hingga kini, nasib rumah di Kemang masih menjadi pertanyaan, namun satu hal yang pasti adalah pesan Rachel yang menegaskan komitmen seorang ibu terhadap kebahagiaan Xabiru.

Kesimpulannya, perseteruan antara Rachel Vennya dan Okin menyoroti kompleksitas urusan harta pasca perceraian di tengah sorotan media. Di tengah itu, pesan haru Rachel kepada Xabiru menegaskan prioritas utama seorang ibu: melindungi dan mencintai anaknya tanpa memandang kondisi eksternal.