Liput – 22 April 2026 | Generasi terbaru BYD Atto 3 resmi dipamerkan pada Beijing Auto Show 2026, menandai langkah strategis perusahaan otomotif asal Tiongkok dalam memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik global. Model ini tidak hanya menampilkan desain eksterior yang lebih besar dan aerodinamis, tetapi juga mengusung teknologi flash charging yang memungkinkan pengisian daya hingga 70% dalam lima menit, mengubah standar kecepatan pengisian baterai listrik.
Berbeda dengan pesaingnya, khususnya baterai LFP Blade Battery 2.0 milik BYD yang sebelumnya menjadi sorotan, Atto 3 generasi baru dipasangi dua varian baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) dari FinDreams dengan kapasitas 57,5 kWh dan 68,5 kWh. Varian tertinggi dapat menempuh jarak hingga 630 km menurut standar CLTC, memberikan kebebasan berkendara jarak jauh tanpa khawatir kehabisan energi. Keunggulan utama terletak pada kecepatan pengisian: dari 10% ke 70% hanya dalam lima menit, dan mencapai 97% dalam total sembilan menit, hampir sebanding dengan waktu pengisian bahan bakar mobil konvensional.
Selain kecepatan, performa motor listrik juga mengalami peningkatan signifikan. Pada konfigurasi rear‑wheel‑drive (RWD), motor menghasilkan tenaga 200 kW (268 hp) pada varian standar, sementara varian premium mencapai 240 kW (322 hp). Peningkatan tenaga ini dipadukan dengan dimensi yang lebih bongsor: panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, dan tinggi 1.675 mm, serta jarak sumbu roda 2.770 mm, memberikan ruang kabin yang lebih lapang dan kenyamanan bagi penumpang.
Interior BYD Atto 3 mengusung estetika minimalis modern, dilengkapi dengan layar sentuh besar, panel instrumen digital, serta head‑up display. Tata letak setir dua palang dan pemindahan tuas transmisi ke kolom kemudi menciptakan ruang konsol tengah yang bersih, memudahkan pengemudi mengakses kontrol utama. Fitur keselamatan dan bantuan mengemudi, termasuk sistem DiPilot 100 standar dan opsi LiDAR DiPilot 300, menambah nilai teknologi kendaraan ini.
Pergeseran fokus BYD ke teknologi flash charging tidak terjadi dalam isolasi. Persaingan ketat dengan produsen baterai global, khususnya CATL, memicu inovasi cepat. Pada acara Tech Day, CATL memperkenalkan baterai LFP Shenxing generasi ketiga yang dapat mengisi daya 10%–98% dalam 6 menit 27 detik, menciptakan catatan resistansi internal 0,25 milliohm—setengah dari rata‑rata pasar. Meskipun CATL sedikit lebih cepat, keunggulan BYD terletak pada integrasi langsung teknologi pengisian cepat ke dalam platform kendaraan, serta strategi peluncuran global yang agresif.
Strategi BYD tidak hanya terbatas pada pasar domestik. Penurunan penjualan Atto 3 di China pada kuartal pertama 2026—menurun 73,2%—memaksa perusahaan mengintensifkan ekspansi internasional. Dengan menargetkan pasar Eropa, Asia Tenggara, dan India, BYD mengandalkan kombinasi harga kompetitif, jaringan layanan yang berkembang, dan kebijakan pemerintah yang mendukung adopsi EV. Di Indonesia, laporan iklan mengklaim BYD Atto 3 dapat dijual dengan harga antara 24,99–33,99 juta rupiah, menyesuaikan dengan kondisi jalan dan konsumsi energi yang diperkirakan hanya 1,5 rupiah per km.
Selain Atto 3, BYD juga memperkenalkan model lain seperti Sealion 05 DM‑i, sebuah plug‑in hybrid yang menawarkan jarak tempuh listrik hingga 305 km dan total kombinasi hingga 2.105 km. Model ini menegaskan diversifikasi portofolio BYD dalam segmen EV, dari mobil kompak hingga SUV menengah, serta menggabungkan teknologi hibrida generasi kelima yang mengoptimalkan efisiensi bahan bakar.
Pesaing lain, termasuk potensi BYD masuk ke segmen pickup dengan rumor “BYD might come for the Ford Ranger Raptor”, menunjukkan ambisi perusahaan untuk menembus pasar kendaraan off‑road yang selama ini didominasi merek barat. Meskipun masih spekulatif, langkah tersebut menandai tren perusahaan untuk memperluas jejak produk ke segmen yang lebih beragam.
Secara keseluruhan, BYD Atto 3 generasi terbaru bukan sekadar facelift. Dengan flash charging 5 menit, peningkatan tenaga, dimensi yang lebih luas, serta interior yang berteknologi tinggi, kendaraan ini menyiapkan BYD untuk bersaing langsung dengan pemain tradisional dan pendatang baru dalam industri EV. Keberhasilan peluncuran ini akan sangat menentukan apakah BYD dapat mengembalikan pertumbuhan penjualan domestik sekaligus memperkuat kehadirannya di pasar internasional.