Skandal Kebangkrutan Nikita Mirzani: Manajer Bongkar Fakta Keuangan dan Sumber Penghasilan Tersisa

Liput – 16 April 2026 | Isu kebangkrutan yang menggelayuti nama selebriti kontroversial Nikita Mirzani kembali mengemuka setelah beberapa minggu dipenjara. Beredar luas spekulasi bahwa seluruh bisnis kuliner dan lini produk perawatan kulit miliknya telah gulung tikar, menimbulkan pertanyaan besar tentang kondisi keuangan sang artis. Namun, manajer pribadi Nikita, yang dikenal sebagai sosok dekat dan terpercaya, memberikan klarifikasi lengkap mengenai realita keuangan selama masa tahanan serta mengungkap sumber pendapatan yang masih mengalir.

Menurut pernyataan yang diberikan kepada media pada hari Senin, manajer menegaskan bahwa meskipun beberapa usaha di bidang kuliner mengalami penutupan sementara, tidak ada bukti yang mendukung klaim kebangkrutan total. “Kami memang menutup cabang restoran tertentu karena kendala operasional selama proses hukum, namun bisnis inti masih aktif dan menghasilkan pendapatan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penurunan pendapatan tidak setara dengan kebangkrutan, melainkan merupakan penyesuaian sementara yang umum di industri hiburan dan makanan.

Lini produk perawatan kulit yang dikelola oleh Nikita, yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama, masih mencatat orderan yang “ramai”. Manajer menjelaskan bahwa platform e‑commerce dan toko daring tetap menerima pembelian secara konsisten, meski ada fluktuasi karena keterbatasan promosi tatap muka. “Stok produk masih tersedia, dan kami terus mengirimkan pesanan ke seluruh Indonesia. Ada peningkatan permintaan dari wilayah Jawa Barat dan Sumatra,” katanya.

Selain bisnis kuliner dan skincare, manajer mengungkap beberapa sumber pendapatan lain yang masih beroperasi meski sang artis berada dalam tahanan. Daftar tersebut meliputi:

  • Penghasilan dari endorsement dan iklan televisi yang telah ditandatangani sebelum masa penahanan.
  • Royalti dari penjualan buku autobiografi yang dirilis tahun lalu.
  • Investasi di bidang properti yang dikelola oleh pihak ketiga.
  • Penghasilan dari acara talkshow dan podcast yang masih menayangkan rekaman lama.

Semua aliran pendapatan tersebut tetap mengalir ke rekening resmi yang dikelola oleh tim keuangan, menjamin likuiditas dasar bagi Nikita dan keluarganya.

Berbicara mengenai kondisi keuangan pribadi, manajer menegaskan bahwa Nikita tidak mengalami kesulitan mendasar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Anak‑anaknya tetap mendapatkan pendidikan yang layak, dan kebutuhan rumah tangga terpenuhi. Kami memang harus mengatur anggaran lebih ketat, tetapi tidak ada indikasi bahwa keluarga berada di ambang kehabisan dana,” ujarnya.

Komentar tersebut muncul di tengah tekanan publik yang menuntut transparansi. Banyak netizen yang menuduh selebriti menggelapkan dana publik atau mengabaikan tanggung jawab sosial. Manajer menolak semua tuduhan tersebut, menambahkan bahwa semua laporan keuangan telah diaudit oleh firma independen dan hasilnya menunjukkan posisi keuangan yang stabil meski mengalami penurunan pendapatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, situasi keuangan Nikita Mirzani dapat digambarkan sebagai fase penyesuaian daripada krisis total. Penutupan beberapa unit bisnis merupakan langkah strategis untuk meminimalkan kerugian, sementara sumber pendapatan lain tetap berfungsi sebagai penopang utama. Manajer menutup pernyataan dengan harapan publik dapat menunggu hasil proses hukum yang sedang berjalan, dan menekankan bahwa fokus utama kini adalah memulihkan reputasi serta menjaga kesejahteraan keluarga.