Hari Keempat Pencarian Doli: SAR Lombok Utara Pakai CAPE di Sungai Nyireh, Korban Masih Hilang

Liput – 21 April 2026 | Operasi pencarian Doli memasuki hari keempat di Sungai Nyireh, Lombok Utara. Tim SAR Mataram bersama Unit Siaga Bangsal terus menggali setiap sudut aliran sungai dengan menggunakan peralatan khusus CAPE (Compact Aerial Patrol Equipment) yang memungkinkan pemantauan udara dan darat secara simultan. Meskipun tim telah menelusuri ribuan meter jalur sungai, Doli masih belum ditemukan hingga pagi ini.

Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana, menjelaskan bahwa penggunaan CAPE memberikan keunggulan dalam menembus wilayah yang sulit dijangkau oleh perahu konvensional. Drone berukuran kecil dilengkapi sensor termal dapat mengidentifikasi suhu tubuh manusia di antara bebatuan dan vegetasi tebal, sementara bot berdaya tahan tinggi mampu menavigasi arus deras. “Teknologi ini kami aktifkan sejak hari ketiga, namun kondisi aliran yang berubah-ubah dan cuaca buruk masih menjadi tantangan utama,” ujar Aryadana.

Sejak insiden Doli dilaporkan hilang pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 16.30 WITA, ketika ia sedang menyusuri tepi sungai bersama teman-temannya, tim SAR telah melakukan serangkaian langkah strategis. Pada hari pertama, pencarian dilakukan secara manual dengan perahu karet dan relawan lokal. Hari kedua, operasi diperluas dengan bantuan TNI AL yang menempatkan kapal patroli di hilir sungai. Pada hari ketiga, tim mengintegrasikan teknologi CAPE serta melibatkan satgas Polri, Polair, dan relawan Barasiaga.

Keberhasilan terbaru dalam operasi SAR di wilayah NTB, seperti penemuan dua wisatawan terseret arus di Gili Trawangan dan evakuasi korban di Air Terjun Tiu Bombong, menambah kepercayaan diri tim. Pada 21 April, dua korban di Gili Trawangan ditemukan selamat setelah berusaha mengayuh paddle board melawan arus. Sementara di Air Terjun Tiu Bombong, tim berhasil mengevakuasi jenazah dalam waktu singkat meski medan sangat ekstrem. Pengalaman ini menjadi acuan dalam mengoptimalkan koordinasi lintas sektor di Sungai Nyireh.

  • Tim SAR Mataram
  • Unit Siaga Bangsal
  • Polair Polda NTB
  • Polsek Kayangan
  • TNI AL
  • Barasiaga dan relawan lokal

Selama empat hari operasi, tim SAR telah menelusuri lebih dari 12 kilometer aliran utama dan cabang-cabangnya. Setiap titik yang dicurigai telah dipindai dengan sensor termal CAPE, namun tidak ada jejak tubuh yang terdeteksi. Tim juga melakukan pemindaian air menggunakan sonar portable untuk mendeteksi objek tenggelam, namun hasilnya masih nihil.

Para ahli hydrologi yang diminta berkomentar menyebutkan bahwa Sungai Nyireh memiliki beberapa zona eddy yang dapat menjerat korban dalam pusaran air, sehingga memperumit proses pencarian. “Arus di sore hari biasanya meningkat tajam setelah hujan, dan zona batu besar dapat menahan tubuh secara alami,” kata Dr. Rina Widyatmoko, pakar geofisika NTB.

Warga setempat terus memberikan dukungan moral dan informasi lapangan. Beberapa nelayan melaporkan bahwa mereka melihat cahaya reflektif di permukaan air pada malam sebelumnya, namun tidak dapat memastikan apakah itu berasal dari peralatan SAR atau benda lain. Pemerintah daerah Lombok Utara menyiapkan posko bantuan bagi keluarga Doli, sekaligus menggalang donasi perlengkapan keselamatan bagi tim SAR.

Dengan hari keempat yang masih berlangsung, tim SAR berencana menambah patroli malam menggunakan drone CAPE yang dilengkapi lampu LED inframerah. Jika masih belum ada hasil, mereka akan mempertimbangkan penggunaan anjing pelacak air yang telah dilatih khusus untuk mencari jejak manusia di lingkungan berair.

Kasus Doli menjadi pengingat pentingnya edukasi keselamatan di wilayah perairan, terutama bagi warga yang rutin melakukan aktivitas rekreasi di sungai. Pihak berwenang menekankan pentingnya memakai alat pelampung, menghindari arus deras, dan selalu berada dalam kelompok. Sementara itu, keluarga Doli menanti kabar baik dengan harapan tim SAR tidak akan berhenti sampai menemukan jejak terakhir sang korban.

Operasi pencarian akan terus digalakkan hingga Doli berhasil ditemukan atau hingga otoritas memutuskan langkah akhir berdasarkan evaluasi risiko dan sumber daya yang tersedia.