Pencarian Doli: Tim SAR Bangka Selatan Pakai Peralatan Anti-Serang Buaya

Liput – 20 April 2026 | Tim SAR gabungan terus menggali jejak Doli, nelayan berusia 40 tahun yang hilang pada 16 April 2026 di Sungai Nyireh, Air Gegas, Bangka Selatan. Upaya pencarian memasuki hari ketiga dengan koordinasi antara Kantor SAR Pangkalpinang, Unit Siaga SAR Toboali, serta relawan warga setempat.

Doli dilaporkan menghilang sekitar pukul 09.00 WIB saat sedang menebar jala bersama rekannya menggunakan sampan. Setelah rekan sempat mendahului, Doli tidak terlihat lagi ketika menoleh kembali. Sampan miliknya ditemukan kosong di tengah sungai, menimbulkan kecurigaan bahwa ia mungkin terjatuh atau terserang predator.

Sungai Nyireh dikenal sebagai habitat alami buaya serta daerah berpasir bakau dan rawa-rawa yang lebat. Kondisi tersebut menambah tingkat kesulitan pencarian karena area air tawar ini rawan serangan buaya dan sulit dijangkau dengan peralatan konvensional.

Menanggapi risiko tinggi, Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman, menyatakan bahwa tim SAR dilengkapi dengan dua set Crocodile Attack Protection Equipment (CAPE). Peralatan khusus ini dirancang untuk melindungi petugas dari gigitan buaya, meliputi pelindung tubuh, sarung tangan anti‑gigit, dan helm berlapis baja ringan. Selain itu, tim memanfaatkan drone thermal untuk memindai suhu tubuh di area rawa dari udara, mempercepat identifikasi titik panas yang mungkin menandakan keberadaan korban.

  • 6 Rescuer dari Kantor SAR Pangkalpinang
  • 3 Rescuer Unit Siaga SAR Toboali
  • 2 set CAPE (Crocodile Attack Protection Equipment)
  • Drone Thermal dengan kemampuan deteksi suhu

Warga Desa Delas juga berperan aktif dengan menyiapkan sampan kayu dan menembus hutan bakau secara manual. Mereka diminta untuk menjauh dari tepi sungai selama operasi demi menghindari potensi bahaya tambahan.

Cuaca pada hari pencarian dipengaruhi oleh hujan ringan dan kelembapan tinggi, memperparah kondisi rawa yang licin. Mikel menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama, sehingga setiap langkah dilakukan secara ekstra hati-hati. “Kami tidak akan mengorbankan nyawa petugas demi menemukan jejak, tetapi kami juga tidak akan berhenti sampai Doli ditemukan atau dipastikan keselamatannya,” ujar Mikel dalam konferensi pers singkat.

Hingga saat ini, belum ada temuan jasad atau petunjuk konkrit yang mengarah pada lokasi Doli. Pihak berwenang terus memperluas radius pencarian, termasuk penyisiran malam dengan lampu sorot berdaya tinggi serta pemantauan audio untuk mendeteksi suara air atau jeritan manusia.

Pencarian Doli tetap menjadi prioritas utama bagi otoritas setempat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari area pinggir sungai, serta melaporkan setiap temuan atau suara yang mencurigakan kepada tim SAR. Upaya kolaboratif antara pemerintah, tim penyelamat, dan warga diharapkan dapat mempercepat penyelesaian kasus ini.