Liput – 19 April 2026 | Hari ini menandai peringatan HUT ke-74 Kopassus, pasukan khusus TNI Angkatan Darat yang selalu menjadi sorotan publik. Perayaan tidak hanya melibatkan serangkaian upacara militer, tetapi juga aksi khusus KAI yang memberikan diskon tiket bagi anggota TNI yang ingin ikut merayakan momen bersejarah ini. Di balik sorotan militer, ada kisah menarik tentang markas Grup-2 Kopassus di Kartasura, Jawa Tengah, yang sejak lama dikenal dengan sebutan ‘kandang menjangan’.
Markas Grup-2 pertama kali dibangun pada akhir 1960-an, tepatnya tahun 1968, ketika Kopassus masih berada dalam tahap pembentukan struktur unit elite. Lokasi Kartasura dipilih karena posisinya yang strategis, berada di jalur utama menuju Yogyakarta dan Surakarta, serta kedekatannya dengan pangkalan udara. Bangunan awal terdiri dari beberapa gudang baja yang kemudian diubah menjadi barak, ruang latihan, dan fasilitas logistik.
Istilah ‘kandang menjangan’ muncul secara tidak resmi di kalangan prajurit pada awal 1970-an. Kandang menjangan mengacu pada kondisi latihan keras yang menuntut ketahanan fisik dan mental para pasukan. Para prajurit harus melewati rintangan berbatu, hutan lebat, serta medan berair yang meniru kondisi operasional di luar negeri. Nama tersebut kemudian melekat secara permanen, menjadi simbol kebanggaan dan tantangan yang harus dihadapi setiap anggota Grup-2.
Sejak tahun 1975, markas Kartasura mengalami beberapa kali renovasi besar. Pada masa Orde Baru, pemerintah menambah fasilitas medis, laboratorium senjata, serta pusat pelatihan taktis modern. Renovasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas operasional, tetapi juga menjadikan markas tersebut sebagai pusat pelatihan regional bagi unit-unit khusus lain di Indonesia.
Pada tahun 1998, setelah reformasi politik, Kopassus mengalami restrukturisasi yang melibatkan penyesuaian doktrin dan peningkatan transparansi. Markas Grup-2 di Kartasura tetap menjadi ujung tombak latihan medan berat, dengan fokus pada operasi anti-terorisme, penanggulangan bencana, dan misi penjagaan perdamaian internasional. Selama dua dekade terakhir, banyak operasi penting yang dimulai dari markas ini, termasuk operasi di Aceh, Papua, dan Timor Leste.
Perayaan HUT ke-74 Kopassus kali ini disertai dengan program khusus KAI yang memberikan potongan harga tiket kereta api bagi anggota TNI. Program tersebut dirancang untuk memudahkan prajurit dan keluarga mereka mengunjungi berbagai pangkalan Kopassus di seluruh Indonesia, termasuk markas Grup-2 di Kartasura. Diskon ini berlaku selama satu bulan penuh, mulai dari 1 April hingga 30 April 2026, dan dapat diakses dengan menunjukkan kartu identitas militer pada loket tiket.
Acara resmi peringatan di Kartasura dihadiri oleh pejabat tinggi TNI, perwakilan Kementerian Pertahanan, serta tokoh masyarakat setempat. Upacara dimulai dengan pasukan marching, diikuti dengan pembacaan sejarah singkat markas, serta penampilan demonstrasi taktik dari anggota Grup-2. Sebuah pertunjukan seni tradisional Jawa juga dipersembahkan, menegaskan sinergi antara budaya lokal dan kekuatan militer.
Sejumlah narasumber mengungkapkan bahwa keberadaan ‘kandang menjangan’ tidak sekadar menjadi simbol kerasnya latihan, melainkan juga mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas antar prajurit. “Setiap kali kami melewati rintangan di Kartasura, kami belajar tentang kepercayaan pada rekan satu tim, itulah inti dari Kopassus,” ujar seorang komandan Grup-2 yang tidak disebutkan namanya demi keamanan.
Dengan menelusuri jejak sejarahnya, HUT ke-74 Kopassus tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang sebuah institusi yang terus beradaptasi dengan tantangan zaman. Dari ‘kandang menjangan’ yang keras hingga program diskon tiket KAI yang memudahkan mobilitas anggota, semua elemen menunjukkan komitmen Kopassus untuk tetap relevan dan terdepan dalam keamanan nasional.
Kesimpulannya, peringatan HUT ke-74 Kopassus ini menegaskan kembali peran penting grup elit ini dalam menjaga kedaulatan negara, sekaligus mengangkat warisan sejarah markas Grup-2 di Kartasura sebagai simbol ketangguhan, disiplin, dan dedikasi tanpa henti.