Erick Thohir Ungkap Rencana Ambisius Timnas Indonesia: Tantang Tim Regular Piala Dunia dan Siapkan Fondasi Menuju 2030

Liput – 17 April 2026 | Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menegaskan kembali tekadnya untuk mengangkat Timnas Indonesia ke panggung internasional yang lebih tinggi. Dalam beberapa kesempatan terakhir, Thohir mengumumkan serangkaian rencana strategis, mulai dari mengundang tim‑tim yang rutin berkompetisi di Piala Dunia pada agenda FIFA Matchday November mendatang, hingga menyiapkan fondasi jangka panjang untuk menembus putaran final Piala Dunia 2030.

Menurut Thohir, agenda utama federasi saat ini masih terfokus pada laga persahabatan yang dijadwalkan pada bulan Juni serta persiapan ASEAN Championship 2026. Namun, ia menambahkan bahwa “diharapkan pada FIFA Matchday bulan November ada tim besar setelah Piala Dunia 2026 yang mau datang”. Pernyataan ini mengisyaratkan upaya konkret untuk menguji kemampuan Garuda melawan lawan‑lawan kelas dunia, seperti Argentina yang pernah berhasil dihadirkan sebelumnya, serta tim‑tim Eropa atau Asia lainnya yang berpengalaman di ajang Piala Dunia.

Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, juga mendapat dukungan penuh dari Thohir. Kedua tokoh menekankan pentingnya pertandingan melawan tim berkualitas tinggi sebagai sarana peningkatan level taktik dan mental pemain. “Kami mendorong pertandingan‑pertandingan kompetitif seperti melawan Bulgaria,” ujar Thohir, menegaskan bahwa eksposur terhadap gaya bermain beragam akan memperkaya pengalaman skuad Garuda.

Sementara itu, dalam diskusi “Water Break” yang digelar di GBK Arena pada 16 April 2026, Thohir menegaskan target ambisius Timnas Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2030. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini realistis asalkan seluruh elemen sepakbola nasional bekerja secara sinergis. Menurutnya, kualitas pemain, pelatih, dan program kerja harus berjalan seiring dan terjaga konsistensinya.

Thohir menyoroti tiga pilar utama yang harus dikuatkan:

  • Materi Pemain: Pengembangan bakat sejak usia dini, peningkatan kompetisi domestik, serta penambahan kedalaman skuad pada posisi‑posisi kunci.
  • Pelatih dan Taktik: Keberlanjutan kerja sama dengan John Herdman, yang dinilai mampu mengintegrasikan taktik modern dengan kearifan lokal, termasuk adaptasi permainan di berbagai kondisi lapangan Indonesia.
  • Program Pembinaan: Implementasi program jangka panjang yang mencakup timnas senior, timnas U‑23, U‑20, serta futsal, dengan dukungan infrastruktur dan sponsor yang stabil.

Thohir juga menekankan pentingnya menjaga kebugaran pemain agar terhindar dari cedera jangka panjang. “Pemain kita sudah baik, jangan sampai cedera menghambat perkembangan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penambahan pemain naturalisasi belum menjadi prioritas, melainkan fokus pada pengembangan talenta asli Indonesia.

Upaya mengundang tim‑tim dunia tidak hanya terbatas pada pertandingan persahabatan. Thohir menyebutkan kemungkinan uji coba melawan Prancis setelah kerja sama dengan Federasi Sepakbola Perancis (FFF) pada April 2026, serta kemungkinan pertandingan melawan Bulgaria atau Argentina pada November 2026. Rencana ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman taktis Herdman sekaligus meningkatkan profil internasional Timnas Indonesia.

Selain agenda internasional, Thohir menyoroti peran penting liga domestik. Ia berpendapat bahwa “liga harus sehat, karena klub yang sehat akan mendukung tim nasional yang kuat.” Dengan demikian, stabilitas keuangan dan kompetisi yang kompetitif di level klub menjadi faktor pendukung utama bagi perkembangan pemain yang nantinya akan menjadi punggawa Timnas.

Dalam rangka menyiapkan Timnas Indonesia untuk kualifikasi Piala Dunia 2030, PSSI juga berencana meluncurkan jersi resmi baru bekerja sama dengan merek olahraga Kelme, kontrak hingga 2030. Inisiatif ini mencerminkan upaya memperkuat identitas visual serta dukungan komersial jangka panjang.

Meski terdapat spekulasi tentang kemungkinan Indonesia menggantikan Iran melalui playoff darurat Piala Dunia 2026, Thohir menegaskan bahwa belum ada konfirmasi resmi dari FIFA. Ia mengingatkan pentingnya menunggu informasi yang jelas sebelum membuat pernyataan definitif.

Keseluruhan, strategi Erick Thohir mencakup dua dimensi: pendekatan jangka pendek untuk menghadirkan lawan kelas dunia pada FIFA Matchday, serta visi jangka panjang yang menitikberatkan pada pembangunan fondasi struktural menuju Piala Dunia 2030. Jika seluruh elemen federasi, pelatih, pemain, dan klub dapat berkolaborasi secara efektif, target ambisius tersebut bukan lagi sekadar impian, melainkan agenda yang dapat direalisasikan dalam dekade mendatang.