Liput – 04 April 2026 | Pertandingan antara Puebla dan FC Juárez pada Sabtu malam, 3 April 2026, menjadi sorotan utama Liga MX setelah berakhir dengan skor imbang 1-1. Pertandingan yang berlangsung di Estadio Cuauhtémoc di Puebla ini tidak hanya menampilkan aksi balistik di lini serang, tetapi juga memunculkan keputusan kontroversial yang memicu perdebatan di kalangan pelatih, pemain, dan penggemar.
Gol pertama tercipta pada menit ke-27 melalui tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi oleh forward Puebla, Sebastián “El Tigre” Martínez. Bola melengkung melewati tembok pertahanan Juárez dan menancap di sudut atas gawang setelah menepis sang kiper, Luis García, yang tampak terkejut. Gol ini memberi kepercayaan diri pada tim tuan rumah dan membuat suporter Puebla bersorak keras.
Namun, keunggulan Puebla tidak bertahan lama. Pada menit ke-54, FC Juárez menyamakan kedudukan berkat serangan balik cepat yang dimotori oleh gelandang serang mereka, Carlos “El Rayo” Herrera. Setelah merebut bola di tengah lapangan, Herrera mengoper ke sayap kanan, diikuti umpan silang yang tepat kepada striker asal Argentina, Diego López, yang menanduk bola ke dalam jaringan gawang. Gol ini tidak hanya mengembalikan keseimbangan skor, tetapi juga menambah tekanan pada strategi pelatih Puebla.
Kontroversi muncul pada menit ke-78 ketika wasit pusat, Alejandro Torres, memberikan kartu merah langsung kepada bek tengah Puebla, Javier Ortega, atas dugaan pelanggaran keras terhadap penyerang Juárez di dalam kotak penalti. Pemain Juárez, Martín Silva, mengklaim bahwa Ortega menendang kakinya dengan sengaja, sementara rekaman video ulang menampilkan bahwa kontak tersebut tampak marginal. Keputusan tersebut memicu protes keras dari tim asuhan Hernán Gutiérrez, yang menuntut peninjauan VAR. Namun, VAR tidak menemukan bukti tambahan yang cukup untuk membatalkan keputusan wasit, sehingga Puebla harus melanjutkan pertandingan dengan satu pemain lebih sedikit.
Situasi menjadi semakin menegangkan ketika Puebla berusaha menekan kembali. Pada menit ke-86, mereka hampir mencetak gol penentu melalui tendangan sudut yang dikirimkan oleh bek kiri mereka, Marco Álvarez. Bola meluncur tepat ke arah kepala Martínez, namun kiper Juárez, Luis García, melakukan penyelamatan refleks yang memukau, menolak peluang emas bagi tim tuan rumah.
Berakhirnya pertandingan dengan skor 1-1 memberikan satu poin bagi masing-masing tim. Dari perspektif klasemen, hasil ini menempatkan Puebla di posisi ke-8 dengan 23 poin setelah 14 pertandingan, sementara Juárez menempati posisi ke-10 dengan 21 poin. Kedua tim masih berada dalam zona persaingan untuk lolos ke fase playoff, sehingga setiap poin sangat berharga menjelang sisa musim.
Pelatih Puebla, Hernán Gutiérrez, menyatakan kepuasannya atas semangat juang tim meskipun harus bermain dengan 10 pemain. “Kami menampilkan karakter yang kuat, dan saya yakin kami bisa bangkit dalam pertandingan-pertandingan berikutnya,” kata Gutiérrez dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Di sisi lain, pelatih FC Juárez, Ricardo Sánchez, menyoroti pentingnya menjaga konsistensi. “Kami berhasil mengamankan poin penting di luar rumah, namun kami harus memperbaiki pertahanan kami, terutama dalam situasi satu lawan satu,” ujar Sánchez.
Secara keseluruhan, laga Puebla vs Juárez menunjukkan betapa kompetitifnya Liga MX pada fase Clausura 2026. Dengan gol-gol yang spektakuler, keputusan wasit yang menimbulkan perdebatan, serta dampak langsung pada klasemen, pertandingan ini akan menjadi bahan diskusi panjang di antara analis sepak bola dan penggemar.