Liput – 10 April 2026 | Stadion Azteca, yang kini beroperasi dengan nama komersial Estadio Banorte, kembali menjadi sorotan dunia sepak bola menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Dikenal sebagai arena dengan kapasitas hampir 88.000 tempat duduk, Azteca menempati posisi kedua dalam daftar kapasitas terbesar dari 16 stadion yang dipilih untuk turnamen tiga negara sekaligus, di antara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Sejarah panjang Azteca menjadikannya simbol kebanggaan sepak bola Meksiko. Dibuka pada tahun 1966, stadion ini menjadi saksi dua final Piala Dunia, yaitu edisi 1970 dan 1986, masing-masing mempersembahkan kemenangan bagi Brasil dan Argentina. Kedua legendaris, Pelé dan Diego Maradona, mengukir momen tak terlupakan di tanah ini, termasuk gol kontroversial Maradona yang dikenal sebagai “Gol Tangan Tuhan”. Dengan tiga final Piala Dunia (dua bersama Maracanã), Azteca memang pernah menjadi arena paling sering menyelenggarakan laga penentu juara.
Pada fase persiapan Piala Dunia 2026, FIFA membuat keputusan yang mengejutkan: meskipun Azteca memiliki kapasitas tertinggi kedua, stadion ini hanya dijadwalkan menjadi venue untuk pertandingan pembuka. Sementara itu, final turnamen akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, yang memiliki kapasitas lebih dari 78.000 penonton. Keputusan ini menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar dan pakar, mengingat warisan historis Azteca yang begitu kuat.
Berikut data singkat tentang lima stadion terbesar yang terpilih untuk Piala Dunia 2026:
- MetLife Stadium (USA) – 78.576 penonton, venue final.
- Estadio Azteca (Meksiko) – 87.523 penonton (kapasitas historis), venue pembuka.
- AT&T Stadium (USA) – lebih dari 80.000 penonton, dilengkapi atap retractable.
- Arrowhead Stadium (USA) – sekitar 76.000 penonton, terkenal dengan atmosfer suporter yang keras.
- NRG Stadium (USA) – 72.000 penonton, menawarkan kenyamanan modern.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan venue tidak hanya terletak pada kapasitas. FIFA menekankan pentingnya akses transportasi, kualitas lapangan, serta integrasi teknologi canggih untuk meningkatkan pengalaman penonton. Azteca, meski memiliki kapasitas besar, harus bersaing dengan stadion-stadion baru yang menawarkan fasilitas lebih modern, seperti atap yang dapat dibuka‑tutup dan layar raksasa berteknologi tinggi.
Keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh distribusi geografis. Turnamen 2026 menargetkan penyebaran venue yang merata di tiga negara tuan rumah, menciptakan atmosfer multikultural serta memudahkan logistik tim dan suporter. Meksiko, sebagai salah satu tuan rumah, tetap memperoleh peran penting lewat Azteca, yang akan menjadi panggung pertama pertandingan pembuka pada 11 Juni 2026. Momen ini diperkirakan akan menarik ribuan penggemar internasional, mengingat nilai historis stadion.
Meski tidak lagi menjadi venue final, Azteca tetap memiliki peran simbolik. Penonton yang hadir pada pertandingan pembuka akan menyaksikan kembali semangat era keemasan sepak bola, sekaligus menyaksikan evolusi stadion yang kini dilengkapi fasilitas modern dan sponsor global. Bagi banyak suporter Meksiko, ini merupakan kesempatan untuk menghidupkan kembali kebanggaan nasional dan menegaskan bahwa Azteca tetap menjadi jantung sepak bola Amerika Latin.
Secara keseluruhan, kehadiran Stadion Azteca dalam Piala Dunia 2026 menegaskan betapa pentingnya menggabungkan warisan historis dengan standar modern dalam penyelenggaraan turnamen mega. Keputusan FIFA untuk menempatkan Azteca sebagai venue pembuka sekaligus menempatkan final di MetLife Stadium mencerminkan upaya menciptakan keseimbangan antara tradisi dan inovasi, sekaligus memberi peluang bagi semua tiga negara tuan rumah untuk menampilkan fasilitas unggulan masing‑masing.
Dengan kapasitas hampir 88.000 tempat duduk, sejarah yang kaya, dan peran baru sebagai arena pembuka, Stadion Azteca siap menyambut dunia pada 2026, mengukir kembali lembaran baru dalam saga sepak bola internasional.