Liput – 17 April 2026 | Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa tim nasional Iran akan tetap berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026 meski konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran terus berkecamuk. Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers di Washington, D.C., dan menjadi penegasan resmi setelah spekulasi luas mengenai kemungkinan Iran menolak perjalanan ke Amerika Serikat atau meminta pemindahan pertandingan ke Meksiko.
Infantino menegaskan bahwa kehadiran Iran tidak dapat diganggu‑gugat karena tim tersebut sudah mengamankan slot kualifikasi sejak Maret 2025. “Iran pasti akan datang. Mereka mewakili rakyatnya, mereka telah lolos, dan para pemain ingin bermain,” ujarnya. Ia juga menambahkan harapannya situasi geopolitik akan mereda sebelum turnamen dimulai pada 11 Juni 2026. “Olahraga seharusnya berada di luar politik,” tegas Infantino, mengingat tekanan politik yang melanda timnas Iran sejak akhir Februari 2026.
Permintaan Iran agar seluruh laga fase grup dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko ditolak FIFA dengan alasan logistik dan regulasi. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengonfirmasi keputusan tersebut dan menegaskan bahwa turnamen akan tetap berjalan sesuai rencana di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sementara itu, tim nasional Indonesia berada dalam posisi yang lebih rumit. Setelah tim asal Asia Barat mengalami ketidakpastian, spekulasi muncul bahwa Indonesia dapat menjadi pengganti tertutup bila Iran tidak dapat berpartisipasi. Namun, FIFA belum mengumumkan daftar pengganti resmi, dan proses seleksi pengganti biasanya melibatkan play‑off antar tim yang berada di peringkat teratas zona AFC yang belum lolos.
Dalam konteks persiapan, bek timnas Iran, Shoja Khalilzadeh, mengungkapkan tantangan fisik yang dihadapi skuadnya. Pemain tersebut menyebut tim tidak melakukan latihan terstruktur selama 45 hari dan mengalami cedera otot hamstring menjelang kompetisi. Meskipun demikian, Khalilzadeh yakin kondisi fisik pemain dapat pulih dalam satu hingga dua minggu, terutama setelah mereka kembali berlatih di kamp pemusatan di Antalya, Turki, pada akhir Maret.
Infantino menambahkan bahwa ia telah bertemu langsung dengan pemain Iran selama pemusatan latihan di Antalya. “Mereka benar‑benar ingin bermain, dan mereka seharusnya bermain,” katanya, menekankan komitmen para pemain untuk mengangkat nama negara mereka di panggung dunia. Jadwal resmi menunjukkan Iran akan memulai fase grup melawan Selandia Baru pada 16 Juni di SoFi Stadium, Inglewood, California, diikuti Belgia pada 22 Juni, dan Mesir pada 27 Juni di Seattle.
Di sisi lain, timnas Indonesia terus memperkuat skuadnya melalui kompetisi regional dan persiapan internasional. Meskipun belum ada kepastian mengenai peran sebagai pengganti, federasi sepak bola Indonesia (PSSI) menyatakan kesiapan penuh untuk mengisi slot yang mungkin kosong, dengan menekankan pentingnya sportivitas dan persiapan teknis yang matang.
Secara keseluruhan, keputusan FIFA untuk mempertahankan Iran di Piala Dunia 2026 menunjukkan komitmen organisasi terhadap integritas kompetisi dan keadilan sportiva. Sementara itu, Indonesia tetap berada dalam bayang‑bayang sebagai tim cadangan potensial, menunggu perkembangan lebih lanjut terkait situasi geopolitik dan keputusan resmi FIFA. Kedua negara, meski berada di posisi yang sangat berbeda, menyoroti peran penting sepak bola sebagai jembatan persatuan di tengah ketegangan politik global.
Kesimpulannya, kehadiran Iran di Piala Dunia 2026 sudah dipastikan oleh FIFA meski tantangan keamanan dan logistik masih ada. Indonesia, di sisi lain, tetap menyiapkan diri sebagai opsi cadangan tertutup, menunggu peluang yang mungkin muncul jika kondisi Iran berubah. Semua pihak mengharapkan turnamen dapat berlangsung damai dan menjadi ajang unjuk kebolehan teknis serta semangat sportivitas yang melampaui batas negara.