Liput – 08 April 2026 | Persaingan teknologi kendaraan listrik di China semakin memanas ketika Geely, lewat merek Lynk & Co, mengumumkan kemampuan pengisian baterai yang mengalahkan standar industri saat ini. Pada uji coba terbaru, mobil listrik Lynk & Co 10 dapat mengisi daya dari 10% hingga 70% hanya dalam 4 menit 22 detik, dan mencapai 97% dalam 8 menit 42 detik. Dengan memperhitungkan peningkatan akhir hingga 100%, total waktu pengisian penuh diperkirakan berada di kisaran 11 menit, menjadikannya salah satu pencapaian tercepat di dunia.
Teknologi yang dipakai adalah baterai bertegangan tinggi 900V dengan nama dagang Energee Golden Brick. Daya pengisian puncak mencapai 1.100 kW, dan bahkan ketika baterai sudah terisi 80%, aliran listrik masih berada di atas 500 kW. Hal ini menunjukkan stabilitas tinggi pada level pengisian yang biasanya menurun drastis pada teknologi konvensional. Sebagai perbandingan, pesaing utama, BYD, mengklaim pengisian dari 10% ke 70% dalam sekitar 5 menit dan mencapai 97% dalam 9 menit dengan teknologi megawatt flash charging‑nya.
Meski hasil ini berasal dari pengujian khusus menggunakan stasiun ultra‑cepat milik Zeekr, potensi penerapan massal tetap menjadi pertanyaan. Stasiun pengisian dengan kapasitas hingga 1.100 kW masih terbatas dan belum tersedia secara luas untuk konsumen umum. Hingga Februari 2026, jaringan pengisian Geely‑Zeekr mencakup lebih dari 2.100 stasiun dan sekitar 10.000 unit charger di 215 kota, sementara BYD telah membangun sekitar 5.000 stasiun dan menargetkan 20.000 unit pada akhir tahun. Ketersediaan infrastruktur menjadi faktor penentu seberapa cepat teknologi ini dapat dinikmati oleh pengguna sehari‑hari.
Selain kecepatan, keamanan dan keawetan baterai tetap menjadi fokus utama. Praktik pengisian cepat yang berlebihan dapat mempercepat degradasi sel baterai jika tidak diimbangi dengan sistem manajemen termal yang canggih. Panduan perawatan baterai yang umum disarankan—seperti menghindari pengisian hingga 100% secara rutin, tidak membiarkan baterai kosong terlalu lama, serta menjaga suhu operasional dalam rentang optimal—tetap relevan meski teknologi pengisian semakin maju. Penggunaan charger resmi dan menghindari suhu ekstrem menjadi kunci untuk memastikan umur baterai tetap panjang, bahkan ketika menggunakan daya tinggi seperti 1.100 kW.
Pengembangan ini tidak hanya berimplikasi pada kecepatan pengisian, tetapi juga pada strategi pasar mobil listrik global. Dengan kemampuan mengisi penuh dalam kurang dari dua belas menit, produsen China berpotensi mengurangi kekhawatiran konsumen terkait “range anxiety” dan meningkatkan adopsi kendaraan listrik di segmen massal. Namun, keberhasilan komersial tetap bergantung pada kolaborasi antara produsen mobil, penyedia infrastruktur, dan regulasi pemerintah yang mendukung investasi pada jaringan pengisian ultra‑cepat.
Secara keseluruhan, pencapaian Geely menunjukkan bahwa batas kecepatan pengisian baterai masih dapat didorong lebih jauh. Jika infrastruktur yang diperlukan dapat dihadirkan secara luas, konsumen di seluruh dunia mungkin akan menikmati pengalaman mengisi mobil listrik secepat mengisi bahan bakar konvensional, sekaligus menurunkan biaya operasional dan emisi karbon secara signifikan.