Liput – 22 April 2026 | Apple energi terbarukan mengumumkan pencapaian kapasitas baru sebesar 20,7 gigawatt (GW) pada tahun 2025, menandai lonjakan signifikan dalam upaya perusahaan mengubah seluruh rantai pasok menjadi bebas karbon. Angka ini meningkat dari 18,9 GW pada 2024 dan hampir dua kali lipat dari 10,3 GW yang tercatat pada 2021. Peningkatan tersebut sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar lebih dari 26 juta metrik ton pada tahun 2025, menurut laporan tahunan kemajuan lingkungan Apple.
Proses produksi produk Apple selama setengah total jejak karbon perusahaan, sehingga transisi pemasok ke listrik bersih menjadi prioritas utama. Sejak 2015, program “Energi Bersih Pemasok” telah menyediakan bantuan kebijakan, data analisis, serta konsultasi langsung dengan pakar energi terbarukan. Dukungan tersebut memungkinkan pemasok meningkatkan konsumsi energi terbarukan menjadi 38,3 juta megawatt-jam (MWh) pada 2025, naik dari 31,3 juta MWh pada tahun sebelumnya.
Berikut rangkuman pencapaian utama Apple dalam sektor energi terbarukan:
- Kapasitas energi terbarukan di rantai pasok: 20,7 GW (2025), 18,9 GW (2024), 10,3 GW (2021).
- Energi terbarukan yang terpakai oleh pemasok: 38,3 juta MWh (2025) vs 31,3 juta MWh (2024).
- Emisi yang dihindari: 26 juta ton COâ‚‚e (2025) dibanding 21,8 juta ton (2024).
- Pengurangan tambahan lewat efisiensi energi: 2 juta ton COâ‚‚e.
- Pengurangan lewat bahan baku rendah karbon: 6 juta ton COâ‚‚e.
Target jangka panjang Apple tetap ambisius. Perusahaan berkomitmen menjadi netral karbon di seluruh lini bisnis, rantai pasok, dan siklus hidup produk pada tahun 2030, dengan rencana mengurangi emisi sebesar 75 persen pada tahun tersebut dan mencapai pemotongan 90 persen pada 2050. Untuk mencapainya, Apple menuntut semua pemasoknya menggunakan 100 persen listrik terbarukan sebelum 2030.
Direktur Operasional Apple, Sabih Khan, menegaskan bahwa kolaborasi lintas industri menjadi kunci transformasi. “Di setiap bagian bisnis kami, kami menunjukkan bagaimana inovasi dan kerja sama dapat mengubah ide besar menjadi kemajuan yang nyata,” ujarnya dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program energi bersih tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi pemasok yang beralih ke teknologi hijau.
Meskipun pencapaian energi terbarukan terus meningkat, laporan Apple mengindikasikan bahwa total emisi gas rumah kaca perusahaan secara keseluruhan tidak berubah selama tahun tersebut. Hal ini disebabkan oleh peningkatan emisi di sektor transportasi produk yang menutupi pengurangan emisi pada proses manufaktur. Namun, secara kumulatif, jejak emisi Apple pada 2025 masih 60 persen lebih rendah dibandingkan level pada 2015.
Selain energi, Apple juga melaporkan keberhasilan di bidang keberlanjutan material. Pada 2025, perusahaan berhasil mengirimkan produk dengan 30 persen bahan daur ulang, termasuk penggunaan 100 persen kobalt daur ulang untuk semua baterai dan 100 persen unsur tanah jarang daur ulang pada magnet. Kemasan produk juga telah beralih sepenuhnya ke serat, menghapus penggunaan plastik sebagaimana dijanjikan pada 2025.
Langkah-langkah tersebut memperkuat posisi Apple sebagai pelopor kebijakan hijau di industri teknologi. Dengan investasi besar pada infrastruktur energi terbarukan dan komitmen kuat terhadap rantai pasok bersih, perusahaan menyiapkan fondasi yang dapat diikuti oleh kompetitor global. Jika tren ini berlanjut, Apple tidak hanya akan menurunkan dampak iklimnya, tetapi juga mendorong standar baru bagi seluruh ekosistem teknologi.
Kesimpulannya, capaian 20,7 GW energi terbarukan menegaskan tekad Apple untuk memimpin transisi energi bersih di sektor elektronik. Keberhasilan program energi bersih pemasok menunjukkan bahwa kolaborasi strategis antara produsen dan pemasok dapat menghasilkan pengurangan emisi yang signifikan, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan target netral karbon 2030 yang semakin dekat, Apple diproyeksikan akan terus memperluas jaringan energi terbarukan, memperkuat posisi pasar, dan memberikan contoh konkret bagi industri global dalam upaya mitigasi perubahan iklim.