Liput – 07 April 2026 | Luna Maya kembali mencuri sorotan publik melalui dua kegiatan sekaligus yang menunjukkan kedalaman peranannya di industri hiburan sekaligus kepedulian sosial. Di satu sisi, aktris ternama ini mengungkapkan kekuatan utama film horor “Zona Merah” yang baru saja dirilis, menekankan bahwa di balik teror zombie terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang ingin disampaikan kepada penonton. Di sisi lain, melalui Yayasan Luna Maya Nawasena, ia memprakarsikan renovasi Madrasah Nurul Faizin di Dusun Berkongan, Desa Bangkes, Kabupaten Pamekasan, yang kini menjadi contoh konkret aksi filantropi selebriti di daerah pelosok.
“Zona Merah” merupakan film zombie yang menampilkan skenario mencekam dengan latar belakang kerusuhan sosial. Luna Maya, yang berperan sebagai tokoh utama, menyatakan bahwa film ini tidak semata-mata mengejar sensasi darah dan ketakutan, melainkan mengangkat sisi kemanusiaan dalam kondisi teror. Menurutnya, karakter-karakter dalam film dipaksa menghadapi pilihan moral yang sulit, sehingga penonton dihadapkan pada pertanyaan tentang empati, pengorbanan, dan nilai-nilai kebersamaan saat menghadapi krisis. “Kami ingin menunjukkan bahwa di balik kengerian, masih ada harapan dan kehangatan manusia yang dapat bertahan,” ujarnya dalam sebuah wawancara yang dirilis menjelang pemutaran perdana.
Sementara itu, aksi sosial Luna Maya di Pamekasan menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayah kurang beruntung. Bersama merek sandal internasional Havaianas, Luna Maya menyalurkan donasi untuk memperbaiki fasilitas Madrasah Nurul Faizin, yang melayani 53 siswa dari keluarga berpenghasilan rendah. Renovasi meliputi perbaikan enam ruang kelas, pembangunan perpustakaan baru, serta perbaikan kantor guru. Lantai kelas yang sebelumnya belum berkeramik dan tanpa plafon kini diganti dengan material yang lebih nyaman, mengurangi debu dan suhu panas yang mengganggu proses belajar.
Selain perbaikan struktural, program tersebut juga menyediakan ratusan pasang sandal Havaianas bagi siswa, guru, dan warga sekitar. Inisiatif “Closer in Every Step” mengajak konsumen Havaianas untuk berpartisipasi dengan membeli produk selama periode kampanye, dimana sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk pendanaan renovasi. Inderpreet Singh, Vice President Footwear & Active Kanmo Group, menegaskan pentingnya peran konsumen dalam menciptakan dampak positif, sehingga setiap langkah kecil dapat berkontribusi pada perubahan yang signifikan.
Luna Maya menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan bukan sekadar aksi sekali jalan, melainkan bagian dari visi jangka panjangnya. “Akses ke lingkungan belajar yang layak merupakan hak dasar setiap anak. Kami berharap kolaborasi ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi, baik melalui dana, barang, atau tenaga,” katanya dalam sambutan resmi di lokasi renovasi. Reaksi warga setempat sangat positif; para orang tua dan siswa menyatakan rasa terharu atas kehadiran Luna Maya yang tidak hanya sekadar mengunjungi, melainkan berinteraksi langsung, mengajak mereka berbagi cerita, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
Keberhasilan dua inisiatif tersebut menegaskan peran multifaset Luna Maya sebagai seniman, aktivis, dan dermawan. Di dunia film, ia terus memperkaya narasi dengan menekankan nilai-nilai kemanusiaan, sementara di ranah sosial, ia menyalurkan energi positif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kedua kegiatan ini memberikan contoh konkret bagaimana selebriti dapat memanfaatkan popularitasnya untuk menyuarakan pesan moral serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan komunitas.
Dengan menyeimbangkan karier di industri hiburan dan aksi sosial yang berdampak, Luna Maya memperlihatkan bahwa pengaruh publik dapat dimanfaatkan secara produktif. Langkah-langkahnya menjadi inspirasi bagi artis lain serta publik luas untuk lebih peduli terhadap isu-isu kemanusiaan dan pendidikan, terutama di daerah yang masih terpinggirkan.