The Sigit Kembali Mengguncang Kancah Rock Indonesia dengan Single “Bread & Circus” dan Personel Baru

Liput – 05 April 2026 | The Sigit, band rock legendaris asal Bandung, resmi mengumumkan kembalinya mereka ke dunia musik setelah menghilang selama enam tahun. Pada tanggal 4 April 2026, mereka merilis single terbaru berjudul Bread & Circus yang sekaligus menjadi gerbang pembuka era baru bagi grup kuintet ini.

Era baru The Sigit ditandai oleh tiga personel baru yang resmi bergabung, melengkapi formasi lama yang masih dipertahankan oleh vokalis sekaligus gitaris Rektivianto Yoewono dan gitaris Farri Icksan Wibisana. Absar Lebeh masuk sebagai gitaris, Aghan Sudrajat mengisi posisi bas, dan Raveliza mengangkat drum. Penambahan ketiga musisi ini membawa dinamika serta etos kerja yang berbeda, menuntut proses adaptasi bersama tetapi tetap tetap terjalin dalam proses penciptaan musik.

  • Absar Lebeh – gitar
  • Aghan Sudrajat – bas
  • Raveliza – drum

Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Rektivianto, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Rekti, ia menegaskan bahwa kehadiran anggota baru “membawa nuansa yang berbeda pada hasil akhir karena cara bermain mereka yang sangat berbeda dengan kebiasaan formasi lama”. Rekti menambahkan bahwa perspektif musik serta perbendaharaan melodi yang dibawa oleh Absar, Aghan, dan Raveliza membuka cakrawala baru dalam aransemen lagu.

Single Bread & Circus sendiri mengusung tema struktural yang kritis, menyoroti isu perampasan ruang dan penyalahgunaan kekuasaan dalam pengelolaan sumber daya alam. Lirik lagu mengingatkan bahwa pada akhirnya alam dan sesama manusia yang menanggung konsekuensi dari tindakan tidak bertanggung jawab. Secara musikal, karya ini tetap setia pada akar guitar‑driven rock The Sigit, namun kali ini disertai dengan lapisan synthesizer dan instrumen elektronik yang memperkuat kesan psychedelic rock.

Proses produksi Bread & Circus tidak lepas dari kontribusi pihak lain. Tanya Ditaputri (Rattles) mengisi vokal latar, sementara Budianto Setyadi bertugas sebagai produser dan mixing engineer. Visualisasi artwork serta foto promosi dikerjakan oleh Gunkbudi dan Refantho Ramadhan, menambah dimensi visual yang selaras dengan nuansa musik yang diusung.

Pengumuman single baru ini sekaligus menandai bahwa The Sigit tengah menyiapkan rangkaian materi baru yang akan dirilis dalam waktu mendatang. Sebelumnya, single terakhir mereka, Another Day, terbit pada tahun 2020. Rekti mengungkapkan keyakinannya bahwa lagu‑lagu baru yang telah dikerjakan bersama anggota baru memiliki daya tarik yang tidak kalah menarik dengan Bread & Circus, menjanjikan pembaruan yang menyegarkan bagi para pendengar.

Para penggemar musik Indonesia menyambut baik kabar kembalinya The Sigit. Setelah sekian lama absen, ekspektasi terhadap evolusi suara mereka semakin tinggi, terutama dengan masuknya unsur elektronik yang belum pernah dihadirkan secara intens pada karya-karya sebelumnya. Kombinasi antara gitar klasik, ritme bass yang solid, drum yang energik, serta tekstur synth menandakan langkah berani band ini dalam memperluas spektrum musik rock Indonesia.

Secara keseluruhan, Bread & Circus bukan sekadar single peluncuran, melainkan pernyataan artistik bahwa The Sigit siap menapaki babak baru dengan semangat kolaboratif dan keberanian bereksperimen. Dengan personel baru, produksi yang matang, serta pesan sosial yang relevan, band ini memperkuat posisinya sebagai salah satu pionir rock kontemporer di tanah air.

Ke depan, para penikmat musik dapat menantikan lebih banyak karya yang menggabungkan energi rock tradisional dengan inovasi elektronik, serta lirik yang mengajak refleksi terhadap isu‑isu sosial. The Sigit tampaknya telah menemukan formula baru yang menjanjikan keberlanjutan karier mereka di era digital yang terus berubah.