Mardiono Dorong Konsolidasi PPP Lewat Muscab 2026, Siapkan Kekuatan Akar Rumput Menjelang Pemilu 2029

Liput – 22 April 2026 | Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, menegaskan bahwa Musyawarah Cabang (Muscab) 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi PPP menjelang Pemilu 2029. Dalam pembukaan Muscab se‑Pakuan Raya di Lido Lake Resort, Sukabumi, 20 April 2026, Mardiono menekankan pentingnya menjaga persatuan internal partai dan menghindari perpecahan.

Menurutnya, Muscab merupakan agenda rutin lima tahunan sesuai konstitusi partai. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dari Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok, serta para kader yang turun langsung ke daerah‑daerah mulai dari Aceh hingga Papua. “Hari ini bagian dari kelanjutan Muscab di Jawa Barat. Ini momentum konsolidasi untuk menghadapi agenda politik ke depan,” ujar Mardiono.

Mardiono menegaskan bahwa dinamika kompetisi dalam Muscab adalah wajar dalam demokrasi internal, namun harus tidak berubah menjadi konflik yang merusak soliditas. Ia menambahkan, PPP masih memiliki kekuatan akar rumput yang signifikan, terbukti dari perolehan lebih dari 8 juta suara pada pemilihan sebelumnya di tingkat kabupaten/kota.

Selain Muscab di Jawa Barat, Mardiono juga berpartisipasi secara virtual dalam Muscab PPP Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada hari yang sama. Di sana, ia menekankan pentingnya konsolidasi kader, khususnya anggota DPRD, untuk mengawal kebijakan yang berpihak pada rakyat. “Konsolidasi ini menjadi kunci dalam menyongsong Pemilu 2029 yang tahapannya akan mulai berjalan pada 2027,” jelasnya.

Dalam pidatonya, Mardiono juga menyinggung kondisi global yang masih dipengaruhi oleh konflik di beberapa kawasan. Ia mengaitkan dampak tersebut dengan kebutuhan persatuan dan gotong‑royong di dalam negeri, serta mengajak seluruh elemen bangsa berdoa agar perdamaian segera tercapai.

Sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Ketahanan Pangan, Mardiono menambahkan komitmen pemerintah untuk menjaga kedaulatan rakyat dan kemandirian ekonomi nasional, khususnya sektor pangan. Ia menegaskan, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras sejak 2025, sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat (3). “Negara kita adalah negara demokrasi, esensinya kedaulatan ada di tangan rakyat. Ini yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Mardiono.

Beberapa pimpinan daerah PPP menyuarakan dukungan mereka. Uu Ruzhanul Ulum, Ketua DPW PPP Jawa Barat, menekankan pentingnya menghindari konflik internal dan mengedepankan kolaborasi. Anri Hidayana, Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi, menyatakan keyakinannya bahwa soliditas dan kekompakan kader dapat meningkatkan elektabilitas partai.

Berikut rangkaian langkah konsolidasi yang disampaikan Mardiono:

  • Turun langsung ke provinsi Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Papua untuk menilai kondisi organisasi.
  • Mengoptimalkan struktur berjenjang mulai dari DPW hingga DPC, memastikan komunikasi dua arah yang efektif.
  • Melakukan pelatihan kader tentang tata kelola partai, etika politik, dan kebijakan ketahanan pangan.
  • Mendorong partai untuk berperan aktif dalam program sosial pemerintah, terutama di bidang pangan dan energi.

Dengan agenda tersebut, PPP berharap dapat memperkuat basis massa, meningkatkan partisipasi politik, dan menampilkan citra partai yang bersih serta berorientasi pada kepentingan rakyat. Mardiono menutup pernyataannya dengan harapan, “Yang penting kita solid, InsyaAllah PPP bisa bangkit dan naik kelas.”

Kesimpulannya, konsolidasi PPP melalui Muscab 2026 tidak hanya menjadi forum evaluasi internal, melainkan juga sebagai landasan strategis untuk memperkuat akar rumput, mengoptimalkan kebijakan nasional, dan menyiapkan partai menghadapi tantangan politik menjelang Pemilu 2029.