Bernardo Tavares Puji Perjuangan Persebaya Usai Menang Tipis dan Membungkam Persita

Liput – 07 April 2026 | Persebaya Surabaya kembali menunjukkan ketangguhan mentalnya pada laga Liga 1 pekan ke-26, ketika mengalahkan Persita Tangerang 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu, 6 April 2026. Kemenangan tipis tersebut tidak hanya menambah tiga poin penting, melainkan juga menjadi bukti nyata bahwa strategi pertahanan yang diterapkan pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, mulai membuahkan hasil. Setelah pertandingan, Tavares secara terbuka memuji perjuangan para pemain yang berhasil menahan serangan lawan meski berada di bawah tekanan.

Sebelum laga melawan Persita, Persebaya tengah diguncang oleh trauma kekalahan telak 5-1 dari Borneo FC pada pekan ke-25. Kekalahan itu menambah catatan kebobolan tim menjadi 15 gol sejak Tavares mengambil alih kepengurusan pada awal musim. Kritik publik menggelar ancaman bahwa pertahanan Green Force menjadi lumbung gol, terutama menjelang pertemuan dengan tim yang berada di posisi klasemen lebih tinggi seperti Persita.

Menanggapi situasi tersebut, Tavares melakukan penyesuaian taktik yang cukup signifikan. Ia menurunkan garis pertahanan, menekankan pentingnya penguasaan bola, dan menginstruksikan pemain untuk menutup ruang-ruang kritis lawan. “Kami harus memastikan bahwa lawan tidak dapat mengembangkan permainan mereka, terutama di zona tengah,” ujar Tavares dalam konferensi pers pasca pertandingan. Pendekatan ini terbukti efektif, karena Persebaya berhasil menahan aliran serangan Persita dan hanya memberi kesempatan kepada lawan untuk menembakkan tujuh tendangan, di mana hanya satu yang berujung tembakan tepat sasaran.

  • Penguasaan bola: Persebaya 49%, Persita 51%
  • Total tembakan: Persebaya 7, Persita 7
  • Tembakan ke gawang: Persebaya 3, Persita 1
  • Gol: Persebaya 1 (Francisco Rivera), Persita 0

Francisco Rivera menjadi pahlawan bagi Persebaya dengan mencetak satu-satunya gol pada menit ke-68. Gol tersebut tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga menegaskan bahwa sektor serangan tim kini mulai menemukan ritme yang konsisten. Di lini belakang, bek-bek muda seperti Riki Nurul dan Fajar Prasetyo tampil disiplin, berhasil menutup celah-celah yang sebelumnya menjadi lubang kebobolan.

Tavares menyoroti sikap pemain dalam menguasai bola, baik dengan atau tanpa bola. “Satu hal yang saya senangi adalah sikap pemain saat menguasai bola maupun tanpa bola. Tentu saja, ada beberapa hal yang perlu kami perbaiki,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya mengurangi kesalahan pada menit-menit krusial, terutama menjelang akhir laga ketika tim sudah unggul. “Di momen terakhir kami kehilangan bola dengan cara yang konyol, itu harus kami ubah,” tambahnya.

Selain memperbaiki aspek pertahanan, Tavares juga menekankan perlunya peningkatan produktivitas dalam penyelesaian peluang. Pada pertandingan ini, meskipun Persebaya menciptakan peluang berbahaya, mereka hanya menghasilkan satu gol. “Kami harus lebih efektif di depan gawang, agar tidak terlalu bergantung pada satu pencetak gol,” kata Tavares.

Kemenangan ini memberikan dorongan moral bagi Persebaya yang kini menempati posisi menengah klasemen, sementara Persita tetap berada di zona aman. Kedepannya, Persebaya dijadwalkan menghadapi tim-tim papan atas seperti Arema FC dan Persib Bandung, yang akan menjadi ujian sejati bagi penerapan taktik pertahanan baru Tavares.

Secara keseluruhan, kemenangan 1-0 atas Persita menandai babak baru dalam proses rekonstruksi pertahanan Persebaya. Pujiannya terhadap para pemain mencerminkan kepercayaan diri yang tumbuh kembali, sekaligus menegaskan bahwa disiplin taktis dan mentalitas juara kini mulai berakar dalam skuad Green Force.