Liput – 05 April 2026 | Pengelola Taman Margasatwa Ragunan mengumumkan rencana penambahan jam operasional hingga malam hari khusus untuk jalur jogging. Kebijakan ini disiapkan menyusul tingginya minat warga Jakarta untuk berolahraga di lingkungan yang asri, sekaligus diharapkan dapat menstimulasi aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Kepala Humas Ragunan, Wahyudi Bambang, menegaskan bahwa taman tidak akan dibuka untuk melihat satwa pada hari biasa. "Kami tidak membuka akses untuk melihat satwa pada hari biasa, tetapi hanya dikhususkan bagi pengunjung yang ingin berolahraga jogging," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Ahad, 5 April 2026.
Rencana tersebut mencakup pembukaan jalur jogging mulai pukul 18.00 hingga 22.00, kecuali hari Jumat. Pada pagi hari, taman tetap dibuka sejak pukul 06.00, sehingga warga dapat memilih waktu berolahraga sesuai preferensi. Menurut Bambang, kondisi lingkungan Ragunan yang dipenuhi pepohonan rindang dan udara relatif bersih menjadi daya tarik utama dibandingkan lokasi lain di ibu kota.
Sejak fasilitas jalur jogging dibuka pada tahun 2022, jumlah pengguna mengalami lonjakan signifikan. Data internal menunjukkan peningkatan kunjungan harian sebesar 35 % pada tahun 2023 dan 48 % pada tahun 2024. Antusiasme ini mendorong pihak pengelola untuk memaksimalkan potensi ruang publik yang ada.
Penambahan jam malam diproyeksikan tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga memberi dampak positif pada sektor ekonomi lokal. Beberapa poin utama yang diharapkan meliputi:
- Peningkatan penjualan makanan dan minuman ringan di warung sekitar gerbang masuk Ragunan pada sore hingga malam hari.
- Peningkatan pendapatan ojek online dan taksi yang melayani pengunjung yang datang setelah jam kerja.
- Kesempatan bagi pedagang kecil, seperti penjual buah, air kelapa, dan peralatan olahraga, untuk memperluas jam operasional.
- Pemanfaatan fasilitas pencahayaan yang ramah lingkungan, yang sekaligus meningkatkan standar keamanan publik.
Selain manfaat ekonomi, program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang menargetkan peningkatan aktivitas fisik warga minimal 150 menit per minggu. Dengan menyediakan ruang aman dan terawat hingga malam hari, Ragunan menjadi contoh konkret penerapan kebijakan tersebut.
Untuk memastikan keamanan, pihak pengelola menyiapkan tim keamanan tambahan, penerangan LED yang hemat energi, serta pos pertolongan pertama yang siap menangani cedera ringan. Selain itu, pengunjung diharuskan memakai pakaian olahraga yang sesuai dan mematuhi aturan lalu lintas jalur joging.
Reaksi masyarakat pun positif. Banyak warga yang menyatakan rasa lega dapat berolahraga setelah jam kerja tanpa harus menempuh jarak jauh ke taman lain. Salah satu pengunjung reguler, Siti Nurhaliza, mengaku, "Saya biasanya pulang larut malam, kini bisa langsung joging di Ragunan tanpa khawatir keamanan. Ini sangat membantu kesehatan dan menghemat waktu."
Pengelola Ragunan menegaskan bahwa informasi resmi mengenai jadwal malam akan segera diumumkan melalui kanal media sosial resmi taman, termasuk Instagram dan Twitter. Diharapkan, peluncuran resmi dapat berlangsung dalam waktu dekat, menyusul persiapan teknis dan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat.
Dengan langkah strategis ini, Ragunan tidak hanya memperkuat peranannya sebagai ruang hijau dan konservasi satwa, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat aktivitas kebugaran yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi mikro di sekitarnya.
Pengembangan fasilitas olahraga malam hari di Ragunan menjadi contoh sinergi antara pelestarian lingkungan, peningkatan kualitas hidup, dan pemberdayaan ekonomi lokal, yang diharapkan dapat diadaptasi oleh taman publik lain di Indonesia.