Liput – 20 April 2026 | Warga Jakarta Selatan dikejutkan pada pagi hari Senin, 22 April 2026, ketika seorang warga melaporkan penemuan jasad perempuan di tepi aliran sungai yang melintasi kawasan Jagakarsa. Menurut keterangan saksi mata, tubuh tersebut ditemukan dalam posisi terbaring miring, dengan pakaian yang masih lengkap namun terlihat kotor akibat kontak dengan air. Petugas Unit Pengelolaan Kebersihan (UPK) Badan Air Lingkungan Hidup yang sedang melakukan patroli rutin segera mengamankan lokasi dan memanggil tim gabungan Polri.
Kapolsek Jagakarsa, Komisaris Polisi Nurma Dewi, menjelaskan bahwa tim penyidik langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad perempuan tersebut masih dalam kondisi mengenaskan, dengan tanda-tanda pembusukan ringan yang mengindikasikan kematian terjadi beberapa jam sebelum penemuan. Identitas korban belum dapat dipastikan, namun pemeriksaan awal menunjukkan korban berjenis kelamin perempuan dewasa, dengan usia perkiraan antara 25 hingga 35 tahun. Unit Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan telah mengirimkan jenazah ke RS Polri Kramat Jati untuk visum dan proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara penyelidikan masih berjalan, pihak berwajib meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengimbau siapa saja yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk melapor ke kantor polisi terdekat. “Kami akan menelusuri jejak digital, CCTV, serta melakukan pemeriksaan forensik guna mengungkap penyebab dan motif kematian,” ujar Kapolsek Nurma Dewi.
Penemuan ini menambah daftar kasus mayat yang ditemukan di aliran sungai Jakarta dalam beberapa minggu terakhir. Pada 20 April 2026, petugas menemukan mayat pria tak dikenal mengapung di Kali Ciliwung, kawasan Kedung Sahong, Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa. Korban pria tersebut sudah berada dalam kondisi membusuk dan belum dapat diidentifikasi. Seperti kasus perempuan ini, identitas korban pria masih menjadi misteri, sementara pihak kepolisian melakukan visum dan penyelidikan untuk menemukan asal-usulnya.
Tak lama setelah itu, pada 19 April 2026, sebuah tim medis menemukan mayat pria berinisial TA (53 tahun) di aliran Kali Cikumpa, Kelurahan Pakansari, Kabupaten Bogor. Korban ditemukan telungkup, mengenakan seragam TNI AL berwarna hijau namun tanpa celana. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, dan penyebab kematian masih dalam penyelidikan. Kedua kasus tersebut menunjukkan pola penemuan mayat di sungai-sungai daerah Jabodetabek yang semakin menimbulkan keresahan publik.
Selain kasus mayat, wilayah Lampung mencatat insiden kriminal lain yang menambah keprihatinan. Seorang satpam yang sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan di Lampung melakukan perampokan terhadap mantan majikannya karena motif sakit hati, mengungkapkan dinamika konflik pribadi yang dapat berujung pada tindakan kekerasan. Meskipun tidak terkait langsung dengan penemuan jasad perempuan, insiden ini mencerminkan meningkatnya ketegangan sosial di beberapa daerah.
- Petugas UPK menemukan jasad pada pukul 07.30 WIB.
- Tim gabungan Polri dan Badan Air melakukan evakuasi dan visum.
- Identitas korban masih dalam proses identifikasi DNA.
- Polisi mengajak publik untuk memberikan informasi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai motif atau kemungkinan keterkaitan antara ketiga penemuan mayat tersebut. Namun, semua kasus menunjukkan pentingnya peningkatan pengawasan dan pemeliharaan kebersihan sungai, serta perlunya kerja sama lintas institusi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Warga diharapkan tetap waspada dan melaporkan hal-hal mencurigakan yang terjadi di sekitar aliran sungai atau wilayah publik lainnya. Kejadian penemuan jasad perempuan ini menjadi pengingat akan perlunya keamanan lingkungan yang lebih ketat serta upaya preventif dari pihak berwenang.