Liput – 21 April 2026 | Jordy Wehrmann, gelandang Madura United berdarah Belanda-Indonesia, kembali menjadi sorotan media sepak bola Tanah Air setelah mengumumkan kesiapan dirinya untuk membela Timnas Indonesia. Meskipun belum ada panggilan resmi dari pelatih John Herdman, asisten kepala pelatih tersebut secara terbuka mengakui bahwa ia belum mengenal satu pun pemain Garuda. Pernyataan ini menambah dinamika dalam proses naturalisasi dan seleksi pemain keturunan Indonesia di level internasional.
Wehrmann, yang lahir di Den Haag pada 25 Maret 1999, menelusuri akar keluarganya melalui neneknya, Merie Pasman, yang lahir di Jakarta pada 1948 dan pindah ke Belanda pada 1965. Selama dua bulan terakhir, Wehrmann tinggal bersama sang nenek di Belanda dan memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar bahasa Indonesia secara otodidak. “Saya bicara banyak bahasa Indonesia dengan nenek,” ujar Wehrmann dalam sesi wawancara di mixed zone Stadion Gelora Bung Tomo pada 17 April 2026.
Dedikasi bahasa ini bukan sekadar hobi pribadi. Wehrmann menilai kemampuan berbahasa Indonesia sebagai nilai plus dalam menembus timnas. “Kelancaran bahasa membantu saya berkomunikasi dengan rekan satu tim dan staf pelatih,” katanya. Ia menambahkan bahwa kemampuan berbahasa menjadi “kode keras” bagi John Herdman, meskipun asisten Herdman mengaku belum mengenal pemain lokal secara mendalam.
Berikut langkah-langkah belajar bahasa Indonesia yang dilakukan Wehrmann:
- Berinteraksi harian dengan nenek yang fasih berbahasa Indonesia.
- Mengikuti berita olahraga Indonesia melalui portal lokal.
- Berlatih percakapan dalam sesi wawancara dan konferensi pers.
- Menonton film dan serial televisi berbahasa Indonesia untuk melatih pemahaman budaya.
Selain belajar bahasa, Wehrmann juga menekankan pentingnya menyesuaikan diri dengan taktik dan mentalitas pemain Indonesia. “Saya harus memahami gaya bermain timnas yang mengedepankan semangat juang dan kebersamaan,” ujarnya. Di klubnya, Madura United, Wehrmann telah menunjukkan performa konsisten sebagai gelandang tengah, membantu tim meraih kemenangan penting atas Persebaya Surabaya pekan lalu.
Namun, proses naturalisasi tidak semudah menunggu panggilan. Wehrmann menegaskan bahwa ia harus bersikap hati-hati terhadap rumor yang beredar di media. “Kadang-kadang di media banyak hal berubah, dan itu berbahaya karena mereka bisa membuat rumor. Kita tunggu saja, dan semoga segera,” kata Wehrmann, menyinggung proses administrasi yang masih berjalan.
Sementara itu, asisten John Herdman, yang baru bergabung dengan timnas Indonesia beberapa bulan lalu, mengakui keterbatasannya dalam mengenal pemain domestik. “Saya belum mengenal satu pun pemain Indonesia secara pribadi, tapi saya percaya pada proses scouting dan rekomendasi staf lokal,” ujar asisten tersebut. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa cepat integrasi pemain naturalisasi dapat terjadi, terutama bagi pemain seperti Wehrmann yang belum memiliki catatan internasional bersama Timnas Indonesia.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa keberadaan pemain keturunan seperti Wehrmann dapat menjadi jembatan budaya antara dua bangsa. “Dia menggabungkan teknik Eropa dengan semangat Indonesia, potensi yang sangat berharga untuk timnas,” kata seorang analis sepak bola senior.
Dalam konteks persiapan menghadapi ancaman degradasi di Liga 1, Madura United berupaya menjaga performa tim dengan mengandalkan kontribusi pemain berpengalaman seperti Wehrmann. Keberhasilan klub dalam menghindari zona terdepresiasi dapat meningkatkan peluang pemain keturunan untuk dipertimbangkan dalam skuad nasional.
Meski belum ada kepastian resmi, harapan Wehrmann dan dukungan dari asisten Herdman mencerminkan proses evolusi Timnas Indonesia yang semakin terbuka pada talenta diaspora. Jika semua proses administratif selesai, Wehrmann siap menambahkan warna baru dalam skuad Garuda, memperkuat lini tengah dengan visi bermain yang modern.
Ke depan, keputusan final tetap berada di tangan pelatih John Herdman dan tim manajemen PSSI. Sementara itu, Wehrmann akan terus mengasah kemampuan bahasa dan taktik, menunggu momen tepat untuk mengangkat seragam merah putih di panggung internasional.