Liput – 13 April 2026 | Villarreal kembali menunjukkan performa tajamnya di La Liga dengan mengamankan kemenangan 2-1 atas Athletic Bilbao pada Minggu (22/8) di San Mames. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah poin penting bagi tim asal Spanyol tengah, tetapi juga menambah tekanan pada Athletic yang kini berada di ambang zona degradasi.
Gol pembuka dicetak oleh pemain tengah Villarreal, Sergi Cardona, yang menaklukkan kiper Unai Simón dengan tembakan lofted yang melambung di atas kepala bek. Tidak lama kemudian, penyerang Alfonso González menambah keunggulan tim tamu menjadi 2-0 setelah memanfaatkan bola yang tidak terjaga dari pembersihan Inigo Lekue. Athletic berusaha bangkit pada menit ke-84 ketika Gorka Guruzeta menyundul bola masuk dari jarak dekat, memotong jarak selisih menjadi satu gol. Namun, usaha terakhir mereka tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Hasil ini menempatkan Athletic Bilbao pada posisi yang semakin rapuh. Tim yang sempat melaju ke fase grup Liga Champions musim lalu kini berjuang keras menghindari tiga tempat terbawah. Setelah lima kekalahan dalam enam pertandingan terakhir, mereka hanya selisih enam poin dari Elche yang berada di posisi 18, zona terdekat relegasi.
Pelatih Ernesto Valverde mengakui kesulitan yang dihadapi skuadnya. “Detail-detail kecil tahun ini memang menghancurkan kami. Ini saatnya bersatu kembali dan kembali ke jalur kemenangan,” ujar kapten tim Iñaki Williams dalam wawancara dengan Movistar. Pemain sayap asal Bilbao tersebut menambahkan bahwa mental tim sedang diuji dan mereka harus tetap fokus pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Di sisi lain, Athletic menurunkan kembali Nico Williams, saudara kembar Iñaki, yang kembali memulai sejak Februari setelah mengalami masalah otot pangkal paha. Nico, yang menjadi sosok penting bagi timnas Spanyol dalam menjuarai Euro 2024, diharapkan kembali menunjukkan kecepatan dan kreativitasnya menjelang Piala Dunia 2026.
Kemenangan Villarreal juga memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen. Dengan hasil ini, mereka tetap berada di posisi ketiga, hanya sembilan poin dari Real Madrid yang berada di posisi kedua. Pada laga lain hari itu, Barcelona mengamankan kemenangan 4-1 atas Espanyol, menambah jarak mereka dengan Real Madrid menjadi sembilan poin.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Villarreal di babak pertama. Tim asal Spanyol tengah mencatat 57% penguasaan bola, dua tembakan tepat sasaran, dan satu gol yang tercipta dari serangan balik cepat. Sementara Athletic hanya mampu menahan satu tembakan tepat sasaran dan mengandalkan satu gol balasan di menit-menit akhir.
Selain fokus pada pertandingan melawan Villarreal, Athletic Bilbao juga harus memperhatikan performa tim lain di zona bawah. Real Oviedo, misalnya, berhasil mempertahankan harapan bertahan dengan kemenangan 3-0 atas Celta Vigo, menambah tekanan pada tim-tim yang berjuang menghindari degradasi.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan Athletic di level tertinggi sepak bola Spanyol. Apakah mereka mampu kembali menemukan formula kemenangan yang konsisten, ataukah mereka akan terpaksa menurunkan deretan pemain kunci untuk mengurangi beban finansial? Hanya waktu yang akan menjawab, namun yang pasti, tekanan pada Valverde dan skuadnya semakin besar setiap harinya.
Dengan hanya enam poin pemisah dari zona relegasi dan jadwal yang semakin padat, Athletic harus segera menemukan konsistensi dalam serangan dan memperkuat pertahanan. Kembalinya Nico Williams menjadi sinyal positif, namun dibutuhkan kerja sama tim yang solid untuk mengembalikan kepercayaan diri yang sempat terkikis.
Secara keseluruhan, kemenangan Villarreal menambah dinamika persaingan di puncak La Liga sekaligus memperparah krisis yang dialami Athletic Bilbao. Pertarungan mereka dengan tim-tim lain di zona bawah akan menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan mendatang, dengan harapan satu-satunya adalah mengamankan poin penting untuk menghindari nasib buruk.