Messi Resmi Kuasai UE Cornellà, Ikuti Jejak Ronaldo dalam Kepemilikan Klub Spanyol

Liput – 18 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Megabintang sepak bola dunia Lionel Messi resmi menjadi pemilik penuh klub kasta kelima Liga Spanyol, UE Cornellà. Akuisisi yang selesai pada hari Jumat menandai langkah strategis Messi untuk memperluas peran di luar lapangan sekaligus menegaskan komitmennya terhadap pengembangan talenta muda di wilayah Catalonia.

Messi membeli 100 persen saham UE Cornellà, berbeda dengan Cristiano Ronaldo yang sebelumnya mengakuisisi 25 persen saham UD Almería pada Februari 2026. Keputusan Messi diambil meski ia masih aktif bermain untuk Inter Miami CF di MLS, menunjukkan bahwa sang legenda sedang mempersiapkan transisi ke peran kepemilikan dan manajerial setelah pensiun.

UE Cornellà, yang didirikan pada tahun 1951, saat ini bersaing di Tercera Federación Grup 5, kasta kelima dalam piramida sepak bola Spanyol. Klub tersebut berada di zona playoff promosi dengan 55 poin dari 30 pertandingan, hanya lima poin di belakang posisi puncak klasemen. Secara historis, Cornellà pernah menembus kasta ketiga pada tahun 2024 dan secara rutin berpartisipasi dalam Copa del Rey, bahkan pernah melawan FC Barcelona pada musim terakhir Messi bersama klub Catalan.

Visi jangka panjang yang dibawa Messi menitikberatkan pada pengembangan akademi usia muda. Klub telah memiliki sistem akademi yang melahirkan pemain berbakat seperti Jordi Alba, David Raya, dan Gerard Martin. Messi sebelumnya menyelenggarakan Messi Cup di Miami pada Desember 2025, menampilkan delapan akademi elite dunia termasuk Inter Milan, Chelsea, Manchester City, serta Barcelona. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi Cornellà dalam menciptakan jalur pembinaan yang lebih terstruktur.

  • Investasi pada fasilitas: Renovasi stadion berkapasitas sekitar 1.500 penonton dan peningkatan pusat pelatihan.
  • Program beasiswa: Penawaran beasiswa bagi pemain muda berbakat dari daerah Catalonia yang kurang mampu.
  • Kolaborasi internasional: Pertukaran pelatih dan pemain dengan klub-klub yang pernah berpartisipasi dalam Messi Cup.

Pernyataan resmi klub menegaskan bahwa kehadiran Messi akan membuka babak baru dalam sejarah Cornellà. “Langkah ini memperkuat hubungan dekat Messi dengan Barcelona serta komitmennya terhadap pengembangan olahraga dan bakat lokal di Catalonia,” bunyi kutipan. Messi sendiri menambahkan bahwa ia melihat peluang untuk menjadikan Cornellà sebagai “laboratorium” pengembangan pemain yang dapat berkontribusi pada tim nasional Spanyol maupun Argentina di masa depan.

Langkah ini juga mempertegas tren pemain bintang yang beralih menjadi pemilik klub setelah karier bermain. Selain Ronaldo, contoh lain termasuk David Beckham yang kini memiliki Inter Miami CF, dan Gerard Piqué yang mengelola klub FC Andorra. Kepemilikan ini tidak hanya memberi mereka kontrol strategis, tetapi juga membuka jalur pendapatan pasca-pensiun yang berkelanjutan.

Reaksi penggemar di media sosial sangat beragam. Banyak yang menyambut baik inisiatif Messi, melihatnya sebagai upaya nyata untuk memperkuat struktur sepak bola di tingkat akar rumput. Sebaliknya, sebagian skeptis menilai tantangan finansial klub kasta kelima yang harus bersaing dengan klub-klub dengan sumber daya lebih besar.

Secara ekonomi, akuisisi ini diharapkan meningkatkan pendapatan komersial Cornellà melalui penjualan merchandise berlogo Messi, peningkatan sponsor lokal, serta potensi tur internasional yang menampilkan pemain bintang. Pihak klub juga menargetkan peningkatan penonton stadion sebesar 30 persen dalam dua musim pertama.

Dengan kepemilikan penuh, Messi kini bergabung dalam barisan elit pengusaha sepak bola yang berambisi mengubah lanskap kompetisi domestik. Jika rencana pengembangan berhasil, UE Cornellà berpotensi melaju ke kasta lebih tinggi dalam lima hingga tujuh tahun ke depan, menambah prestise bagi sepak bola Catalonia.

Kesimpulannya, akuisisi UE Cornellà oleh Lionel Messi menandai fase baru dalam karier sang legenda, sekaligus memperkuat jaringan pengembangan pemain muda di Spanyol. Langkah ini tidak hanya melanjutkan jejak Ronaldo, tetapi juga menegaskan bahwa masa depan sepak bola dapat dipengaruhi secara signifikan oleh keputusan strategis pemain-pemain top yang beralih menjadi pemilik klub.