Liput – 15 April 2026 | Rangkaian FIFA Series 2026 menyuguhkan drama yang tak terduga bagi Tim Nasional Putri Indonesia. Pada laga pembukaan melawan Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) di Stadion Ratchaburi, Thailand, Garuda Pertiwi sempat menancapkan keunggulan lewat eksekusi penalti Claudia Scheunemann pada menit ke-7. Sayangnya, keunggulan itu tidak bertahan lama. Timnas Putri Indonesia harus menelan kekalahan telak 1-7 setelah mengalami serangkaian gol berantai dari lawan, termasuk lima gol yang dicetak oleh Merveille Kanjinga dan dua gol masing-masing oleh Flavine Mawete, Marlene Kasaj, Olga Massombo, serta Farida Feza.
Insiden krusial terjadi pada menit ke-23 ketika pemain Indonesia, Iris De Rowe, harus keluar lapangan setelah menerima kartu merah kedua akibat pelanggaran keras. Keputusan itu memaksa tim beroperasi dengan 10 pemain selama lebih dari 60 menit pertandingan. Kondisi kekurangan pemain memperparah beban pertahanan Garuda Pertiwi, yang selanjutnya kebobolan empat gol lagi di babak pertama dan tiga gol tambahan di babak kedua. Tekanan terus meningkat, dan pada menit ke-82 Merveille Kanjinga mencetak gol terakhir yang menutup skor 1-7.
Pelatih asal Jepang, Satoru Mochizuki, mengakui bahwa kekalahan tersebut merupakan pelajaran berharga. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, ia menegaskan pentingnya pengalaman melawan tim lintas benua. “Kami belajar banyak dari pertandingan ini, terutama dalam mengelola situasi ketika harus bermain dengan satu pemain kurang. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan taktik dan mental pemain,” ujarnya. Mochizuki juga menekankan bahwa target utama selanjutnya adalah mengamankan poin melawan Kaledonia Baru pada laga perebutan tempat ketiga yang dijadwalkan pada Rabu, 15 April 2026 pukul 16.00 WIB.
Kapten tim, Viny Silfianus, yang membela klub Malaysia Kelana United, menyampaikan pandangannya yang serupa. Ia mengapresiasi dukungan publik dan menekankan bahwa turnamen ini adalah platform penting untuk mengasah kemampuan. “Kami ingin menunjukkan bahwa meski mengalami kekalahan, kami tetap bertekad untuk bangkit. Dukungannya sangat berarti bagi kami,” kata Viny dalam wawancara.
Statistik pertandingan menegaskan dominasi RD Kongo. Timnas Putri Indonesia hanya mencetak satu gol, sementara RD Kongo menorehkan tujuh gol, dengan rata-rata tembakan tepat sasaran mencapai 68 persen. Penyelesaian akhir (finishing) Indonesia berada di bawah 30 persen, menandakan kurangnya efektivitas di lini serang. Di sisi lain, Kaledonia Baru, yang berada di peringkat ke-100 dunia, menyiapkan formasi defensif yang solid setelah mengalahkan Thailand 0-4 pada laga sebelumnya. Meskipun berada di peringkat lebih tinggi dibandingkan Indonesia (peringkat 105), Kaledonia Baru dianggap tim yang tidak boleh diremehkan.
Jadwal berikutnya menempatkan Timnas Putri Indonesia melawan Kaledonia Baru di stadion yang sama. Pertandingan ini akan disiarkan secara langsung melalui Indosiar, serta tersedia link live streaming bagi penonton yang tidak dapat mengakses televisi. Kedua tim diperkirakan akan mengadopsi taktik yang lebih berhati-hati, mengingat Indonesia masih berupaya memperbaiki pertahanan setelah kehabisan satu pemain di laga pertama.
Para analis menilai bahwa perbaikan utama yang diperlukan Timnas Putri Indonesia meliputi:
- Penataan kembali formasi defensif untuk menutup celah yang muncul saat bermain dengan 10 pemain.
- Peningkatan konsistensi dalam eksekusi tendangan akhir, terutama dalam memanfaatkan peluang penalti.
- Pengelolaan emosi dan disiplin pemain untuk menghindari kartu merah yang dapat merugikan tim.
Secara keseluruhan, meski hasil 1-7 terdengar mengerikan, pengalaman melawan RD Kongo memberikan pelajaran penting tentang ketahanan mental dan taktik tim. Dengan semangat baru, Timnas Putri Indonesia bertekad untuk bangkit dan memberikan perlawanan sengit melawan Kaledonia Baru, sambil mengandalkan dukungan suporter tanah air.
Harapan besar tetap mengiringi Garuda Pertiwi; kemenangan di laga kedua akan menjadi penanda pemulihan dan pembuktian bahwa tim dapat bangkit dari keterpurukan. Semua mata kini tertuju pada aksi Timnas Putri Indonesia pada 15 April 2026, ketika mereka berupaya menutup babak pertama turnamen dengan hasil yang lebih positif.