Fisioterapis Brasil Geraldo Santos Ungkap Cinta Abadi pada Bandung, Sementara Bojan Hodak Dorong Fasilitas Persib Lebih Profesional

Liput – 17 April 2026 | Bandung, 17 April 2026 – Kota Kembang semakin menjadi rumah kedua bagi sejumlah tokoh Persib Bandung, termasuk fisioterapis asal Brasil, Geraldo Santos, yang baru‑baru ini mengungkapkan keinginannya untuk menetap di kota ini selamanya. Pernyataan emosional sang asisten pelatih Bojan Hodak menambah warna pada narasi kebersamaan tim, sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan standar fasilitas latihan yang terus digariskan oleh pelatih kepala.

Geraldo Santos, yang bergabung dengan Persib sejak awal musim ini, menyatakan rasa kagum yang mendalam terhadap keindahan dan keramahan warga Bandung. “Bandung merupakan kota yang indah, kota yang membuat saya jatuh cinta. Kalau saya bisa, saya akan tinggal di sini selama sisa hidup saya,” ujar Geraldo dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media lokal. Ia menambahkan, kunjungan singkatnya ke Brasil hanyalah untuk liburan, sementara hatinya kini berlabuh kuat di tanah Sunda.

Keberadaan Geraldo bukan sekadar soal teknik fisioterapi; ia juga menjadi jembatan budaya antara tim Persib dan komunitas lokal. Keterbukaannya dalam berbahasa Indonesia dan kemampuan berinteraksi dengan pemain serta suporter membuatnya cepat diterima. “Kalian memperlakukan saya dengan baik dan tidak perlu ada yang dikeluhkan,” katanya, menegaskan rasa hormatnya pada etika kerja dan semangat sportivitas warga Bandung.

Di sisi lain, pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, kembali menekankan pentingnya fasilitas latihan yang memadai untuk mendukung performa tim. Dalam konferensi pers yang digelar pada 16 April 2026, Bojan menegaskan bahwa kualitas lapangan, ruang kebugaran, dan dukungan medis adalah fondasi utama yang tidak boleh diabaikan. “Lihat, saya selalu berusaha meningkatkan standar latihan, karena itu yang kami butuhkan. Pemain butuh standar yang lebih baik,” ujar Bojan di lapangan latihan pendamping Stadion GBLA.

Menurut Bojan, meski Persib telah memiliki lapangan latihan di kawasan SPOrT Arcamanik, masih terdapat celah signifikan bila dibandingkan dengan standar klub‑klub di Eropa. “Di seluruh Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, masih kurang lapangan latihan. Ini adalah fasilitas nomor satu yang harus dimiliki setiap klub,” tegasnya. Ia mencontohkan bahwa di Eropa, bahkan klub divisi tujuh sekalipun memiliki tempat latihan sendiri, meski tidak sekelas klub elit.

Upaya Bojan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, melainkan juga mengenai kualitas layanan medis. Ia mengapresiasi peningkatan tim medis Persib yang terbukti menurunkan angka cedera pemain pada musim ini. “Bisa dilihat tahun ini tim medis jauh lebih baik, pemain yang cedera juga tidak sebanyak tahun lalu,” ungkapnya, menambahkan harapan agar fasilitas gym dan kualitas permukaan lapangan terus ditingkatkan.

Kombinasi antara dedikasi fisioterapis Brasil dan visi profesional Bojan menciptakan sinergi yang menguntungkan tim. Geraldo, yang sering terlibat dalam pemulihan cedera pemain, menyambut baik perbaikan fasilitas tersebut, karena ia percaya bahwa kondisi latihan yang optimal akan mempermudah proses rehabilitasi. “Saya merasa nyaman tinggal di Bandung, dan dengan fasilitas yang lebih baik, saya bisa membantu pemain kembali ke lapangan lebih cepat,” ujar Geraldo.

Persib Bandung, yang sedang berjuang meraih poin teratas BRI Liga 1, memang membutuhkan semua elemen pendukung. Statistik internal klub menunjukkan penurunan cedera otot sebesar 15% sejak peningkatan layanan medis pada awal tahun. Selain itu, performa tim dalam tiga pertandingan terakhir mencatat rata‑rata penguasaan bola 58% dan peluang gol meningkat menjadi 1,8 per pertandingan, menandakan dampak positif dari perbaikan fasilitas.

Tak hanya di dalam ruangan, kehangatan warga Bandung juga menjadi motivasi bagi para anggota staf asing. Sejumlah pemain asing mengaku merasakan perubahan suasana hati yang signifikan ketika berada di kota ini. “Kehangatan warga Bandung membuat kami merasa seperti di rumah,” kata salah satu pemain asing yang tidak disebutkan namanya.

Kesimpulannya, kehadiran Geraldo Santos yang jatuh cinta pada Bandung dan komitmen Bojan Hodak dalam meningkatkan standar fasilitas latihan menegaskan bahwa Persib Bandung tidak hanya berfokus pada taktik di atas lapangan, namun juga pada kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh elemen tim. Jika tren ini berlanjut, harapan besar mengemuka bahwa Persib akan terus memperkuat posisinya di klasemen, sekaligus menjadikan Bandung sebagai kota yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sebagai pusat pengembangan sepakbola profesional di Indonesia.