Liput – 17 April 2026 | Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) resmi mengumumkan daftar 18 pemain yang dipanggil ke program pemusatan latihan di Jincheon National Training Center mulai Senin, 20 April 2026. Langkah ini merupakan persiapan intensif menjelang serangkaian turnamen internasional, termasuk AVC Cup 2026, Kejuaraan Voli Asia 2026, Kejuaraan Voli Asia Timur 2026, dan Asian Games 2026.
Pelatih kepala Cha Sang-hyun akan memimpin sesi latihan selama empat minggu ke depan. Dari 18 pemain yang terpilih, hanya 14 akan masuk ke skuad utama yang akan bertanding di AVC Nations Cup (sekarang disebut AVC Cup) yang dijadwalkan di Filipina pada 6-14 Juni 2026. Korea Selatan akan menjadi tim debutan pada kompetisi tersebut setelah terdegradasi dari Volleyball Nations League (VNL) pada musim sebelumnya.
Di antara 18 terpilih, empat pemain berasal dari klub Daejeon JungKwanJang Red Sparks, yang menjadi sorotan utama karena statusnya yang kini berubah. Keempat pemain tersebut adalah Jung Ho-young (middle blocker), Yeum Hye-seon (setter), Lee Seon-woo (opposite), dan An Ye-rim (middle blocker). Ketiganya sebelumnya berstatus agen bebas setelah kontrak mereka dengan Red Sparks berakhir pada akhir musim V‑League 2025/2026.
Jung Ho-young, pemain berpostur 190 cm yang sempat menjadi sorotan sebagai wonderkid sejak tampil di Asian Games 2018, mengumumkan kepindahannya ke Incheon Heungkuk Life Pink Spiders melalui akun Instagram pribadinya pada 16 April 2026. Keputusan ini menandai akhir perjalanan tujuh tahun bersama Red Sparks, klub yang menjadi tempat ia memulai karier profesional pada 2019. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak di Red Sparks, namun kini saatnya mengejar tantangan baru bersama Pink Spiders,” tulis Jung Ho-young dalam postingannya.
Perpindahan Jung Ho-young ke Pink Spiders menambah dinamika persaingan di Liga Voli Korea. Tim Red Sparks baru‑baru ini kembali berhadapan dengan Pink Spiders pada 2 Februari 2026 di Samsan World Gymnasium, Incheon, dalam rangka Liga Voli Korea 2024/25. Pertandingan sebelumnya pada 30 Januari berakhir dengan kemenangan Pink Spiders 3-1, menghentikan rekor 13 kemenangan beruntun Red Sparks. Pada laga tersebut, middle blocker asal Australia, Analise Fitzi, mencetak 22 poin untuk Pink Spiders, menambah tantangan bagi Red Sparks yang mengandalkan duo tengah Jung Ho-young dan Park Eun-jin.
Dengan kepergian Jung Ho-young, Red Sparks harus menata kembali lini tengah mereka. Sementara itu, Pink Spiders kini mendapatkan tambahan kekuatan dari mantan pemain Red Sparks yang berpengalaman, sekaligus mempertahankan performa impresif mereka di papan atas klasemen. Kedua tim dipimpin oleh pemain bintang Megawati Hangestri Pertiwi (Red Sparks) dan Kim Yeon‑koung (Pink Spiders), yang sama-sama menjadi ujung tombak serangan.
Program pemusatan latihan di Jincheon tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga kesempatan bagi pemain-pemain muda untuk bersaing dengan senior. Selama periode empat minggu, para pemain akan menjalani sesi taktik, kebugaran, serta simulasi pertandingan melawan tim-tim internasional. KOVO menegaskan bahwa proses seleksi akan bersifat transparan dan berbasis performa, mengingat pentingnya menyiapkan skuad yang kompetitif di panggung Asia.
Jika skuad utama berhasil lolos ke semifinal AVC Cup, Korea Selatan berpotensi bertemu dengan timnas voli putri Indonesia, yang juga telah mengamankan tiket ke turnamen tersebut. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pertandingan menarik mengingat sejarah persaingan kedua negara di level Asia.
Secara keseluruhan, pengumuman skuad ini menandai fase penting dalam upaya kebangkitan kembali voli putri Korea Selatan di kancah internasional. Dengan kombinasi pemain veteran, talenta muda, serta dinamika klub yang terus bergulir, harapan besar tertuju pada kemampuan tim untuk mengembalikan prestasi yang sempat terpuruk setelah penurunan dari VNL.
Keberhasilan Korea di AVC Cup 2026 nantinya akan menjadi tolok ukur utama bagi program pemusatan latihan ini. Bagi para pemain Red Sparks, terutama yang masih berada dalam daftar 18, tantangan berikutnya adalah membuktikan diri di panggung internasional dan mengembalikan kejayaan klub mereka di kompetisi domestik.