Liput – 05 April 2026 | Thom Haye, gelandang Persib Bandung yang juga menjadi andalan Tim Nasional Indonesia, kembali menegaskan kesiapan mental dan fisiknya meski harus menyeimbangkan jadwal kompetisi AFC yang padat dengan agenda Liga Indonesia. Pemain asal Belanda‑Indonesia ini mengungkapkan bahwa perjalanan jauh tidak menjadi hambatan bila ia dapat mengatur ritme latihan dan istirahat secara optimal.

Dalam sebuah wawancara yang berlangsung pada akhir pekan lalu, Haye menjelaskan bahwa tekanan yang dirasakan bukanlah beban, melainkan motivasi tambahan. “Kami di Persib sudah berada di posisi yang kuat di klasemen, dan saya pribadi tidak merasakan tekanan. Saya hanya fokus pada persiapan tim, baik untuk laga tandang di liga maupun pertandingan internasional,” ujarnya.

Jadwal AFC yang menuntut timnas Indonesia bermain di berbagai negara Asia menambah beban perjalanan. Namun, Haye menekankan bahwa kebiasaan menjalani jadwal padat telah membentuk kebugaran dan mentalitasnya. Ia mencontohkan pengalaman saat timnas berangkat ke Jepang untuk fase grup Asian Cup, di mana pemain harus menempuh penerbangan panjang, menyesuaikan zona waktu, dan tetap tampil optimal di lapangan.

Baca juga:

Berikut beberapa faktor yang membuat Haye tidak khawatir dengan perjalanan jauh:

  • Pengalaman internasional: Sejak debutnya bersama Timnas Indonesia, Haye telah terbiasa dengan jadwal kompetisi yang melibatkan perjalanan lintas negara.
  • Manajemen kebugaran: Tim medis Persib dan tim kebugaran nasional bekerja sama memastikan program pemulihan yang tepat setelah penerbangan panjang.
  • Dukungan klub: Persib menyediakan fasilitas latihan dan logistik yang memudahkan pemain menyesuaikan diri setelah kembali dari tugas internasional.

Selain menanggapi soal perjalanan, Haye juga menyoroti keyakinannya bahwa Persib Bandung berada pada jalur yang tepat untuk meraih hattrick juara BRI Super League 2025/2026. Pada pekan ke‑14, Persib memimpin klasemen dengan 58 poin dari 25 pertandingan, unggul empat poin atas Borneo FC Samarinda dan enam poin atas Persija Jakarta. Dengan sembilan laga tersisa, peluang untuk menutup musim sebagai juara tampak realistis.

Baca juga:

“Kami berada di posisi yang baik, tetapi kompetisi masih terbuka. Borneo dan Persija masih bisa mengejar. Itu yang membuat liga tetap menarik. Kami tidak ingin merayakan terlalu dini, karena setiap pertandingan tetap harus kami perjuangkan,” kata Haye.

Pelatih Bojan Hodak menambahkan bahwa kedalaman skuad Persib memungkinkan rotasi pemain tanpa mengorbankan kualitas. “Thom adalah contoh pemain profesional yang bisa menyesuaikan diri dengan jadwal padat. Kami mengandalkan kedisiplinan dan komitmen semua pemain untuk menjaga konsistensi performa,” pungkasnya.

Baca juga:

Kondisi ini juga tercermin dalam statistik tim. Persib mencatat rata‑rata kepemilikan bola 58% dan mencetak 1,9 gol per pertandingan sejak awal musim. Statistik pertahanan pun solid, dengan rata‑rata kebobolan hanya 0,8 gol per laga. Dengan performa tersebut, peluang untuk mempertahankan gelar menjadi semakin besar.

Di luar lapangan, Haye juga menjadi contoh bagi pemain muda Indonesia yang bercita‑cita menembus kancah internasional. Ia menekankan pentingnya disiplin pola hidup, termasuk nutrisi, tidur, dan pemulihan. “Jika pemain muda dapat meniru pola kerja kami, mereka akan siap menghadapi tantangan baik di liga domestik maupun kompetisi Asia,” ujar Haye.

Baca juga:

Dengan kombinasi kebugaran, mentalitas kuat, dan dukungan klub serta timnas, Thom Haye menunjukkan bahwa perjalanan jauh tidak lagi menjadi penghalang. Sebaliknya, ia menjadikan setiap penerbangan sebagai kesempatan untuk mengasah ketahanan mental, sekaligus memperkuat tekad Persib Bandung untuk mengukir sejarah hattrick juara BRI Super League.

Baca juga: