Persik Kediri Bangkit Tumbangkan Persik, Madura United Gagal Pecah 11 Laga Tanpa Kemenangan

Liput – 14 April 2026 | Sabtu (11/04/2026) malam di Bangkalan, Madura United kembali menambah deretan hasil mengecewakan dengan mengalahkan Persik Kediri 2-1 dalam Derbi Jatim pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Kekalahan ini menandai babak kelima belas tanpa tiga poin bagi Persik dan menegaskan kembali posisi kritis Madura United yang kini kembali terperosok ke zona merah setelah 11 laga beruntun tanpa kemenangan.

Di laga tersebut, Yandi Sofyan, striker berpengalaman Persik Kediri, tetap menegaskan tekad timnya meski berada di bawah tekanan. “Kami hanya butuh satu kemenangan untuk bangkit lagi,” ujar Sofyan setelah pertandingan, menambah catatan optimisme di tengah situasi yang menantang. Pemain berusia 27 tahun ini, yang pernah meniti karier di Brisbane Roar U-21, menyoroti pentingnya konsistensi dan kerja keras di setiap fase pertandingan.

Persik Kediri memang belum mampu meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, hanya memperoleh satu hasil imbang. Namun, sebelum menghadapi Madura United, Persik menunjukkan dominasi melawan Persijap dengan hasil 0-0, meski harus mengandalkan pertahanan yang rapuh karena cedera dan akumulasi kartu kuning pada pemain kunci seperti Adrian Luna, Telmo Castanheira, Kiko Carneiro, dan Ezra Walian.

Sementara itu, Borneo FC Samarinda mengukir kemenangan tipis 2-1 atas PSBS Biak pada pekan yang sama, menempatkan mereka selangkah lebih dekat ke posisi Persib Bandung. Pada saat yang sama, Persib berhasil menambah tiga poin dengan mengalahkan Bali United 3-2, memperlebar jarak selisih poin menjadi empat antara Borneo FC dan Persib.

Berita baik bagi Madura United datang sejenak ketika mereka berhasil mencatatkan kemenangan 2-1 atas Persik Kediri pada pekan sebelumnya, namun kebahagiaan tersebut sirna setelah Persis Solo mengejutkan semua dengan mengalahkan Semen Padang 2-1, menurunkan Madura United kembali ke zona merah. Kegagalan ini menambah tekanan pada pelatih Marcos Reina yang bersama Yandi Sofyan menilai performa tim belum maksimal.

Statistik akhir pekan ke-27 menunjukkan bahwa Persis Solo naik ke posisi 15 dengan 24 poin, sementara Madura United berada di zona merah dengan risiko degradasi yang semakin nyata. Super League masih menyisakan tujuh pekan lagi, sehingga perubahan posisi di puncak maupun zona merah masih sangat mungkin terjadi.

Para analis menilai bahwa Madura United harus segera memecahkan rantai kekalahan panjang mereka. Dalam 11 laga terakhir, tim asal Pamekasan belum mampu mengamankan tiga poin, sebuah catatan yang menempatkan mereka di antara tim-tim yang paling tertekan di liga. Faktor utama yang disorot meliputi kurangnya efektivitas di lini serang serta kebobolan berulang pada menit-menit krusial.

Di sisi lain, Persik Kediri tetap berpegang pada semangat juang. Yandi Sofyan mengingatkan bahwa meski tim mereka mengalami kegagalan, motivasi tetap tinggi. “Tidak ada yang salah dengan tim ini. Kami hanya belum beruntung,” katanya. Ia menambahkan bahwa kerja keras di latihan dan pertandingan harus terus ditingkatkan, baik dalam pertahanan maupun serangan.

Dengan sisa pekan yang terbatas, semua mata kini tertuju pada Borneo FC yang berusaha menutup jarak dengan Persib, serta Madura United yang berusaha keluar dari zona merah. Kedua tim tersebut harus mengoptimalkan strategi, mengurangi kesalahan individu, dan memanfaatkan peluang dalam setiap laga untuk memperbaiki klasemen mereka sebelum musim berakhir.

Secara keseluruhan, dinamika Super League 2025/2026 semakin menegangkan. Persik Kediri, meski masih berada di zona negatif, menunjukkan tekad untuk bangkit kembali dengan mengandalkan pemain berpengalaman seperti Yandi Sofyan. Sementara Madura United harus segera memutus rantai 11 laga tanpa kemenangan agar tidak terjerumus lebih dalam ke zona degradasi. Pertarungan di sisa pekan mendatang akan menjadi penentu nasib akhir kedua klub.