Liput – 13 April 2026 | Johor Darul Ta’zim (JDT) kembali menjadi sorotan utama Liga Super Malaysia setelah harus menerima hasil imbang 1-1 melawan Terengganu pada laga pekan ini. Pertandingan yang berlangsung di Sultan Ibrahim Stadium menandai kegagalan tim asuhan Xisco Munoz dalam meraih musim sempurna yang selama ini menjadi target utama. Meskipun JDT membuka skor lebih dulu lewat gol Bergson da Silva pada menit ke-23, gol balasan dari Ehson Panjshanbe pada menit ke-36 berhasil mengembalikan kedudukan menjadi seri.
Pelatih kepala JDT, Xisco Munoz, tidak segan mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut hasil tersebut sebagai “kick in the face” yang berfungsi sebagai alarm bagi skuadnya. “Kami harus bangun dan fokus lebih baik untuk menutup musim Super League dengan baik,” tegas Munoz. Ia menambahkan bahwa meskipun peluang mencetak gol cukup banyak, tim gagal memanfaatkan situasi krusial, sehingga harus belajar dari kesalahan tersebut.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi serangan JDT. Tim berhasil menciptakan lebih dari 15 peluang tembakan, namun hanya satu yang berbuah gol. Di sisi lain, kiper Terengganu, Rahadiazli Rahalim, tampil impresif dengan beberapa penyelamatan krusial yang membantu menjaga gawang tetap bersih setelah gol pertama JDT.
- Gol JDT: Bergson da Silva (23′)
- Gol Terengganu: Ehson Panjshanbe (36′)
- Jumlah tembakan JDT: 18 (8 di atas gawang)
- Jumlah tembakan Terengganu: 7 (3 di atas gawang)
- Kartu kuning: 3 untuk JDT, 2 untuk Terengganu
Dengan hasil ini, JDT kini memiliki 61 poin dari 21 pertandingan, masih memimpin klasemen dengan selisih empat poin dari tim terdekat. Posisi ini tetap kuat, namun tekanan untuk tetap tak terkalahkan semakin berat, terutama mengingat persaingan ketat dari tim-tim papan atas lain seperti Selangor dan Kuching City yang tengah berjuang menutup jarak.
Kuching City, misalnya, baru saja mengukir kemenangan 4-1 atas PDRM FC dan naik ke posisi kedua dengan 43 poin dari 20 pertandingan. Sementara itu, Selangor berada di posisi ketiga dengan poin yang sama namun selisih gol yang lebih rendah. Persaingan ini menambah beban mental bagi JDT menjelang sisa musim.
Di luar kompetisi domestik, JDT juga menyiapkan diri untuk kompetisi internasional. AFC Champions League Elite kini memasuki fase knockout di Jeddah, dan JDT diprediksi akan menjadi salah satu perwakilan kuat dari wilayah Barat Asia. Jadwal yang padat antara pertandingan liga dan laga internasional menuntut manajemen rotasi pemain yang cermat, terutama mengingat kepadatan kalender pada bulan April.
Para pengamat menilai bahwa kegagalan JDT meraih musim sempurna bukan berarti tim kehilangan kualitas. Sebaliknya, hasil imbang ini menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan efisiensi akhir pertandingan. Xisco Munoz dijangka akan melakukan penyesuaian taktik, terutama dalam hal penyerangan cepat dan pemanfaatan ruang di lini pertahanan lawan.
Penggemar JDT diharapkan tetap memberikan dukungan moral, mengingat tim masih memimpin klasemen dan memiliki peluang besar untuk mengamankan gelar juara. Sementara itu, tekanan dari rival-rival yang terus berusaha menutup jarak akan menjadi ujian akhir bagi skuad yang dipimpin oleh Xisco Munoz.
Kesimpulannya, draw melawan Terengganu menjadi titik balik yang penting bagi JDT. Dengan mengidentifikasi kelemahan dalam penyelesaian akhir, memperkuat mental pemain, dan menyeimbangkan beban kompetisi domestik serta internasional, JDT masih berada pada posisi yang menguntungkan untuk mengakhiri musim dengan trofi. Namun, tantangan berikutnya tidak akan mudah, dan setiap poin yang tersisa menjadi sangat berharga dalam perjuangan mempertahankan dominasi di sepak bola Malaysia.