Arema FC Tertahan, Malut United Gagal Menembus Puncak: Klasemen Super League Bergeser Dramatis Setelah DU Bungkam PSIM

Liput – 08 April 2026 | Persaingan di puncak BRI Super League semakin ketat menjelang penghujung fase reguler. Pertandingan yang mempertemukan DU dengan PSIM pada Minggu (6 April 2026) berakhir dengan kemenangan tipis DU 1-0, mengakibatkan perubahan signifikan pada klasemen lima tim yang masih berjuang menghindari degradasi. Dua tim yang paling terdampak, Arema FC dan Malut United, kini terhenti di posisi menengah meski masih menyimpan harapan untuk mengamankan tiket aman ke fase berikutnya.

Hasil DU melawan PSIM tidak hanya menambah tiga poin bagi DU, tetapi juga menurunkan moral PSIM yang sebelumnya berada di zona aman tengah klasemen. Kemenangan tersebut memaksa Arema FC, yang sebelumnya berada di posisi ke-8 dengan 14 poin, harus menunggu hasil pertandingan lawan mereka melawan PSM Makassar. Sementara Malut United, yang menempati posisi ke-9 dengan 13 poin, masih harus menunggu konfrontasi melawan Persikabo 1973 untuk mengamankan tiga poin tambahan.

Berikut rangkuman klasemen lima tim yang masih terancam degradasi setelah putaran ke-22:

Posisi Tim Ma Me Ser GM GK Poin
12 Arema FC 22 6 10 22 16 14
13 Malut United 22 5 11 21 16 13
14 PSIM Yogyakarta 22 5 10 24 17 12
15 Persikabo 1973 22 4 12 30 18 10
16 Persela Lamongan 22 4 13 33 20 8

Statistik di atas menunjukkan bahwa selisih poin antara Arema FC dan Malut United sangat tipis, hanya satu poin. Kedua tim masih memiliki peluang untuk mengamankan tiga poin pada dua laga terakhir, namun mereka harus mengandalkan kemenangan tanpa mengandalkan selisih gol yang besar.

Manajer Arema FC, Joko Susilo, mengungkapkan bahwa timnya akan mengadopsi taktik lebih defensif pada laga berikutnya melawan PSM Makassar. “Kami tidak bisa mengorbankan poin lagi. Fokus utama adalah menutup ruang bagi lawan, sekaligus memanfaatkan peluang lewat serangan balik,” ujar Joko dalam konferensi pers pasca pertandingan melawan Persikabo 1973 yang berakhir imbang 1-1.

Sementara itu, pelatih Malut United, Rudi Hartono, menekankan pentingnya konsistensi dalam lini tengah. “Kami harus menahan tekanan di pertahanan, tetapi tidak boleh terlalu pasif. Kreativitas dari gelandang kami harus menjadi kunci untuk membuka pertahanan lawan,” jelas Rudi.

Di sisi lain, DU yang berhasil mengalahkan PSIM kini menempati posisi ke-7 dengan 22 poin, selisih hanya dua poin dari zona aman. Keberhasilan mereka tidak lepas dari performa gemilang penyerang asal Brazil, Lucas Ribeiro, yang mencetak satu-satunya gol pada menit ke-78 setelah serangan balik cepat. Kepala klub DU, Arif Hidayat, menyatakan rasa puas namun tetap waspada. “Kemenangan ini penting, namun kami masih harus berjuang keras untuk keluar dari zona bahaya. Setiap laga berikutnya harus dimaksimalkan,” katanya.

Berita lain yang turut memengaruhi dinamika klasemen adalah penurunan performa PSIM Yogyakarta. Setelah gagal meraih poin melawan DU, PSIM kini berada di posisi ke-14 dengan 12 poin dan harus mengejar hasil positif pada dua pertandingan terakhir untuk menghindari degradasi. Pelatih PSIM, Budi Santoso, mengakui bahwa tim masih belum menemukan ritme yang tepat. “Kami akan melakukan evaluasi mendalam pada taktik dan susunan pemain. Harapannya, kami dapat bangkit di laga berikutnya,” ujarnya.

Secara keseluruhan, lima tim yang masih terancam degradasi kini berada dalam situasi yang menegangkan. Dengan hanya dua pekan tersisa, setiap poin menjadi sangat berharga. Analisis statistik menunjukkan bahwa tim yang berhasil mengamankan tiga poin pada dua laga terakhir memiliki peluang 70% untuk bertahan di kelas atas. Namun, faktor cedera dan suspensi pemain kunci masih menjadi variabel yang dapat mengubah skenario akhir.

Penggemar sepak bola Indonesia kini menantikan konfrontasi dramatis antara Arema FC vs PSM Makassar serta Malut United vs Persikabo 1973. Kedua laga diprediksi akan menjadi pertarungan sengit dengan intensitas tinggi, mengingat masing-masing tim membutuhkan hasil positif untuk mengamankan posisi aman di klasemen.

Dengan tekanan yang terus meningkat, manajemen klub, pelatih, dan pemain diharapkan dapat menampilkan performa terbaik. Bila Arema FC berhasil mengamankan kemenangan, mereka berpotensi naik ke posisi ke-10 dan mengurangi risiko degradasi. Sebaliknya, kegagalan di kedua laga terakhir dapat menjerumuskan mereka ke zona terendah dan memaksa mereka berjuang di play‑off relegasi.

Persaingan di BRI Super League musim ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan antara tim yang berada di puncak dan tim yang berada di zona terancam. Kemenangan DU melawan PSIM menjadi katalisator perubahan klasemen, sementara Arema FC dan Malut United harus segera bangkit untuk menghindari nasib buruk di akhir musim.