Monaco Gagal Lanjutkan Tren Gemilang, Sementara Marseille Menang Telak Atas Metz

Liput – 12 April 2026 | AS Monaco mengalami kemunduran signifikan pada pekan ke-29 Ligue 1 setelah tersingkir dari kemenangan beruntun tujuh laga dengan hasil 4-1 melawan Paris FC di Stade Jean-Bouin. Kembalinya gelandang berpengalaman Paul Pogba ke skuad tidak mampu mengubah nasib tim, yang gagal memanfaatkan peluang dan terpaksa menelan kekalahan berat di depan pendukung lawan.

Dalam pertandingan tersebut, Paris FC menampilkan serangan cepat sejak menit awal, mencetak tiga gol dalam 24 menit pertama melalui aksi brilian Jonathan Ikone yang mencetak dua gol, serta kontribusi gol dari striker asal Italia, Ciro Immobile. Monaco sempat memperkecil selisih lewat gol tunggal Folarin Balogun tepat sebelum jeda, namun upaya tersebut tidak cukup untuk menahan laju Paris FC yang menambah satu gol lagi melalui Luca Koleosho pada menit ke-71. Kekalahan ini sekaligus menghentikan rentetan kemenangan Monaco yang sebelumnya melibas lawan-lawan seperti Lille dan Monaco dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Di sisi lain, Olympique de Marseille menegaskan kembali ambisinya untuk kembali ke puncak klasemen setelah menumbangkan klub terbawah, Metz, dengan skor 3-1 pada laga kandang di Stade Vélodrome. Mason Greenwood, yang baru bergabung dan langsung menambah nilai permainan tim, memberikan dua assist penting. Assist pertamanya membantu Pierre-Emerick Aubameyang mencetak gol pembuka pada menit ke-13 lewat serangan balik cepat. Assist kedua mempertemukan Igor Paixao dengan peluang untuk mencetak gol kedua pada menit ke-55, menambah keunggulan Marseille menjadi 2-0.

Metz sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol balasan dari Georgiy Tsitaishvili pada menit ke-56, namun Marseille kembali mengamankan kemenangan lewat gol tambahan dari Hamed Junior Traoré pada menit tambahan pertama babak pertama. Kemenangan ini menempatkan Marseille di posisi ketiga klasemen, melampaui Lille, dan menunjukkan bahwa tim yang dipimpin oleh pelatih Gennaro Gattuso berhasil bangkit setelah dua kekalahan beruntun melawan Monaco dan Lille dengan skor masing-masing 2-1.

Statistik kedua pertandingan menyoroti perbedaan utama dalam efektivitas serangan. Monaco mencatat 14 tembakan dengan hanya 4 di antaranya mengarah ke gawang, sementara Paris FC menghasilkan 9 tembakan, 7 di antaranya tepat sasaran. Marseille, di sisi lain, mengendalikan permainan dengan 18 tembakan, 9 di antaranya mengarah ke gawang, dan berhasil memanfaatkan dua assist Greenwood untuk membuka peluang. Metz hanya mampu menghasilkan 5 tembakan, dengan satu yang berhasil menguji kiper Marseille.

  • Monaco vs Paris FC: Hasil 1-4, akhir rentetan 7 kemenangan.
  • Marseille vs Metz: Hasil 3-1, naik ke posisi ketiga klasemen.
  • Pemain kunci: Paul Pogba (Monaco), Mason Greenwood (Marseille), Pierre-Emerick Aubameyang (Marseille), Jonathan Ikone (Paris FC).

Kedua tim kini menghadapi tantangan berbeda di sisa musim. Monaco harus berusaha mengembalikan kepercayaan diri dan memperbaiki pertahanan agar tidak terpuruk lebih jauh, sementara Marseille menargetkan konsistensi untuk menutup jarak dengan pemuncak klasemen. Pertarungan selanjutnya antara Monaco dan Marseille akan menjadi sorotan, mengingat catatan pertemuan keduanya yang berpotensi menentukan peringkat akhir Ligue 1.

Jika Monaco dapat memperbaiki performa mereka dan mengoptimalkan peran pemain bintang seperti Pogba, peluang untuk kembali bersaing di puncak klasemen masih terbuka. Sementara itu, Marseille harus menjaga momentum positifnya, mengandalkan kreativitas Greenwood dan pengalaman Aubameyang untuk mengamankan posisi mereka di zona gelar. Pertandingan antara kedua tim dijadwalkan pada bulan Mei, dan diprediksi akan menjadi pertandingan penentu yang penuh tensi.