Liput – 20 April 2026 | Pelatih asal Spanyol, Luis Enrique, terus berada di sorotan utama Ligue 1 setelah menavigasi Paris Saint-Germain (PSG) melalui fase kritis musim 2025/2026. Pada pekan ke-30, PSG berada di puncak klasemen namun harus menghadapi serangkaian rintangan, mulai dari cedera pemain kunci, kritik publik atas hasil negatif, hingga penyesuaian taktik dengan kehadiran tiga bek Amerika Selatan.
Setelah pertandingan melawan Olympique Lyonnais pada 19 April, Luis Enrique tidak menahan emosinya. “Kami mencoba menciptakan peluang, namun lawan lebih klinis. Kami mencatat 23 tembakan dibandingkan lima dari Lyon, tetapi mereka mengonversi dua gol,” ujarnya di konferensi pers PSG TV. Ia menambahkan, “Kami kehilangan satu penalti dan hanya berhasil mencetak satu gol di akhir pertandingan. Ini sepakbola, namun kami harus bangkit dan mengumpulkan tiga poin di setiap laga.”
Kekalahan tersebut menambah tekanan pada Luis Enrique, mengingat jadwal padat dengan laga setiap tiga hari. Ia menegaskan pentingnya rotasi pemain, khususnya di lini belakang, untuk menjaga kebugaran. “Hari Rabu kami harus siap menghadapi Nantes, dan liga semakin ketat dengan performa impresif dari Lens,” katanya.
Sementara itu, cedera Vitinha menjadi isu tambahan. Pemain tengah asal Portugal mengalami masalah otot menjelang pertandingan penting melawan Bayern Munich di kompetisi Eropa. Luis Enrique mengakui, “Kita harus memantau kondisi Vitinha secara intensif, namun kami tetap memiliki opsi lain untuk mengendalikan lini tengah.”
Di sisi lain, PSG memperkuat pertahanan dengan tiga pemain asal Amerika Selatan pada musim ini. Willian Pacho (Ekuador) menjadi bek tengah utama, menampilkan kestabilan dan kemampuan distribusi bola yang membantu membangun serangan dari belakang. Sejak kedatangannya dari Eintracht Frankfurt dengan nilai transfer 40 juta euro, Pacho telah tampil dalam 20 pertandingan, mencetak dua gol dan tiga assist.
Marquinhos (Brasil), yang beralih dari AS Roma pada 2013, tetap menjadi sosok sentral meski menit bermainnya menurun. Ia kini menjabat sebagai kapten, mengorganisir lini belakang serta memberikan pengalaman tak ternilai. Hingga pekan ke-30, Marquinhos telah menempuh 11 pertandingan, memberikan kontribusi defensif dan kepemimpinan yang krusial.
Lucas Beraldo (Brasil) berperan sebagai pelapis serbaguna, mampu mengisi posisi bek tengah maupun gelandang bertahan. Dengan 13 penampilan dan satu assist, ia menambah kedalaman skuad pada sisi pertahanan.
Strategi Luis Enrique menitikberatkan pada duet bek tengah yang fleksibel. Ia lebih sering menurunkan kombinasi Pacho dan Ilya Zabarnyi sebagai pilihan utama, sementara Marquinhos diposisikan sebagai pelapis yang dapat masuk kapan saja dibutuhkan. Kombinasi ini memberikan keseimbangan antara kekuatan fisik, kecepatan, dan kemampuan membaca permainan.
Di luar lapangan, nama Luis Enrique kembali muncul dalam pemberitaan kriminal di Amerika Serikat. Seorang pria bernama Luis Enrique Mendoza‑Zamora, yang tidak terkait dengan pelatih, dijatuhi hukuman 14 bulan penjara karena menembak mobil pacarnya pada tahun 2024. Kasus ini menambah kompleksitas citra publik nama Luis Enrique, meskipun konteksnya sama sekali berbeda.
Dengan tekanan kompetitif yang terus meningkat, Luis Enrique menegaskan fokus tim pada konsistensi dan mentalitas juara. “Kami harus kembali ke lapangan pada hari Rabu dengan tekad untuk mengamankan tiga poin dan melanjutkan perjuangan kami menjadi juara Ligue 1,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, PSG berada pada posisi yang menguntungkan namun rawan. Cedera, rotasi pemain, dan adaptasi taktik menjadi kunci utama untuk mempertahankan keunggulan di liga. Luis Enrique, sebagai otak strategis, diharapkan dapat memanfaatkan kedalaman skuad, khususnya pemain Amerika Selatan, untuk menutup celah dan mengukir kemenangan berkelanjutan.