Paris FC Menghujani Monaco 4-1: Pogba Kembali, Pertahanan Monaco Remuk, dan Dampak pada Pencarian Tiket Liga Champions

Liput – 12 April 2026 | Paris FC menorehkan kemenangan telak 4-1 atas AS Monaco pada lanjutan pekan ke-29 Ligue 1, menambah tekanan pada klub Monaco yang kini berada di posisi kelima dan tertinggal tiga poin dari zona otomatis Liga Champions. Pertandingan yang berlangsung pada Jumat malam di Stade Charléty menjadi sorotan utama karena kembalinya Paul Pogba setelah empat bulan absen karena cedera, serta serangkaian kesalahan defensif yang membuat Monaco takluk secara menyakitkan.

Gol pembuka datang lebih awal ketika Jonathan Ikone menembus pertahanan Monaco dan mencetak gol jarak dekat, memberi Paris FC keunggulan 1-0. Ciro Immobile, striker berpengalaman yang baru saja bergabung dengan Monaco, memperlebar selisih menjadi 2-0 setelah menerima umpan tepat dari Marshall Munetsi. Pada menit ke-36, Folarin Balogun, yang baru bergabung pada bursa panas, berhasil mengurangi defisit dengan gol dari dalam kotak penalti, menjadikan skor 2-1.

Pogba masuk pada menit ke-69, menggantikan Kevin Hradecky di lini tengah. Meski hanya tampil selama 21 menit, bekas bintang Manchester United tersebut langsung mendapat sorakan hangat dari kedua kubu. Pogba mengakui perasaan “great” setelah kembali ke lapangan, menyatakan komitmennya untuk membantu Monaco hingga akhir musim meski timnya berada di zona kesulitan. Sayangnya, kontribusinya tidak cukup untuk mengubah alur pertandingan.

Paris FC kembali menambah keunggulan lewat gol kedua Ikone pada menit ke-45+2, memanfaatkan serangan balik cepat yang dimulai dari Immobile. Gol ketiga datang dari Luca Koleosho, yang mengeksekusi tembakan keras ke sudut kanan atas gawang setelah menerima umpan balik cepat. Akhirnya, pada menit ke-78, Paris FC menutup skor 4-1 melalui gol tambahan yang melibatkan kombinasi serangan balik cepat dan kesalahan pertahanan Monaco.

Analisis taktik menunjukkan bahwa lini belakang Monaco menjadi titik lemah utama. Trio bek Kehrer, Zakaria, dan Faes, yang biasanya andal, tampak kebobolan berulang kali akibat serangan cepat Paris FC. Kehrer, yang merayakan penampilan ke-150 di Ligue 1, terlihat kurang tajam dalam mengatur pertahanan, bahkan mengirimkan bola berbahaya ke area lawan pada menit ke-58. Zakaria kehilangan posisi, sementara Faes tidak mampu menutup ruang bagi koleosho yang akhirnya mencetak gol. Pengganti-pengganti seperti Diatta dan Mawissa tidak mampu mengembalikan kestabilan lini belakang.

Serangan Monaco juga tidak berfungsi maksimal. Balogun, yang berhasil mencetak satu gol, tidak mendapat dukungan yang cukup dari lini tengah. Ansu Fati, yang biasanya menjadi ancaman, gagal menembus pertahanan Paris FC dan hanya menghasilkan satu tembakan yang diselamatkan oleh kiper Kevin Trapp. Sementara itu, pemain seperti Camara dan Bamba menunjukkan performa yang tidak konsisten, dengan Bamba yang pada awalnya tampak ragu namun kemudian mampu menyalurkan umpan kepada Balogun.

Setelah pertandingan, pelatih Monaco menanggapi kekalahan dengan menyoroti masalah defensif dan kebutuhan untuk memperbaiki transisi dari pertahanan ke serangan. Sebastien Pocognoli, yang menjadi analis pasca-pertandingan, menyebutkan bahwa ketidaksesuaian taktik dan kurangnya konsentrasi menjadi faktor utama yang menyebabkan Monaco tersingkir. Ia menambahkan bahwa kembalinya Pogba memberikan harapan, namun pemain tersebut masih membutuhkan waktu untuk mencapai kebugaran penuh.

Kekalahan ini menurunkan peluang Monaco untuk mengamankan tiket otomatis Liga Champions. Dengan tiga poin selisih dari posisi ketiga, klub harus mengumpulkan poin maksimal dalam sisa pertandingan untuk mengembalikan posisi mereka. Sementara Paris FC, yang masih berada di zona promosi, memperoleh dorongan moral yang signifikan dan membuktikan kapasitas mereka untuk bersaing melawan tim-tim besar Ligue 1.

Kesimpulannya, pertandingan ini menegaskan kembali pentingnya stabilitas defensif dan pemanfaatan maksimal pemain bintang seperti Pogba. Monaco harus segera memperbaiki organisasi lini belakang serta meningkatkan kreativitas di lini tengah agar dapat kembali bersaing untuk tiket Liga Champions. Paris FC, dengan serangan cepat dan disiplin taktis, berhasil memanfaatkan setiap celah yang ditinggalkan lawan, menjadikan kemenangan 4-1 sebagai salah satu hasil paling mengejutkan pada minggu ini di Ligue 1.