Liput – 09 April 2026 | Nottingham Forest akan menantang FC Porto pada leg pertama perempat final Liga Europa 2025/2026 di Estadio do Dragão, Jumat 10 April 2026 pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ujian strategi Vitor Pereira, mantan pelatih Porto (2011‑2013), melainkan juga ajang pembuktian bagi skuad Porto yang tengah memimpin klasemen Liga Portugal di bawah asuhan Francesco Farioli.
Dalam wawancara eksklusif bersama Colin Fray di BBC Radio Nottingham, Pereira menegaskan pentingnya konsentrasi setiap detik dan mentalitas bersaing untuk setiap bola. Ia mengungkapkan bahwa penyerang asal Selandia Baru, Chris Wood, telah kembali berlatih setelah cedera enam bulan, namun Pereira tidak mengharapkan ia bermain 90 menit penuh. “Kami harus mengelola kebugarannya dengan bijak,” ujar Pereira.
Pereira juga menyoroti kebutuhan rotasi pemain di kompetisi berganda. Ia percaya bahwa Porto, yang dikenal mengubah sepuluh pemain dalam laga Europa League, menuntut semua pemain siap tampil. “Jika satu pemain diganti, ia tetap akan berkontribusi karena mereka merasa penting bagi klub,” tambahnya.
Di sisi lain, prediksi yang dirilis oleh Bola.net menilai Porto memiliki keunggulan signifikan berkat konsistensi dan kekuatan kandang. Tim Farioli hanya sekali kalah di Estadio do Dragão sepanjang musim dan mencatat lima kemenangan kandang di Liga Europa. Sementara Forest, yang berada di posisi ke‑16 Premier League, masih berjuang menghindari zona degradasi, namun mereka menunjukkan mentalitas kuat di kompetisi Eropa dengan mengalahkan Fenerbahçe dan Midtjylland.
Berikut perkiraan susunan pemain kedua tim:
| Porto (4‑3‑3) | Forest (4‑2‑3‑1) |
|---|---|
| D. Costa | Sels |
| A. Costa, Bednarek, Kiwior, Sanusi | Williams, Milenkovic, Murillo, Netz |
| Froholdt, Varela, Fofana | Sangare, Domínguez |
| Gomes, Moffi, Sainz | Ndoye, Gibbs‑White, Hudson‑Odoi |
| Jesús |
Porto diprediksi akan mengandalkan Terem Moffi sebagai ujung tombak, didukung oleh William Gomes dan Borja Sainz di sisi sayap. Di lini tengah, Froholdt, Varela, dan Fofana diharapkan menguasai tempo permainan. Sementara Forest mengandalkan kreativitas Gibbs‑White dan Hudson‑Odoi serta ketajaman Jesús di depan.
Di luar strategi tim, FC Porto baru saja mengumumkan transfer bintang muda Polandia, Oskar Pietuszewski, dengan nilai 10 juta euro. Meskipun masih berusia 17 tahun, Pietuszewski sudah mencatatkan gol tercepat dalam sejarah klub pada 27 Februari, hanya 13 detik setelah pertandingan dimulai melawan FC Arouca. Ia menjadi pencetak gol asing termuda Porto dan menunjukkan kemampuan dribel yang menakjubkan, bahkan mendapat pujian dari mantan bintang klub, Ricardo Quaresma.
Pietuszewski, yang sebelumnya meniti karier di Jagiellonia Białystok, dipandang sebagai talenta generasi berikutnya yang dapat bersaing dengan nama‑nama besar seperti Luis Díaz atau Lamine Yamal. Meskipun masih dalam proses adaptasi, ia telah memberikan kontribusi langsung dalam beberapa penampilan awal di Liga Portugal, termasuk gol dan assist yang membantu Porto mempertahankan posisi puncak.
Gabungan faktor-faktor tersebut – pengalaman Vitor Pereira yang pernah melatih Porto, kedalaman skuad yang mampu berotasi, serta munculnya bintang muda berpotensi mengubah dinamika serangan – menambah lapisan dramatis pada laga yang dijadwalkan. Jika Porto mampu mengeksekusi rencana rotasi dan memanfaatkan keunggulan kandang, prediksi skor akhir 2‑1 untuk kemenangan tipis mereka tampak realistis. Namun, Forest tidak boleh diremehkan; sejarah menunjukkan mereka pernah mengalahkan Porto 2‑0 pada pertemuan liga musim ini, dan kemampuan serangan balik cepat mereka dapat mengancam pertahanan Dragão.
Dengan atmosfer yang diprediksi akan memukau, serta tekanan untuk menambah koleksi trofi Eropa, pertandingan ini menjanjikan aksi kelas dunia. Kedua pelatih menekankan pentingnya kesiapan mental dan taktik fleksibel, menjadikan pertemuan ini salah satu sorotan utama kalender sepak bola Eropa minggu ini.