Liput – 08 April 2026 | Olympiacos Piraeus memperkuat posisi puncak klasemen EuroLeague setelah menumbangkan Real Madrid dengan skor 102-88 pada putaran ke-36. Penampilan gemilang guard asal Amerika Serikat, Tyler Dorsey, menjadi sorotan utama ketika ia mencetak rekor pribadi 37 poin serta PIR 43, menandai salah satu penampilan individu paling dominan musim ini.
Sejak awal kampanye 2025/26, Dorsey telah bertransformasi dari pemain periferal menjadi titik fokus ofensif tim. Perubahan itu terwujud jelas pada laga melawan Los Blancos, di mana ia menembak empat tiga angka dan menambah serangkaian serangan masuk ke keranjang, membantu Olympiacos membuka keunggulan awal 15 poin pada menit ke-8.
“There’s nothing to explain – I’m motivated. I have something to prove every night, that’s it,” ujar Dorsey kepada Eurohoops setelah pertandingan. Ia menegaskan bahwa tekanan dari insiden sebelumnya dengan pelatih Georgios Bartzokas tidak memengaruhi performanya: “I don’t care. I don’t get in my feelings about anything, so that has nothing to do with me.”
Kolaborasi Dorsey dengan power forward Sasha Vezenkov menjadi faktor kunci. Kedua pemain mencetak total 24 poin hanya dari tembakan tiga angka, menciptakan jeda 15 poin di kuarter pertama. Kombinasi serangan mereka dibandingkan netizen dengan duo legendaris Los Angeles Lakers, Shaquille O’Neal dan Kobe Bryant—sebuah pujian yang Dorsey sambut dengan senyum karena ia mengaku penggemar berat Lakers sejak kecil.
Di sisi Real Madrid, Tim Scariolo berjuang keras. Kyle Lyles menjadi satu-satunya pemain yang mencetak di atas 20 poin (22 poin), namun upaya tim tidak cukup untuk menahan laju Olympiacos. Turnover tinggi dan pertahanan yang kurang konsisten menjadi penyebab utama kegagalan Madrid mempertahankan ritme permainan.
Statistik penting dari pertandingan:
- Tyler Dorsey: 37 poin, 8 tiga angka, PIR 43
- Sasha Vezenkov: 24 poin, 2 tiga angka
- Kyle Lyles (Real Madrid): 22 poin
- Skor akhir: Olympiacos 102 – 88 Real Madrid
- Olympiacos mengamankan tiket playoff pertama dalam musim ini
Keberhasilan ini menempatkan Olympiacos pada posisi pole position untuk menyelesaikan fase reguler sebagai tim unggulan. Meskipun sejarah mencatat bahwa tim pertama di klasemen jarang berhasil mengangkat trofi EuroLeague, Dorsey menepis kepercayaan pada “kutukan” tersebut. “No, I don’t believe in any curse. Being first is a great accomplishment,” ujarnya.
Dengan dua pertandingan tersisa, fokus pelatih Georgios Bartzokas tetap pada konsistensi. Ia menegaskan pentingnya menjaga intensitas pertahanan serta mengoptimalkan peluang tiga angka, strategi yang terbukti efektif melawan Real Madrid.
Secara keseluruhan, penampilan Dorsey tidak hanya meningkatkan peluang Olympiacos meraih gelar, tetapi juga mengukuhkan dirinya dalam perbincangan MVP akhir musim. Meski ia menghindari perdebatan penghargaan, pernyataan “I have something to prove every night” mencerminkan ambisi pribadi yang masih jauh dari puas.
Jika Olympiacos berhasil mempertahankan performa ini hingga akhir musim, mereka tidak hanya akan menambah catatan historis klub, tetapi juga menegaskan kembali kebangkitan basket Yunani di panggung Eropa.