Merdeka Gold Resources Ungkap Cadangan Emas Kolokoa: Potensi 20‑40 Juta Ton di Gorontalo

Liput – 21 April 2026 | PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan penemuan cadangan emas Kolokoa yang terletak hanya 500 meter dari Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Temuan awal dari 30 lubang bor menunjukkan adanya zona mineralisasi luas dengan kadar hingga 1,57 gram per ton (g/t) dan perkiraan total target eksplorasi sebesar 20‑40 juta ton bijih, dengan kadar rata‑rata 0,3‑0,5 g/t.

Lokasi strategis Kolokoa memungkinkan perusahaan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada di Pani, termasuk jaringan haulage, fasilitas pengolahan, dan kontrol grade. Menurut Direktur Utama EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, kedekatan ini menjadikan Kolokoa sebagai “sumber daya satelit” yang dapat memperpanjang umur tambang serta meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.

Data teknis utama

  • Jumlah lubang bor selesai: 30 dari rencana 82 untuk tahun 2026.
  • Kadar emas tertinggi: 1,57 g/t pada kedalaman dekat permukaan.
  • Target eksplorasi: 20‑40 juta ton bijih dengan kadar 0,3‑0,5 g/t.
  • Uji metalurgi (bottle‑roll): perolehan emas 87‑94 % untuk material oksida, 81‑92 % untuk material transisi.

Hasil metalurgi ini selaras dengan proses pengolahan yang telah diterapkan di Tambang Pani, sehingga integrasi produksi diperkirakan tidak memerlukan investasi besar tambahan. Namun, manajemen menekankan bahwa estimasi ini masih konseptual dan akan disempurnakan seiring dengan program pengeboran lanjutan serta evaluasi menurut standar JORC dan KCMI.

Implikasi nilai perusahaan

Para analis pasar menilai penemuan cadangan tersebut dapat mengubah prospek keuangan EMAS. Nafan Aji Gusta Utama, Senior Market Analyst Mirae Asset, menganggap bahwa penambahan sumber daya sebesar 20‑40 juta ton dapat meningkatkan Net Asset Value (NAV) perusahaan serta menurunkan risiko deplesi aset. Ia menambahkan bahwa dominasi material oksida memudahkan proses ekstraksi, sehingga margin keuntungan berpotensi meningkat.

Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer, juga menyoroti bahwa peningkatan cadangan akan memperkuat ekspektasi produksi tahunan, khususnya mengingat Tambang Pani sudah mulai berproduksi pada Februari 2026 dengan target 100.000‑115.000 ounce emas.

Pengaruh global: BRICS dan pergeseran cadangan emas

Sementara EMAS fokus pada pengembangan domestik, tren global menunjukkan peningkatan akumulasi emas oleh blok ekonomi BRICS. Secara kolektif, aliansi ini kini menguasai lebih dari 6.000 ton emas fisik, sebuah langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan meningkatkan kedaulatan moneter. Harga emas dunia pada 21 April 2026 berada di kisaran US$4.822 per ounce, mendukung nilai investasi pada logam mulia.

Akumulasi emas oleh BRICS menandakan pergeseran geopolitik yang dapat memengaruhi permintaan emas secara global, termasuk di Indonesia. Dengan cadangan domestik yang terus berkembang, Merdeka Gold Resources berpotensi menjadi pemain kunci dalam rantai nilai emas regional, menyediakan pasokan yang stabil bagi pasar domestik maupun ekspor.

Prospek jangka menengah

Jika eksplorasi lanjutan mengonfirmasi estimasi saat ini, Kolokoa dapat menambah produksi tahunan EMAS hingga mencapai 15.000‑20.000 ounce emas tambahan, memperkuat posisi perusahaan di Bursa Indonesia. Selain itu, keberadaan cadangan ini dapat membuka peluang joint‑venture dengan perusahaan internasional yang tertarik pada proyek tambang berbiaya rendah dan dekat infrastruktur.

Secara keseluruhan, penemuan cadangan emas Kolokoa tidak hanya menambah aset fisik perusahaan, tetapi juga memperkuat fundamental ekonomi sektor pertambangan Indonesia di tengah dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh akumulasi emas BRICS dan fluktuasi nilai tukar dolar.