Liput – 21 April 2026 | Setiap tahun, 21 April diperingati sebagai hari lahir Raden Ajeng Kartini, tokoh emansipasi perempuan Indonesia. Pada tahun 2026, tanggal tersebut jatuh pada hari Selasa, menandai momentum penting bagi pendidikan dan kesetaraan gender. Meskipun memiliki nilai historis yang tinggi, peringatan ini tidak termasuk dalam daftar hari libur nasional, sehingga aktivitas kerja dan sekolah tetap berjalan seperti biasa.
Keputusan resmi penetapan Hari Kartini sebagai hari peringatan nasional diambil melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964, yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno pada 2 Mei 1964. Keputusan tersebut menetapkan 21 April sebagai tanggal tetap untuk mengenang perjuangan Kartini, tanpa mengubah statusnya menjadi hari libur.
Berbeda dengan hari besar lain yang dijadikan cuti bersama, Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 tidak mencantumkan Hari Kartini dalam daftar tanggal merah. Oleh karena itu, pada Hari Kartini 2026 seluruh instansi pemerintah, perusahaan, dan sekolah tetap beroperasi seperti hari kerja pada umumnya.
| Tanggal | Hari | Libur Nasional |
|---|---|---|
| 21 April 2026 | Selasa | Tidak |
Walaupun bukan hari libur, perayaan Hari Kartini tetap dirayakan secara meriah di seluruh Indonesia. Kegiatan yang umum dilakukan meliputi upacara bendera di sekolah, lomba pakaian adat, seminar tentang hak perempuan, serta diskusi panel yang menyoroti tantangan pendidikan bagi perempuan di era digital. Beberapa daerah bahkan menyelenggarakan pameran karya seni yang terinspirasi oleh surat-surat Kartini.
Sejarah singkat R.A. Kartini menegaskan pentingnya tanggal ini. Lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879, Kartini berasal dari keluarga bangsawan yang memiliki akses terbatas pada pendidikan bagi perempuan. Melalui korespondensi dengan sahabat-sahabat di Belanda, ia memperluas wawasan tentang hak gender dan kemudian mendirikan sekolah khusus perempuan di Jepara. Surat‑suratnya kemudian dikumpulkan dan diterbitkan dengan judul Door Duisternis Tot Licht, menjadi sumber inspirasi bagi gerakan feminis di Indonesia.
- Makna historis: mengenang perjuangan Kartini dalam membuka akses pendidikan bagi perempuan.
- Tujuan peringatan: meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender di semua sektor.
- Aktivitas umum: upacara, lomba pakaian adat, seminar, dan pameran seni.
Berbagai lembaga pendidikan dan organisasi non‑pemerintah memanfaatkan kesempatan ini untuk meluncurkan program beasiswa, pelatihan kepemimpinan, serta kampanye literasi digital bagi perempuan. Upaya‑upaya tersebut selaras dengan agenda pemerintah yang menargetkan peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja hingga 2025.
Kesimpulannya, meskipun Hari Kartini 2026 tidak dijadikan tanggal merah, peringatan ini tetap memegang peranan penting dalam menegakkan nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat agenda kesetaraan gender. Pemerintah, institusi pendidikan, serta masyarakat luas diharapkan terus mengoptimalkan momentum ini untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.