Liput – 18 April 2026 | Denpasar, 18 April 2026 – Umat Hindu Bali memperingati Hari Suci Tumpek Landep pada Sabtu, 18 April 2026. Perayaan ini jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Landep, hari yang secara tradisional dipersembahkan untuk penyucian pikiran (idep) serta pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam wujud Sang Hyang Siwa Pasupati, dewa yang melambangkan ketajaman mental dan penguasa segala peralatan manusia.
Meski sering disamakan dengan “otonan” kendaraan bermotor atau peralatan teknologi, makna terdalam Tumpek Landep terletak pada proses spiritual yang disebut Landeping Idep. Pada kesempatan ini, umat diajak untuk membersihkan dan memurnikan pikiran, sehingga dapat membedakan antara yang benar dan yang keliru, layaknya menajamkan alat-alat logam tradisional seperti keris, tombak, atau pedang yang dijadikan simbol.
Dr. Drs. I Gusti Ketut Widana, M.Si., akademisi Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, menegaskan perlunya pergeseran paradigma dalam memahami perayaan tersebut. Ia menuturkan, “Tumpek Landep bukan sekadar otonan bagi motor atau mobil, melainkan momentum meningkatkan kesadaran idep. Ini adalah Otonan Idep, yakni upaya menajamkan pikiran agar menjadi Manacika—pikiran yang bersih dan suci.” Widana menambahkan bahwa simbolik penyucian benda-benda tajam mencerminkan fungsi pikiran yang harus tajam untuk menilai baik dan buruk.
Di era digital, teknologi seperti komputer, ponsel, dan kendaraan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, tanpa pikiran yang tajam, berkarakter, dan kritis, manfaat teknologi tersebut tidak akan optimal. Melalui refleksi Tumpek Landep, umat diharapkan melampaui sekadar prosesi ritual dan lebih menekankan pada esensi spiritualnya, yakni menajamkan idep untuk menghadapi tantangan zaman dengan kebijaksanaan.
Harapannya, generasi muda Bali dapat menginternalisasi nilai-nilai ini, menjadikan teknologi sebagai alat yang melayani kemanusiaan, bukan sebagai tujuan akhir. Dengan menguatkan kesadaran idep, umat dapat berpikir cerdas, kritis, dan berkarakter, sehingga kontribusi mereka dalam pembangunan budaya dan sosial menjadi lebih bermakna. Tumpek Landep 2026 sekaligus menjadi panggilan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menata kembali hubungan antara spiritualitas, ilmu pengetahuan, dan inovasi teknologi demi masa depan yang lebih seimbang.