Liput – 11 April 2026 | Serial drama Korea “Phantom Lawyer” kembali mencuri perhatian penonton internasional setelah masuk dalam daftar Top 10 TV Shows di Netflix. Mengusung kombinasi unik antara legal drama, komedi, dan fantasi supranatural, serial ini menampilkan Yoo Yeon-seok sebagai pengacara muda yang memiliki kemampuan melihat dan berinteraksi dengan arwah. Kemampuan itu muncul setelah ia membuka kantor hukum di sebuah rumah bekas dukun, menjadikannya satu-satunya “pengacara hantu” di dunia nyata.
Karakter utama, Shin Yi-rang (diperankan Yoo Yeon-seok), digambarkan sebagai sosok ambisius namun terpinggirkan oleh firma hukum konvensional karena latar belakang keluarganya yang misterius. Ketika kesempatan muncul untuk mengelola kantor di rumah yang konon berhantu, Yi-rang menerima tantangan tersebut dan secara tak terduga menjadi medium bagi roh-roh yang belum menemukan kedamaian. Setiap kasus yang ia tangani tidak hanya melibatkan klien hidup, melainkan juga “ghost client” yang membawa beban rahasia tak terselesaikan.
Partner Yi-rang dalam mengungkap kebenaran adalah Han Na-hyeon, seorang pengacara elit yang diperankan oleh Esom. Na-hyeon dikenal cerdas, skeptis, dan berpegang pada logika hukum tradisional. Dinamika antara dua tokoh utama menciptakan ketegangan menarik: Yi-rang mengandalkan intuisi supranatural, sementara Na-hyeon menuntut bukti konkret. Konflik ini memperkaya narasi, menjadikan setiap episode bukan sekadar perdebatan di ruang sidang, melainkan juga pergulatan batin antara dunia yang dapat dilihat dan yang tak kasat mata.
Serial ini disutradarai oleh Shin Joong-hoon, yang memulai debutnya dengan proyek yang menantang. Menghadirkan genre campuran legal, komedi, dan fantasi tidaklah mudah, terutama mengingat jadwal tayang sempat mengalami penundaan beberapa kali. Namun, penundaan tersebut justru menumbuhkan rasa penasaran penonton, yang pada akhirnya menantikan tanggal premier pada 13 Maret 2026. Hingga kini, enam episode pertama telah tersedia di platform streaming Netflix, masing-masing menampilkan kasus unik yang menggabungkan elemen hukum dengan misteri paranormal.
Berbeda dari drama hukum konvensional, “Phantom Lawyer” menekankan bahwa keadilan tidak selalu memiliki wajah yang jelas. Setiap arwah yang masuk ke dalam tubuh Yi-rang membawa cerita pribadi, trauma, atau keinginan yang belum selesai. Melalui proses pertempuran hukum, Yi-rang tidak hanya memperjuangkan hak klien hidupnya, tetapi juga membantu arwah-arwah tersebut menemukan penyelesaian emosional. Pendekatan ini menyoroti tema identitas, warisan keluarga, dan pilihan moral yang sering kali berada di luar kerangka hukum formal.
Elemen komedi muncul ketika Yi-rang harus menyesuaikan diri dengan kepribadian roh yang menumpang. Aktor utama dituntut untuk mengubah cara bicara, ekspresi, bahkan gestur tubuh secara dramatis dalam satu episode. Transformasi ini memberikan warna baru pada penampilan Yoo Yeon-seok, yang sebelumnya lebih dikenal lewat peran-peran dramatis di serial seperti “Hospital Playlist” dan “When the Phone Rings”. Penonton disuguhkan momen lucu yang kadang absurd, namun tetap relevan dengan pesan inti serial: kebenaran sering kali tersembunyi di balik lapisan yang tak terlihat.
Di samping Yoo Yeon-seok dan Esom, deretan pemain pendukung turut memperkaya cerita. Kim Kyung-nam berperan sebagai Yang Do-kyung, seorang detektif yang membantu mengungkap fakta-fakta teknis; Jeon Seok-ho mengisi peran Yoon Bong-su, senior pengacara yang skeptis terhadap kemampuan supranatural; dan Kim Mi-kyung memerankan Park Gyeong Hwa, seorang mediator spiritual yang menjadi jembatan antara dunia manusia dan roh. Kombinasi latar belakang karakter ini menambah dimensi multidimensional pada alur, membuat penonton terus menebak siapa yang akan menjadi “klien” selanjutnya.
Serial ini tidak hanya menawarkan hiburan semata, melainkan juga mengundang refleksi tentang batas antara logika hukum dan kepercayaan tradisional. Dalam konteks budaya Korea yang masih memelihara kepercayaan terhadap dunia gaib, “Phantom Lawyer” berhasil menjembatani dua dunia yang biasanya dipandang terpisah. Hal ini sejalan dengan tren global yang semakin tertarik pada cerita-cerita yang menggabungkan realisme hukum dengan elemen mistik.
Secara visual, produksi menampilkan set kantor yang kontras antara modernitas legal dan atmosfer rumah tradisional yang dipenuhi artefak dukun. Pencahayaan sering kali menggunakan warna dingin saat arwah muncul, menambah kesan misterius. Musik latar yang dipilih menyesuaikan intensitas adegan, mulai dari ketegangan courtroom hingga keheningan ketika Yi-rang berkomunikasi dengan roh.
Penerimaan penonton di media sosial menunjukkan antusiasme tinggi, terutama terhadap cara serial mengangkat tema keadilan yang tidak selalu dapat diselesaikan lewat keputusan pengadilan. Beberapa komentar menyoroti bahwa serial berhasil menampilkan sisi kemanusiaan yang sering terabaikan dalam drama hukum tradisional, yakni kebutuhan untuk didengar dan dipahami, bahkan oleh mereka yang sudah tiada.
Di luar layar, “Phantom Lawyer” juga memunculkan rekomendasi bacaan serupa, seperti novel “Rogue Lawyer” karya John Grishm yang menelusuri moralitas seorang pengacara yang beroperasi di zona abu‑abu, serta karya klasik detektif Jepang yang menekankan pentingnya mengurai motivasi tersembunyi. Meskipun tidak ada tautan langsung, rekomendasi tersebut memberikan konteks tambahan bagi penonton yang ingin mengeksplorasi tema hukum dan misteri lebih dalam.
Kesimpulannya, “Phantom Lawyer” tidak sekadar menambah daftar drama Korea populer di Netflix. Serial ini membuka diskusi tentang apa arti keadilan ketika berhadapan dengan hal‑hal yang tak terjangkau oleh logika biasa. Dengan akting kuat dari Yoo Yeon-seok, dukungan karakter Esom yang cerdas, serta arahan visioner Shin Joong‑hoon, serial ini berhasil menjadi titik temu antara hiburan dan pemikiran kritis. Bagi penikmat drama legal, fantasi, atau sekadar pencari cerita yang mengusik batas realitas, “Phantom Lawyer” layak menjadi pilihan utama pada musim tayang 2026 ini.