NEC Nijmegen Gigit Poin di Puncak Eredivisie: Kemenangan 2-0 Atas Excelsior Perkuat Posisinya di Peringkat Tiga

Liput – 06 April 2026 | NEC Nijmegen kembali menegaskan ambisinya di klasemen Eredivisie setelah meraih kemenangan tipis 2-0 atas Excelsior pada laga pekan keempat belas. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Woudestein, Rotterdam itu menampilkan permainan agresif dan penyerangan terkoordinasi, menjadikan tim Belanda tengah malam ini semakin dekat dengan zona penempatan Champions League.

Gol pembuka datang pada menit ke-30 melalui sentuhan halus Bryan Linssen yang menerima umpan pendek dari Darko Nejasmic dan menekuk bola ke dalam gawang. Gol tersebut tidak hanya mengangkat semangat tim, tetapi juga menegaskan peran krusial Linssen sebagai penyerang yang selalu berada di posisi mengancam. Setelah jeda, Excelsior mencoba membalas, namun pertahanan NEC yang dipimpin oleh kapten Jeroen van der Lely menahan serangan balik lawan dengan disiplin.

Poin kedua tercipta pada menit ke-71, saat pemain tengah Sami Ouaissa mengirimkan bola terobosan yang menembus pertahanan Excelsior. Basar Önal, yang sebelumnya belum mencetak gol di musim ini, memanfaatkan kesempatan itu dengan menyelesaikan satu-satu di depan gawang. Gol tersebut menutup skor 2-0 dan memastikan tiga poin penting bagi NEC.

Dengan hasil ini, NEC Nijmegen tetap berada di posisi ketiga klasemen dengan 56 poin, hanya selisih satu poin dari Feyenoord yang berada di posisi kedua. Pencapaian ini menempatkan klub asal Nijmegen sebagai paket kejutan dalam perebutan tiga tempat otomatis ke Liga Champions. Pada saat yang sama, PSV Eindhoven mengamankan gelar juara liga setelah Feyenoord gagal mengalahkan Volendam, meninggalkan PSV dengan keunggulan tak terbantahkan di puncak klasemen.

  • NEC Nijmegen: 56 poin (Posisi 3)
  • Feyenoord: 55 poin (Posisi 2)
  • PSV Eindhoven: 71 poin (Juara)

Keberhasilan NEC tidak lepas dari kontribusi pemain-pemain kunci. Bryan Linssen, yang mencetak gol pertama, menunjukkan kecepatan dan ketajaman yang membuat pertahanan lawan terus berada di bawah tekanan. Basar Önal, dengan gol keduanya, menegaskan bahwa ia dapat menjadi ancaman tambahan di depan gawang lawan. Sementara itu, Sami Ouaissa berperan sebagai otak kreatif tengah lapangan, mengatur alur serangan dan memberikan umpan-umpan terobosan yang berpotensi mengubah arah pertandingan.

Pelatih NEC, John van den Broek, memberikan pujian kepada timnya setelah pertandingan. “Kami bermain dengan disiplin, mengeksekusi taktik yang telah dipersiapkan, dan memanfaatkan peluang yang datang. Kemenangan ini penting untuk menjaga momentum kami dalam perebutan tempat di Liga Champions,” ujar van den Broek dalam konferensi pers pasca laga.

Di sisi lain, Excelsior harus menerima kekalahan pahit setelah gagal mengamankan poin di kandang sendiri. Pelatih mereka, Marco van Dijk, menilai bahwa pertahanan tim terlalu lambat dalam menutup ruang bagi pemain kreatif NEC. “Kami harus memperbaiki transisi defensif dan lebih sigap dalam menekan pemain pengatur permainan seperti Ouaissa,” kata van Dijk.

Dengan hasil ini, jadwal berikutnya bagi NEC Nijmegen menjadi semakin penting. Tim Belanda akan menghadapi FC Utrecht pada pekan berikutnya, sebuah pertandingan yang diprediksi akan menjadi ujian ketahanan mental dan taktik. Jika NEC mampu mengamankan tiga poin lagi, selisih poin dengan Feyenoord dapat meningkat, memberikan tekanan lebih pada tim Rotterdam.

Secara keseluruhan, performa NEC Nijmegen di paruh pertama musim 2025/2026 menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan. Kekuatan lini serang yang didukung oleh kreativitas tengah lapangan dan pertahanan yang terorganisir menjadikan mereka kandidat kuat untuk melaju ke Liga Champions. Namun, tantangan masih tetap ada, terutama menghadapi tim-tim papan atas seperti PSV dan Feyenoord yang masih memiliki sumber daya dan kedalaman skuad yang lebih besar.

Keberhasilan NEC tidak hanya menjadi kebanggaan bagi warga Nijmegen, tetapi juga menambah dinamika kompetisi Eredivisie yang semakin kompetitif. Para penggemar sepak bola di Belanda kini menantikan apakah NEC dapat terus menahan laju tim-tim tradisional dan mengukir sejarah baru dalam kompetisi domestik.