Drama 0-0 di Pakansari: Garudayaksa FC Gigit Jari Gagal Kudeta Klasemen

Liput – 05 April 2026 | Stadion Pakansari, Bogor menjadi saksi pertarungan sengit antara Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC pada Jumat, 3 April 2026. Laga lanjutan Championship Liga 2 2025/2026 ini berakhir imbang tanpa gol, menambah ketegangan di puncak klasemen Grup A.

Perlombaan dimulai dengan intensitas tinggi. Garudayaksa, yang bermain di kandang, mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang emas sejak menit pertama. Namun, upaya menembus gawang Adhyaksa belum membuahkan hasil karena pertahanan lawan tetap solid dan kiper menampilkan refleks yang tajam.

Cuaca menjadi faktor tak terduga. Pada menit ke-45, hujan deras menghentikan sementara pertandingan selama 45 menit. Kondisi lapangan menjadi licin, membuka peluang bagi serangan jarak jauh. Meski demikian, kedua tim justru menahan diri; pemain Garudayaksa jarang mencoba tembakan jauh meski bola menjadi lebih mudah meluncur.

Pelatih Garudayaksa, Widodo Cahyono Putro, terlihat frustrasi di bangku cadangan. “Kami memiliki banyak peluang, tetapi tidak bisa mengonversinya menjadi gol. Ini yang harus kami perbaiki, bahkan sekecil apapun peluang harus menjadi gol,” ujarnya setelah peluit akhir. Widodo menilai timnya kurang tajam di penyelesaian akhir dan menyesali kurangnya percobaan tembakan jarak jauh pada kondisi hujan.

Kapten Garudayaksa, Andik Vermansyah, juga mengakui bahwa timnya belum mampu memanfaatkan peluang. “Kami bekerja keras, namun hasilnya belum menjadi rezeki kami. Kami tetap berjuang sampai akhir,” kata Andik dalam konferensi pers pasca laga.

Sementara itu, Adhyaksa FC berhasil memetik satu poin berharga di markas lawan. Dengan hasil ini, mereka tetap berada dua poin di belakang pemuncak klasemen, Garudayaksa, yang kini mengumpulkan 44 poin dari 23 pertandingan. Jika Garudayaksa gagal menang dalam sisa empat laga, peluang promosi ke Liga 1 bisa terancam.

Berikut rekapitulasi singkat klasemen sementara Grup A setelah pertandingan ini:

Posisi Tim Poin
1 Garudayaksa FC 44
2 Adhyaksa FC 42
3 Sumsel United 40

Garudayaksa FC merupakan klub milik Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang sebelumnya dikenal sebagai PSKC Cimahi. Klub ini bertransformasi menjadi kekuatan baru di Liga 2 setelah akuisisi tim asal Cimahi. Sementara Adhyaksa FC berada di bawah naungan Kejaksaan Republik Indonesia, berakar dari tim Farmel yang menjuarai Liga 3 pada musim 2023/2024.

Keberlanjutan persaingan ini menambah warna pada fase akhir Championship Liga 2. Kedua tim masih memiliki empat pertandingan tersisa, dan setiap poin menjadi krusial untuk mengamankan tiket promosi ke Liga 1. Widodo Cahyono Putro menegaskan tekad timnya: “Masih ada sisa pertandingan, jadi kami harus tetap memiliki semangat juang. Kesempatan masih ada, dan kami optimis dapat meraih kemenangan di laga berikutnya.”

Meski hasil imbang mengecewakan, tidak ada tanda putus asa di antara pemain Garudayaksa. Mereka berkomitmen meningkatkan finishing, memperbanyak percobaan tembakan jauh, dan memaksimalkan setiap peluang, terutama pada kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Dengan atmosfer kompetitif yang kian memanas, para pendukung Garudayaksa dan Adhyaksa diharapkan tetap memberikan dukungan penuh di setiap laga. Pertarungan akhir musim ini menjanjikan drama menarik, dan hanya waktu yang akan menentukan tim mana yang berhasil melaju ke Liga 1 musim depan.