RUPST 2026 Bank Permata (BNLI) Angkat Direktur Baru, Bagi Dividen Rp1,26 Triliun; Simak Susunan Lengkapnya

Liput – 09 April 2026 | Bank Permata Tbk (BNLI) melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 secara hybrid pada 8 April 2026 di Jakarta. Rapat yang dipimpin oleh Direktur Utama Meliza M. Rusli menghasilkan keputusan penting, antara lain pembagian dividen tunai, alokasi laba bersih, serta pengangkatan anggota direksi baru.

Pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp3,6 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp1,266 triliun dialokasikan sebagai dividen tunai, setara dengan Rp35 per saham. Dividen ini dibayarkan kepada pemegang saham yang memiliki hak pada tanggal pencatatan akhir April 2026. Sisanya akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis ke depan.

Berikut ringkasan kinerja keuangan Bank Permata tahun 2025 yang disampaikan dalam rapat:

Indikator 2025
Laba Bersih Rp3,6 triliun
Total Aset Rp268,3 triliun (pertumbuhan 3,6% YoY)
CAR 34,6 %
CET‑1 26,6 %

Rasio permodalan yang tetap berada di atas batas minimum regulator menegaskan posisi Bank Permata sebagai salah satu lembaga keuangan yang solid di pasar domestik.

Selain keputusan finansial, rapat juga menyetujui perubahan susunan direksi. Sorakrit Phruthanontachai diangkat sebagai Direktur baru dengan masa jabatan sampai RUPST 2029, atau hingga masa jabatan berakhir sesuai Anggaran Dasar. Sorakrit membawa pengalaman lebih dari 27 tahun di Bangkok Bank, bank induk pengendali Permata Bank, dan sebelumnya memegang posisi senior dalam manajemen risiko serta pengembangan produk perbankan internasional.

Berikut susunan direksi dan komisaris yang berlaku setelah RUPST 2026:

  • Direktur Utama: Meliza M. Rusli
  • Direktur Pengembangan Bisnis: (nama lama tetap)
  • Direktur Operasional: (nama lama tetap)
  • Direktur Baru: Sorakrit Phruthanontachai
  • Komisaris Utama: Chartsiri Sophonpanich
  • Komisaris Independen: (nama-nama komisaris independen yang ada)

Meliza Rusli menekankan bahwa fokus Bank Permata selama 2025 adalah inovasi layanan digital, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan. “Kami ingin membangun bank yang tumbuh bersama nasabah, memperdalam hubungan jangka panjang melalui layanan yang relevan,” ujarnya dalam sambutan penutupan rapat.

Pernyataan tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan yang menitikberatkan pada peningkatan pangsa pasar kredit konsumer, pembiayaan korporasi, dan perluasan jaringan digital. Pada tahun 2025, penyaluran kredit total mencapai Rp163,33 triliun, naik 5,5 % YoY, dengan kontribusi kredit non‑syariah sebesar Rp139,48 triliun dan pembiayaan syariah Rp23,85 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan tren positif, naik 3,93 % YoY menjadi Rp192,81 triliun. Pertumbuhan utama berasal dari peningkatan simpanan dana murah (CASA) yang mencapai Rp123,17 triliun, meningkat 20,14 % YoY, sementara simpanan deposito mengalami penurunan 16,10 % YoY.

Pengangkatan Sorakrit Phruthanontachai dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara Bank Permata dan Bangkok Bank, khususnya dalam rangka memperluas jaringan internasional serta memperdalam kapabilitas manajemen risiko. Komisaris Utama Chartsiri Sophonpanich menyampaikan apresiasi kepada seluruh direksi atas pencapaian tahun 2025 dan mengharapkan kolaborasi yang lebih erat dengan anggota direksi baru.

Secara keseluruhan, hasil RUPST 2026 mencerminkan komitmen Bank Permata untuk terus meningkatkan nilai bagi pemegang saham, memperkuat fondasi permodalan, dan menyiapkan platform pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi makro Indonesia.