Rangkaian Latsar dan Rekrutmen CPNS 2026: Upaya Pemerintah Daerah Siapkan ASN Kompeten

Liput – 08 April 2026 | Pemerintah daerah di beberapa provinsi Indonesia tengah mempercepat persiapan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Mulai dari pelatihan dasar (Latsar) yang dibuka di Kabupaten Jeneponto, penggunaan metode blended learning di Sarolangun, hingga pengajuan formasi baru di Bandung Barat, Mataram, dan strategi awal pendaftaran melalui portal SSCASN, semua langkah ini menandai fokus kuat pada pembentukan ASN yang kompeten dan siap mendukung pembangunan nasional.

Di Jeneponto, Sidang Pembukaan Latsar CPNS Angkatan XII 2026 dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026, oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Maskur. Acara yang digelar di Kampus Diklat BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi, Kepala BKPSDM Kabupaten, serta perwakilan OPD. Maskur menekankan harapannya agar Latsar menghasilkan ASN yang kompeten dalam mendukung program pembangunan daerah.

Sementara itu, di Sarolangun, Jambi, 112 calon CPNS golongan III mengikuti Latsar dengan metode blended learning. Kepala BKPSDM Sarolangun, Linda Novita Herawati, menjelaskan bahwa program tersebut mencakup 647 jam pelajaran (JP), terbagi antara pembelajaran mandiri, distance learning (synchronous dan asynchronous), serta kelas tatap muka. Metode ini dirancang untuk membangun karakter, integritas, dan kompetensi teknis peserta, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan tantangan tugas publik.

Di wilayah Jawa Barat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghadapi gelombang pensiun ASN yang mencapai 450 orang per tahun. Menanggapi kebutuhan tersebut, BKPSDM KBB, Rega Wiguna, mengusulkan penambahan 106 formasi CPNS untuk tahun 2026. Usulan tersebut sejalan dengan arahan Kemenpan RB yang menegaskan rekrutmen harus bersifat pengganti pensiun, bukan penambahan anggaran. Formasi yang diusulkan mencakup tenaga kesehatan, kependidikan, dan tenaga teknis.

Pemkot Mataram, NTB, juga mengajukan 200 formasi CPNS, dengan komposisi 80% CPNS dan 20% PPPK. Kepala BKPSDM Kota Mataram, Taufik Priyono, menyatakan bahwa usulan tersebut mempertimbangkan kebijakan zero growth dan batas maksimal belanja pegawai 30% dari total anggaran. Pendaftaran diperkirakan dibuka pada triwulan ketiga 2026, dengan harapan pengangkatan dapat dilakukan awal tahun berikutnya.

Sementara proses rekrutmen masih menunggu kepastian dari Kemenpan RB, persiapan calon pelamar sudah dapat dimulai. Menteri PANRB, Rini Widyantini, mengisyaratkan akan ada sekitar 160 ribu formasi CPNS pada tahun 2026, menyesuaikan dengan jumlah ASN yang akan pensiun. Sebagai langkah proaktif, calon pelamar disarankan membuat akun di portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN) lebih awal. Pembuatan akun memberikan keuntungan mengurangi antrian saat pendaftaran massal dan memungkinkan pelamar memantau informasi seleksi secara real time.

Berbagai inisiatif ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kesinambungan layanan publik. Dengan Latsar yang menekankan kompetensi, metode pembelajaran yang inovatif, serta perencanaan formasi yang responsif terhadap kebutuhan daerah, diharapkan generasi CPNS 2026 dapat menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.

Kesimpulannya, upaya terpadu mulai dari pelatihan dasar, penerapan blended learning, hingga penyusunan formasi CPNS yang tepat, mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat kualitas ASN. Calon pegawai yang mempersiapkan diri sejak dini, termasuk dengan membuat akun SSCASN, akan memiliki keunggulan kompetitif dalam proses seleksi yang semakin ketat.