Liput – 06 April 2026 | Jakarta, 5 April 2026 – Pasangan selebritas Dude Harlino dan Alyssa Soebandono resmi menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Kamis (2/4/2026) terkait dugaan penipuan investasi yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Kedua artis tersebut muncul di ruang interogasi setelah polisi mengaitkan nama mereka dengan skema investasi yang menjerat ratusan ribu investor di seluruh Indonesia. Pemeriksaan berlangsung selama lebih dari tiga puluh menit, dengan ribuan pertanyaan yang diajukan oleh penyidik.
Menurut kuasa hukum mereka, Muhammad Al Ayyubi Harahap, peran Dude dan Alyssa di PT DSI terbatas pada status sebagai brand ambassador. “Job desk mereka hanyalah melakukan promosi profesional, tidak ada keterlibatan dalam pengambilan keputusan atau pengelolaan dana perusahaan,” ujarnya di hadapan aparat. Pernyataan ini menegaskan bahwa keduanya tidak termasuk dalam jajaran manajemen yang mengendalikan alur investasi, melainkan hanya menjadi wajah publik yang memperkenalkan produk DSI kepada masyarakat.
Dude Harlino menambahkan bahwa penyidik berusaha mengungkap sejauh mana pengaruhnya dan istrinya dalam operasional perusahaan. Ia menegaskan bahwa mereka tidak memiliki akses ke “dapur manajemen” PT DSI, termasuk data keuangan maupun mekanisme penyaluran dana. “Kami hanya melakukan endorsement, bukan mengatur alur dana atau keputusan investasi,” tegasnya. Pernyataan tersebut muncul setelah aparat menanyakan secara detail tentang kontrak kerja, besaran honor, dan durasi kampanye promosi yang dijalankan oleh duo selebritas itu.
Sementara itu, sorotan media tak hanya terfokus pada kasus DSI. Fenomena Pinkan Mambo yang melakukan siaran langsung TikTok di pinggir jalan Sepatan, Tangerang, menarik perhatian publik pada hari yang sama. Meskipun terlihat tidak terkait, insiden tersebut mencerminkan bagaimana dunia hiburan Indonesia kini berada di bawah lensa publik yang sangat sensitif, terutama ketika selebritas terlibat dalam isu hukum atau keuangan.
Kasus DSI juga melibatkan tokoh lain, seperti musisi Virgoun, yang dipanggil sebagai saksi atas laporan mantan istrinya terkait dugaan akses ilegal. Penyelidikan terhadap Virgoun menunjukkan bahwa aparat sedang menelusuri jaringan yang lebih luas, meski hingga kini tidak ada bukti kuat yang mengaitkan para selebritas dengan tindakan kriminal. Pengacara Virgoun, Wijayono Hadi Sukrisno, menyatakan bahwa kliennya kooperatif dan menjawab puluhan pertanyaan tanpa mengindikasikan keterlibatan dalam skema penipuan.
Menanggapi kejadian ini, Dude Harlino menyatakan bahwa pengalaman pemeriksaan menjadi “pelajaran hidup” yang berharga. Ia mengingatkan para selebritas lain untuk lebih selektif dalam menerima tawaran kerja sama, terutama yang melibatkan produk keuangan. “Kita harus lebih cermat menilai legitimasi sebuah perusahaan sebelum menjadi wajahnya,” katanya. Pernyataan tersebut menambah wacana tentang etika endorsement di era digital, di mana influencer dan artis memiliki kekuatan mempengaruhi keputusan finansial konsumen.
Pengawasan terhadap praktik endorsement kini diperkirakan akan semakin ketat, dengan kemungkinan regulasi baru yang menuntut transparansi penuh antara brand ambassador dan perusahaan yang diwakili. Bagi masyarakat, kasus ini menjadi pengingat untuk selalu melakukan verifikasi independen sebelum menanamkan kepercayaan pada produk investasi yang dipromosikan melalui media sosial atau iklan selebritas.