Liput – 06 April 2026 | Legenda pelatih golf dunia, Butch Harmon, menegaskan bahwa mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan pernah menjadi anggota Augusta National Golf Club, klub paling eksklusif dalam dunia golf yang menjadi tuan rumah turnamen The Masters. Dalam wawancara luas dengan wartawan Inggris, Harmon, yang telah mengenal Trump sejak masa kecil karena ayahnya pernah menjadi profesional di Winged Foot, menyebutkan bahwa kepribadian Trump yang “penuh diri” dan sikapnya yang konfrontatif tidak sejalan dengan profil anggota klub yang menekankan kesopanan dan etika tradisional.
“Saya pikir jawabannya sederhana—karena dia Trump,” ujar Harmon berusia 82 tahun. “Dia memang pribadi yang tidak cocok dengan budaya Augusta. Saya telah mengenalnya hampir sepanjang hidup saya, namun apa yang saya lihat adalah seseorang yang lebih fokus pada eksposur pribadi daripada nilai-nilai klub yang sangat menghargai perilaku tertib dan rasa hormat.”
Harmon menegaskan bahwa status politik Trump tidak menjadi faktor utama. “Banyak presiden lain yang juga gemar bermain golf, seperti Bill Clinton dan Barack Obama, namun mereka tidak pernah menjadi anggota Augusta. Ini bukan soal jabatan, melainkan soal karakter,” tambahnya. Pernyataan ini muncul bersamaan dengan spekulasi publik bahwa Trump ingin mengamankan keanggotaan di Augusta sebagai bagian dari obsesi pribadinya terhadap golf, sebuah keinginan yang telah lama menjadi rumor.
Ketegangan antara Trump dan dunia golf profesional semakin memuncak setelah kunjungan kontroversialnya ke Ryder Cup di New York pada musim gugur lalu. Kejadian kerusuhan penonton, yang kemudian disebut “disgraceful crowd scenes,” membuat Harmon mengkritik keras penyelenggaraan turnamen tersebut. “Saya merasa akan lebih banyak membahas perilaku penonton yang tidak terkendali daripada bermain golf itu sendiri, sehingga saya memilih untuk tidak terlibat dalam siaran tersebut,” ujarnya. Harmon menyatakan bahwa pengalaman buruk itu memaksanya menolak partisipasi dalam Ryder Cup 2025, mengingat ia tidak ingin menjadi bagian dari situasi yang dapat menodai reputasinya.
Di luar arena golf, Trump juga menjadi sorotan publik karena aksi politiknya yang kontroversial. Pada pekan lalu, ia melontarkan serangkaian komentar kasar yang berisi kata-kata makian terhadap Iran, sekaligus mengancam akan melakukan tindakan militer jika negara tersebut tidak menghentikan program nuklirnya. Pernyataan tersebut diikuti dengan serangkaian video yang beredar luas, di mana Trump mengumandangkan bahasa profan dan menyuarakan rasa frustrasi yang tinggi.
Kegiatannya ini berdampak pada agenda publiknya menjelang perayaan Paskah. Trump memutuskan untuk melewatkan tiga acara Paskah resmi karena khawatir akan menimbulkan kecemasan kesehatan di antara para pendukungnya. Keputusan tersebut muncul setelah muncul rumor bahwa ia sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, meski tidak ada konfirmasi resmi. Anak tertuanya, Donald Trump Jr., juga mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa ayahnya dalam kondisi stabil, namun menolak memberikan rincian lebih lanjut.
Sementara itu, dalam konteks kompetisi golf, Harmon menyoroti pemain-pemain yang ia anggap paling layak menjadi favorit di Masters mendatang. Ia menempatkan Rory McIlroy dan Scottie Scheffler sebagai dua pemain teratas dunia, meskipun keduanya belum meraih kemenangan utama sejak Scheffler mengalahkan di American Express pada Januari. Justin Rose, yang baru saja memenangkan Farmers Insurance Open, juga disebut sebagai kandidat kuat berkat performa konsisten di lapangan berliku seperti Torrey Pines.
Berbagai pernyataan ini menegaskan bahwa Donald Trump berada dalam posisi yang rumit: di satu sisi, ia berusaha memperkuat citra pribadi melalui golf dan aksi politik yang provokatif; di sisi lain, ia menghadapi penolakan dari institusi tradisional seperti Augusta National serta kritik publik atas perilaku yang dianggap tidak pantas. Ke depannya, apakah Trump akan kembali mencoba menginfiltrasi dunia golf elite atau memilih jalur politik yang lebih konfrontatif, tetap menjadi pertanyaan yang menarik bagi pengamat sport dan politik internasional.
Kesimpulannya, pernyataan Butch Harmon menegaskan bahwa keanggotaan Augusta National lebih menuntut karakter yang bersahaja dan menghormati tradisi, bukan sekadar popularitas atau kekuasaan politik. Sementara itu, tindakan kontroversial Trump dalam ranah politik dan kesehatan pribadi menambah lapisan kompleksitas pada citra publiknya, yang kemungkinan besar akan terus menjadi sorotan media global.