Liput – 19 April 2026 | Dalam setiap pelaksanaan pernikahan Islam, momen ijab qabul menjadi inti dari akad yang menandai sahnya ikatan suami istri di hadapan Allah SWT. Meskipun proses ini bersifat formal, keberadaan doa sebelum dan sesudah ijab qabul menambah dimensi spiritual yang mendalam, sekaligus mengingatkan semua pihak akan pentingnya niat ikhlas dalam meniti kehidupan berumah tangga.
Ijab qabul terdiri atas dua bagian: ijab yang biasanya diucapkan oleh wali perempuan, dan qabul yang dijawab oleh calon suami sebagai tanda penerimaan. Tanpa kedua unsur ini, pernikahan tidak dianggap sah menurut syariat Islam. Oleh karena itu, memperkaya momen tersebut dengan doa yang tepat bukan hanya tradisi, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan.
Doa Sebelum Ijab Qabul
Walaupun tidak ada doa yang diwajibkan secara mutlak sebelum akad, para ulama menyarankan agar pasangan dan keluarga mengucapkan doa khusus untuk memohon kelancaran serta keberkahan. Salah satu doa yang populer berbunyi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan darinya dan kebaikan yang Engkau ciptakan padanya, serta aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang Engkau ciptakan padanya.” Doa ini menegaskan harapan agar pasangan yang akan menikah membawa kebaikan dalam kehidupan rumah tangga. Selain itu, memperbanyak istighfar, membaca shalawat, serta memohon kemudahan agar proses akad berjalan tanpa hambatan juga sangat dianjurkan.
Doa Sesudah Ijab Qabul
Setelah ijab qabul selesai, terdapat doa yang secara khusus diajarkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Doa ini biasanya dibacakan oleh tamu, keluarga, atau penghulu:
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
Artinya: “Semoga Allah memberkahi kamu, melimpahkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Doa ini menjadi harapan utama bagi pasangan baru agar rumah tangga mereka dipenuhi dengan sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Adab Membaca Doa dalam Prosesi Akad
- Niat yang Ikhlas: Setiap doa harus berlandaskan niat ibadah kepada Allah, bukan sekadar formalitas.
- Mengikuti Sunnah: Mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW menambah nilai keberkahan.
- Khusyuk dan Tidak Berlebihan: Doa sebaiknya dibaca dengan penuh kesadaran, sederhana, dan tidak berlebihan.
- Bahasa yang Dipahami: Islam tidak membatasi bahasa doa; selama makna tetap benar, penggunaan bahasa Indonesia dapat diterima.
Pentingnya Doa dalam Pernikahan
Doa sebelum dan sesudah ijab qabul menyiratkan beberapa harapan penting, antara lain:
- Memperoleh keberkahan Allah SWT atas pernikahan.
- Dijauhkan dari konflik dan perpecahan.
- Didapatkan ketenangan, kebahagiaan, serta kesejahteraan rumah tangga.
- Menjadi ladang ibadah yang terus mengalir sepanjang hidup pasangan.
Dalam perspektif Islam, setiap amal sangat bergantung pada niat dan doa. Seperti halnya zakat atau ibadah lain, ijab qabul juga menegaskan niat yang tulus, menjadikan ucapan dan doa sebagai unsur penting dalam menyempurnakan ibadah pernikahan.
Secara keseluruhan, meskipun tidak semua doa bersifat wajib, mengamalkannya sesuai tuntunan Rasulullah SAW dapat menambah keberkahan, memperkuat ikatan, dan memberi arah spiritual yang jelas bagi pasangan yang baru menikah. Dengan memadukan niat ikhlas, mengikuti sunnah, serta menjaga khusyuk dalam setiap bacaan, doa menjadi jembatan antara duniawi dan ukhrawi, mengiringi pasangan dalam menapaki kehidupan berkeluarga yang diberkati.