6 Film Horor Singapura di Netflix yang Wajib Ditonton: Seram, Kelam, dan Penuh Kejutan

Liput – 06 April 2026 | Netflix kini menjadi platform utama bagi penikmat film horor Asia, khususnya karya-karya dari Singapura yang menonjolkan perpaduan antara urban modern dan mitologi tradisional. Enam judul berikut berhasil menyuguhkan atmosfer mencekam, cerita yang menegangkan, serta sentuhan budaya lokal yang membuatnya berbeda dari produksi Barat.

Berikut rangkuman lengkap tiap film, termasuk sinopsis, sutradara, durasi, serta rating yang diterima di beberapa situs ulasan internasional.

  • Orang Ikan (2025) – Disutradarai oleh Mike Wiluan, film ini menggabungkan elemen militer, aksi, dan horor slasher. Berlatar tahun 1942, cerita mengikuti tentara Jepang bernama Saito (Dean Fujioka) dan tawanan Inggris Bronson (Callum Woodhouse) yang terdampar di sebuah pulau dan harus melawan makhluk mengerikan yang haus darah. Durasi film 83 menit. IMDb memberi nilai 5,2/10, Rotten Tomatoes 63%, dan Letterboxd 2,6/5.
  • The Chosen One – Karya sutradara Suat Yen Lim, film horor komedi ini menampilkan Ah Jie (Zijie Zong), seorang gangster yang memiliki kemampuan melihat dan mengusir hantu. Saat vlogger Sora Ma (Shu Yao Kuo) mengungkap misteri supranatural di sekitarnya, Ah Jie menjadi satu-satunya harapan. Film ini memperoleh 5,7/10 di IMDb dan 7/10 di The Movie Database.
  • Ibu – Disutradarai oleh Raihan Halim, film ini menelusuri trauma seorang ibu, Huda, yang kehilangan suami dalam kecelakaan. Ketika ia mencoba merawat putri tirinya, Arissa, kehadiran Pontianak—roh wanita yang meninggal saat melahirkan—menghantui rumah mereka. Durasi 80 menit, rating IMDb 5,2/10, menonjolkan nuansa horor psikologis yang menegangkan.
  • Circle Line (2023) – Sutradara J.D. Chua menghadirkan thriller aksi horor yang berlatar di terowongan kereta bawah tanah yang rusak. Setelah kecelakaan, para penumpang terperangkap dalam kegelapan dan harus mencari jalan keluar sambil menghadapi bahaya tak terduga. Film berdurasi 80 menit, memperoleh 3,7/10 di IMDb dan 2,4/5 di Letterboxd.
  • Revenge of the Pontianak – Film ini mengangkat legenda Pontianak dalam bentuk balas dendam supernatural. Karakter utama berjuang melawan makhluk yang muncul kembali setelah bertahun‑tahun terpendam. Meskipun rating detail tidak disebutkan, film ini tetap mendapat perhatian karena penggambaran visual yang menyeramkan.
  • The Maid – Sebuah karya yang memadukan unsur rumah hantu dengan drama keluarga. Seorang pembantu rumah (maid) menemukan diri terjebak dalam lingkaran misteri yang melibatkan roh-roh tak dikenal. Film ini menambah variasi sub‑genre horor Singapura di platform streaming.

Keseluruhan, keenam film tersebut mencerminkan kreativitas sineas Singapura dalam memadukan elemen tradisional seperti Pontianak dan makhluk folklor lainnya dengan setting urban modern. Rating yang beragam menunjukkan bahwa kualitas produksi tidak selalu sejalan dengan popularitas, namun masing‑masing menawarkan pengalaman menonton yang unik bagi penggemar genre.

Penonton yang menggemari atmosfer kelam, cerita yang berakar pada budaya lokal, serta twist yang tak terduga akan menemukan banyak hal menarik dalam daftar ini. Dengan durasi yang relatif singkat, masing‑masing film dapat dinikmati dalam satu sesi menonton tanpa mengorbankan intensitas horor.

Dengan meningkatnya minat global terhadap konten Asia, kehadiran film‑film horor Singapura di Netflix menjadi bukti bahwa industri film lokal mampu bersaing di panggung internasional. Bagi yang mencari sensasi menegangkan sekaligus nuansa budaya yang otentik, keenam judul ini layak masuk ke dalam watchlist.