Liput – 16 April 2026 | Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik menjadi saksi sengitnya laga kedua Grup A Piala AFF U-17 2026 antara Timnas Indonesia U-17 dan Malaysia U-17 pada Kamis, 16 April 2026. Setelah menorehkan kemenangan 4-0 atas Timor Leste dalam pembukaan grup, Garuda Muda memasuki pertandingan penting ini dengan harapan mengamankan tiga poin dan melaju ke semifinal. Namun, hasil akhir 0-1 untuk kemenangan Malaysia menambah tekanan pada skuad asuhan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto.
Indonesia memulai pertandingan dengan formasi 4-3-3 yang menitikberatkan pada kecepatan sayap. Putu Ekayana, bek tengah yang sebelumnya mencetak dua gol melawan Timor Leste, kembali menjadi figur kunci dalam upaya menyerang. Di lini tengah, Dava Yunna berperan sebagai penghubung, sementara kiper muda Noah Leo Duvert berusaha menjaga gawang tetap bersih setelah mencatat clean sheet pada laga pembuka. Namun, serangan Garuda Muda tak mampu menembus pertahanan Malaysia yang dipimpin oleh arsitek taktik yang dipuji banyak analis.
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menegaskan pentingnya mentalitas bertanding, mengingat sebagian besar pemain masih baru pertama kali merasakan kompetisi internasional. “Yang perlu saya apresiasi adalah mentalitas bertanding mereka, yang notabene rata-rata pemain ini adalah baru pertama kali mengikuti event internasional,” ujar Yulianto sebelum laga. Meski demikian, ia juga mengingatkan tim untuk tidak meremehkan Malaysia yang memiliki strategi permainan terstruktur, sebutan “arsitek Malaysia” yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan staf teknis Indonesia.
Gol tunggal Malaysia dicetak pada menit ke-57 oleh striker muda mereka, memanfaatkan kesalahan defensif di daerah kotak penalti. Upaya Indonesia untuk membalas melalui serangan cepat Putu Ekayana dan Dava Yunna tidak menghasilkan peluang yang signifikan. Noah Leo Duvert berhasil melakukan beberapa penyelamatan penting, namun satu gol saja sudah cukup mengubah arah klasemen grup.
Berikut klasemen sementara Grup A setelah penyelesaian matchday kedua:
| Pos | Tim | ML | GM | GK | GM | Selisih | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Vietnam | 2 | 0 | 0 | 14 | +14 | 6 |
| 2 | Malaysia | 2 | 0 | 1 | 1 | -3 | 3 |
| 3 | Indonesia | 2 | 0 | 1 | 4 | +3 | 3 |
| 4 | Timor Leste | 0 | 0 | 2 | 0 | -14 | 0 |
Klasemen menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di posisi ketiga, bersaing ketat dengan Malaysia pada selisih gol yang sama namun kalah head‑to‑head. Dengan satu pertandingan tersisa melawan juara grup Vietnam, Garuda Muda harus meraih kemenangan selisih empat gol atau mengandalkan kegagalan Malaysia melawan Timor Leste untuk tetap memiliki peluang melaju.
Di luar lapangan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengingatkan tentang jadwal padat timnas U-17. “Ya selalu kompleksitas dari tim nasional dari negara mana pun ya mepetnya kalender yang ada,” ujarnya pada konferensi pers sebelum laga melawan Malaysia. Thohir menambahkan bahwa jika Indonesia melaju ke final AFF, persiapan menuju Piala Asia U-17 2026 yang dijadwalkan pada 7‑22 Mei di Arab Saudi hanya memiliki jeda sekitar 13 hari, menuntut manajemen yang cermat.
Keberhasilan Indonesia dalam pertandingan pembuka memberi harapan, namun kekalahan tipis melawan Malaysia menegaskan bahwa persahabatan antar tim tidak cukup untuk menjamin hasil. Pelatih Yulianto kini harus menyesuaikan taktik, menambah ketajaman serangan, dan menjaga konsistensi defensif agar dapat menyalip Vietnam atau setidaknya menjadi runner‑up terbaik yang berhak melaju ke semifinal.
Dengan sisa satu laga, Garuda Muda berada di persimpangan jalan. Tekanan untuk menebus kekalahan dan mengamankan tempat di semifinal akan menguji kesiapan mental dan taktik tim, serta kemampuan mengatasi arsitek Malaysia yang telah terbukti efektif. Hasil akhir turnamen ini akan menjadi batu loncatan bagi generasi muda Indonesia menjelang kompetisi regional dan internasional berikutnya.