Scoot Tambah Rute ke Belitung dan Pontianak: Tarif Mulai S$99, Jadwal Mulai Mei 2026

Liput – 14 April 2026 | Singapore Airlines’ low‑cost carrier Scoot mengumumkan ekspansi jaringan penerbangan di Indonesia dengan membuka dua rute baru, yakni Singapura‑Belitung dan Singapura‑Pontianak. Keputusan ini diambil meski harga bahan bakar dunia mengalami kenaikan signifikan, yang biasanya menekan biaya operasional maskapai.

Rute Singapura‑Belitung dijadwalkan mulai beroperasi pada 3 Mei 2026 dengan frekuensi dua kali seminggu. Tarif sekali jalan untuk kelas ekonomi ditetapkan mulai S$99 (sekitar Rp1,3 juta). Bupati Belitung, yang telah menegaskan kesiapan bandara Tanjung Pandan, menyambut baik kedatangan Scoot sebagai langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas pulau yang terkenal dengan pantai berpasir putih dan formasi granit ikonik. Selain itu, keberadaan satwa endemik seperti tarsius menambah nilai ekowisata daerah tersebut.

Rute kedua, Singapura‑Pontianak, akan mulai beroperasi pada 29 Juni 2026 dengan tiga penerbangan seminggu. Tarif ekonomi awal ditawarkan dari S$129 (sekitar Rp1,7 juta). Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, terletak tepat di garis khatulistiwa dan memiliki daya tarik seperti Monumen Khatulistiwa, Sungai Kapuas terpanjang di Indonesia, serta ragam budaya dan kuliner yang khas.

Berikut rangkuman detail rute baru Scoot:

  • Singapura‑Belitung: Mulai 3 Mei 2026, 2 penerbangan/minggu, tarif mulai S$99.
  • Singapura‑Pontianak: Mulai 29 Juni 2026, 3 penerbangan/minggu, tarif mulai S$129.

Penambahan rute ini merupakan bagian dari strategi Scoot untuk memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara. Menurut pernyataan resmi, Scoot berencana meningkatkan frekuensi pada jaringan yang ada serta menambah destinasi baru guna memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh. Meskipun biaya bahan bakar naik, maskapai menilai bahwa potensi pertumbuhan wisatawan domestik dan internasional ke wilayah Indonesia masih cukup besar untuk menutupi beban tambahan.

Pengembangan ini juga diharapkan dapat menstimulasi ekonomi lokal. Peningkatan volume penumpang akan memberikan dorongan pada sektor perhotelan, transportasi darat, serta usaha mikro kecil menengah yang melayani wisatawan. Pemerintah daerah di Belitung dan Pontianak telah menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk perbaikan fasilitas bandara, peningkatan layanan keamanan, dan promosi pariwisata.

Selain rute baru, Scoot juga mengumumkan peningkatan frekuensi pada beberapa jaringan yang sudah ada, seperti Singapura‑Bangkok dan Singapura‑Kuala Lumpur, sebagai respons terhadap tren permintaan yang naik pasca‑pandemi. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Singapore Airlines Group untuk memperluas jaringan maskapai berbiaya rendahnya di kawasan Asia‑Pasifik.

Dengan tarif kompetitif dan jadwal yang terjangkau, Scoot berupaya menarik segmen wisatawan muda, backpacker, serta pelancong bisnis yang mengutamakan efisiensi biaya. Keberhasilan strategi ini akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan maskapai mengelola biaya operasional, khususnya volatilitas harga bahan bakar, serta kemampuan bandara tujuan dalam menyambut peningkatan trafik penumpang.

Secara keseluruhan, penambahan rute ke Belitung dan Pontianak menandakan komitmen Scoot untuk memperkuat jaringan penerbangan di Indonesia, sekaligus memberikan pilihan perjalanan yang lebih luas bagi penumpang. Jika tren pertumbuhan wisatawan tetap positif, langkah ini dapat menjadi model bagi maskapai lain dalam mengoptimalkan peluang pasar meski di tengah tekanan biaya energi.