Liput – 11 April 2026 | Juventus menghadapi ujian berat menjelang pertandingan melawan Atalanta pada Sabtu mendatang setelah dua pemain kunci mereka dinyatakan tak dapat bermain. Kiper senior Mattia Perin mengalami cedera otot betis (calf) yang membuatnya absen dari skuad resmi, sementara penyerang berbakat Dusan Vlahovic juga harus ditinggalkan karena masalah kebugaran.
Perin, yang sejak musim 2021-2022 menjadi pilihan utama antara tiang gawang Juventus, tidak tampil dalam sesi latihan akhir-akhir ini. Tim medis klub mengonfirmasi bahwa otot betisnya belum pulih sepenuhnya, sehingga pelatih Massimiliano Allegri memutuskan untuk tidak memasukkannya ke dalam daftar pemain pertandingan. Keputusan ini menambah tekanan pada lini pertahanan Juventus, yang harus menyiapkan alternatif yang siap mengisi peran kunci tersebut.
Untuk mengatasi kekosongan di posisi kiper, Allegri memanggil kiper junior Michele Di Gregorio. Di Gregorio, yang sebelumnya berlatih bersama tim cadangan, kini mendapatkan kesempatan emas untuk membuktikan diri di level Serie A. Pelatih mengaku menaruh kepercayaan pada kemampuan muda itu dan berharap dia dapat memberikan performa solid melawan tim ofensif Atalanta.
Di sisi lain, skuad Juventus juga harus beroperasi tanpa Dusan Vlahovic, penyerang asal Serbia yang telah mencetak gol krusial sepanjang musim ini. Vlahovic dilaporkan mengalami kelelahan otot yang membuatnya diragukan untuk tampil melawan Atalanta dan bahkan pada pertemuan berikutnya melawan Bologna pada 19 April. Ketiadaan dua pemain utama ini memaksa Allegri untuk merombak taktik ofensif, dengan menempatkan pemain alternatif seperti Federico Chiesa dan Alvaro Morata pada posisi penyerangan utama.
Berikut rangkuman singkat mengenai pemain yang absen dan pengganti yang diusulkan:
- Mattia Perin (kiper) – cedera otot betis, digantikan oleh Michele Di Gregorio.
- Dusan Vlahovic (penyerang) – kelelahan otot, belum pasti kembali hingga pertandingan melawan Bologna.
Masalah kebugaran ini muncul bersamaan dengan jadwal padat Juventus di Serie A. Tim Juventus saat ini berada di posisi menengah klasemen, dan setiap poin sangat penting untuk kembali bersaing di zona Liga Champions. Kekurangan pengalaman di lini belakang dan depan dapat menjadi faktor penentu hasil pertandingan melawan Atalanta, tim yang dikenal dengan serangan cepat dan pressing tinggi.
Allegri menyatakan bahwa ia menekankan pentingnya kerja sama tim dan disiplin taktis. “Kami tidak dapat mengandalkan satu pemain saja. Semua harus berkontribusi, baik itu pemain senior maupun yang baru dipanggil. Ini adalah tantangan bagi kami untuk tetap kompetitif,” ujar Allegri dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Selain itu, klub juga harus memperhatikan jadwal kompetisi lain, termasuk pertandingan Liga Champions yang akan datang. Manajemen medis Juventus dikabarkan bekerja secara intensif untuk memulihkan kondisi Perin dan Vlahovic secepat mungkin, dengan harapan mereka dapat kembali bersaing pada fase akhir musim.
Penggemar Juventus diharapkan tetap mendukung tim meski harus menyaksikan debut kiper muda di tengah tekanan besar. Sejarah Juventus menunjukkan banyak kali tim berhasil bangkit dari situasi serupa, mengandalkan kedalaman skuad dan strategi pelatih. Jika Di Gregorio dapat menampilkan penampilan stabil, ia berpotensi menjadi pilihan reguler di masa depan.
Secara keseluruhan, pertandingan melawan Atalanta akan menjadi ujian nyata bagi kebijakan rotasi Allegri serta kedalaman bench Juventus. Hasil akhir pertandingan masih sulit diprediksi, namun faktor ketersediaan pemain kunci jelas menjadi poin penting yang memengaruhi dinamika permainan.
Dengan semua tantangan ini, Juventus tetap bertekad untuk meraih poin maksimal dan mengembalikan kepercayaan publik. Pertandingan pada Sabtu nanti tidak hanya menjadi soal tiga poin, melainkan juga simbol ketangguhan mental tim dalam menghadapi krisis cedera.