Indonesia Raih Sejarah di Billie Jean King Cup 2026: Janice Tjen Pimpin Tim Putri ke Babak Play‑off

Liput – 13 April 2026 | Tim tenis putri Indonesia mencatatkan prestasi luar biasa pada ajang Billie Jean King Cup 2026 setelah berhasil menembus babak play‑off. Keberhasilan ini menandai kembali kehadiran Indonesia di panggung beregu putri paling bergengsi dunia setelah sekian lama, sekaligus menegaskan peran sentral Janice Tjen sebagai motor penggerak tim.

Pertandingan berlangsung di The Delhi Lawn Tennis Association (DLTA) School of Tennis, New Delhi, India, pada tanggal 7‑11 April 2026. Menghadapi kompetisi sengit di Grup I Asia‑Oceania, skuad Merah Putih menutup turnamen dengan rekor empat kemenangan dan satu kekalahan, mengumpulkan 11 partai menang dan empat partai kalah. Hasil ini menempatkan Indonesia sebagai runner‑up grup, berada tepat di belakang Thailand yang memiliki catatan partai serupa (10‑5) namun unggul dalam pertemuan langsung.

Berikut rangkuman hasil pertandingan Indonesia:

Hari Lawannya Skor Tim Indonesia Catatan
7 April Selandia Baru 4‑0 Kemenangan bersih
8 April Mongolia 4‑0 Dominasi tunggal
9 April India 3‑1 Penampilan solid di kandang
10 April Korea 4‑0 Serangan agresif di lapangan
11 April Thailand 0‑4 Kekalahan di final grup

Anggota tim yang berperan penting antara lain Janice Tjen, Priska Madelyn Nugroho, Anjali Kirana Junarto, Meydiana Laviola Reinnamah, serta Aldila Sutjiadi. Christopher Rungkat bertindak sebagai kapten non‑pemain, mengarahkan strategi dan mendukung moral pemain di lapangan.

Janice Tjen, yang juga berpasangan dengan Aldila Sutjiadi dalam nomor ganda, tampil konsisten dengan memenangkan semua partainya. Penampilannya di ganda melawan pasangan kuat Chinese Taipei (Chan Hao‑Ching / Chan Yung‑Jan) pada semifinal Asian Games 2022 menjadi bukti kesiapan kompetitifnya.

Sekretaris Jenderal Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), Andi Fajar, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras berkelanjutan. “Program sudah berjalan. Para pemain akan dipilihkan turnamen yang dapat menambah poin dan pengalaman internasional,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim akan melanjutkan persiapan intensif menjelang babak play‑off qualifier pada November mendatang, dengan menargetkan lawan‑lawan kuat seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Slovenia, Polandia, serta Swiss atau Ceko.

Persiapan tersebut meliputi partisipasi pemain muda dalam turnamen W15 di Singapura dan Malaysia, guna meningkatkan jam terbang serta menambah peringkat dunia. Andi menekankan pentingnya menjaga kebugaran dan menghindari cedera, terutama bagi pemain muda seperti Anjali dan Meydiana yang masih dalam tahap pengembangan.

Keberhasilan tim putri ini juga menjadi momentum penting bagi tenis Indonesia secara keseluruhan. Sejak terakhir kali mencapai fase serupa pada tahun 2004, tim telah mengalami restrukturisasi dan investasi dalam pembinaan atlet. “Ini perjalanan panjang. Turnamen ini merupakan salah satu yang paling bergengsi di tenis putri,” kata Andi, menyoroti tantangan yang masih dihadapi namun juga optimisme tinggi.

Menatap ke depan, tim Indonesia akan mengandalkan strategi ganda yang solid, mengoptimalkan kekuatan individual pemain tunggal, serta memanfaatkan pengalaman kompetisi internasional yang terus bertambah. Jika berhasil melaju lebih jauh, Indonesia tidak hanya akan mengukir prestasi sportivitas, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk mengejar karier di tenis.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan federasi, Janice Tjen dan rekan‑rekan siap menantang tantangan selanjutnya di panggung global, menjadikan nama Indonesia semakin dikenal dalam kompetisi Billie Jean King Cup.